POSISI TERAKHIR

Sabtu, 15 Mei 2010

Bacaan : Lukas 24:50-53

24:50. Lalu Yesus membawa mereka ke luar kota sampai dekat Betania. Di situ Ia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka.

24:51 Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga.

24:52 Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita.

24:53 Mereka senantiasa berada di dalam Bait Allah dan memuliakan Allah.

POSISI TERAKHIR

Ketika orang berpisah, posisi terakhir menjadi sangat bermakna. Baik posisi lokasi maupun sikap tubuh. Seperti kata lagu kenangan tahun 1970-an, Berpisah di Teras St. Carolus. Ada perpisahan di bandara diiringi pelukan dan isak-tangis. Ada perpisahan di restoran diwarnai pesta dan gelak tawa. Ada perpisahan di gedung pertemuan dipenuhi cinderamata dan kata-kata perpisahan. Ada perpisahan di rumah sakit dalam suasana ikhlas dan doa penyerahan. Posisi terakhir menjadi bekal selanjutnya bagi pihak-pihak yang berpisah. Itulah maknanya.

Bagaimana posisi terakhir Yesus saat berpisah dengan murid-murid sebelum naik ke surga? Lokasinya di luar kota Yerusalem, dekat Betania. Diduga kuat, di Bukit Zaitun. Bagi Yesus dan para murid, bukit adalah tempat pengajaran dan pewahyuan. Perpisahan di bukit menjadi tanda pengutusan bagi mereka untuk mengajar tentang Yesus. Sikap tubuh Yesus di posisi terakhir adalah “mengangkat tangan dan memberkati mereka”. Dalam penugasan itu, mereka diberkati! Tangan Yesus yang memberkati, menjadi bekal mereka. Sebuah jaminan penyertaan kekal!

“Tangan Yesus yang sedang memberkati” itu berlaku bagi kita juga. Sampai Dia datang kembali di awan-awan (Kisah Para Rasul 1:11). Jika dalam hidup kita yang terasa adalah “tangan-tangan” yang menekan, yang teracung menuding, yang meninju dari belakang, yang menampar dengan hinaan, yang membelenggu dan melempar sampah kepedihan; ingatlah, itu bukan untuk seterusnya! Sebaliknya, “tangan” yang menyertai kita sampai kesudahan adalah “tangan Yesus” yang memberkati. Hitung berkat Anda. Jadikan itu bekal keyakinan dan kekuatan dalam menjalani hidup ini. –PAD

Sumber : www.sabda.org

Iklan