MENULIS SURAT

Sabtu, 10 Juli 2010

Bacaan : 2 Korintus 3:1-4

3:1. Adakah kami mulai lagi memujikan diri kami? Atau perlukah kami seperti orang-orang lain menunjukkan surat pujian kepada kamu atau dari kamu?

3:2 Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang.

3:3 Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia.

3:4 Demikianlah besarnya keyakinan kami kepada Allah oleh Kristus.

MENULIS SURAT

Ada sebuah pepatah, “buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya”. Artinya, setiap sifat dan perilaku anak tidak akan jauh dari orangtuanya. Sebagaimana orangtua berlaku, demikianlah juga si anak meniru. Peribahasa ini tidak bicara tentang garis keturunan, tetapi tentang bagaimana cara kita mendidik anak. Mendidik anak ibarat menulis sesuatu di dalam hatinya, sehingga setiap perkataan, sifat, dan perilaku yang kita tunjukkan kepada anak sesungguhnya telah memberikan sebuah “goresan tinta” dalam diri si anak.

Paulus menyatakan bahwa jemaat di Korintus merupakan sebuah surat pujian yang telah ditulis oleh pelayanannya, sehingga sebagaimana orang melihat jemaat Korintus demikianlah orang melihat hidup Paulus. Karena, setiap perilaku jemaat Korintus mencerminkan yang diajarkan dan dilakukan oleh Paulus. Apabila jemaat Korintus dipuji, pujian itu juga akan diterima Paulus; sebaliknya jikalau mereka di cela, surat celaan jugalah yang akan diterima Paulus.

Anak-anak kita pun seumpama surat kehidupan dari kita, orangtuanya. Setiap orang yang membaca “surat kehidupan” tersebut; entah memujinya atau mencelanya, secara tidak langsung itu sebetulnya tertuju kepada kita juga. Jadi, jika anak kita menjadi nakal dan berperilaku tidak baik, salah satu yang berperan dalam perilaku itu adalah orangtua, yaitu ketika kita tidak pernah menggoreskan firman Tuhan dengan “tinta” Roh Allah di dalam hati mereka. Oleh sebab itu, mari mulai sekarang goreskan “tinta” Roh Allah kita di dalam hati anak-anak, baik melalui perkataan pun perilaku yang kita tunjukkan setiap hari. Niscaya anak-anak kita akan menjadi surat pujian kita yang dapat dibaca oleh setiap orang –RY

GORESAN TINTA KEHIDUPAN ORANGTUA

AKAN MENENTUKAN ANAK MENJADI

SURAT YANG SEPERTI APA

Sumber : www.sabda.org

Iklan