CINTA SEBATAS KULIT

Sabtu, 22 Mei 2010

Bacaan : Kidung Agung 2:2,3

2:2 –Seperti bunga bakung di antara duri-duri, demikianlah manisku di antara gadis-gadis.

2:3. –Seperti pohon apel di antara pohon-pohon di hutan, demikianlah kekasihku di antara teruna-teruna. Di bawah naungannya aku ingin duduk, buahnya manis bagi langit-langitku.

CINTA SEBATAS KULIT

Di Inggris, para istri atau pacar pemain sepakbola biasa disebut WAGs (wife and girlfriends). Kehidupan WAGs layaknya selebriti; pesta-pesta besar pada malam hari, dan belanja di toko-toko papan atas pada siang harinya. Tidak heran kalau bagi sebagian wanita, menjadi anggota WAGs adalah sebuah kebanggaan dan impian. Namun, di balik kemewahan itu sebetulnya tersimpan rasa was-was yang teramat besar terkait tindak-tanduk sang kekasih.

“Anda harus melakukan segalanya untuk tetap tampil cantik dan prima, termasuk operasi plastik, agar kekasih atau suami Anda tidak melirik wanita lain. Karena di luar rumah, mereka akan selalu menghadapi rayuan dan godaan. Jika sang kekasih kembali ke rumah dan tidak menemukan kami dalam kondisi sempurna, maka suatu hari nanti ia tidak akan kembali, ” demikian pengakuan salah seorang anggota WAGs.

Begitulah kalau cinta hanya sebatas kulit, semata-mata karena hal-hal lahiriah; sangat melelahkan dan melemahkan karena orang kemudian akan terus dituntut untuk hidup dalam “topengnya”. Juga sangat rapuh, sebab betapa pun yang namanya “kulit” cepat atau lambat akan ditelan waktu. Tidak abadi.

Benar, bukan berarti penampilan fisik sama sekali tidak penting. Tetap penting. Hanya, jangan jadikan itu sebagai satu-satunya alasan membangun cinta. Seperti kata pepatah, “Jangan mencintai seseorang karena ia istimewa, tetapi buatlah ia istimewa karena kamu mencintainya.” Hal itulah yang ditampakkan oleh pasangan kekasih dalam bacaan Alkitab hari ini. Mereka saling berbagi tempat istimewa di hati masing-masing. Sungguh sebuah cinta nan elok. –AYA

BANGUNLAH CINTA DI HATI

BUKAN DI KULIT

Sumber : www.sabda.org

Iklan