AFRIKA SELATAN

Rabu, 14 Juli 2010

Bacaan : Yosua 11:16-23

11:16 Demikianlah Yosua merebut seluruh negeri itu, pegunungan, seluruh Tanah Negeb, seluruh tanah Gosyen, Daerah Bukit, serta Araba-Yordan, dan Pegunungan Israel dengan tanah rendahnya;

11:17 mulai dari Pegunungan Gundul, yang mendaki ke arah Seir, sampai ke Baal-Gad di lembah gunung Libanon, di kaki gunung Hermon. Semua rajanya ditangkapnya, dan dibunuhnya.

11:18 Lama Yosua melakukan perang melawan semua raja itu.

11:19 Tidak ada satu kotapun yang mengadakan ikatan persahabatan dengan orang Israel, selain dari pada orang Hewi yang diam di Gibeon itu, semuanya telah direbut mereka dengan berperang.

11:20 Karena TUHAN yang menyebabkan hati orang-orang itu menjadi keras, sehingga mereka berperang melawan orang Israel, supaya mereka ditumpas, dan jangan dikasihani, tetapi dipunahkan, seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa.

11:21 Pada waktu itu Yosua datang dan melenyapkan orang Enak dari pegunungan, dari Hebron, Debir dan Anab, dari seluruh pegunungan Yehuda dan dari seluruh pegunungan Israel. Mereka dan kota-kota mereka ditumpas oleh Yosua.

11:22 Tidak ada lagi orang Enak ditinggalkan hidup di negeri orang Israel; hanya di Gaza, di Gat dan di Asdod masih ada yang tertinggal.

11:23 Demikianlah Yosua merebut seluruh negeri itu sesuai dengan segala yang difirmankan TUHAN kepada Musa. Dan Yosuapun memberikan negeri itu kepada orang Israel menjadi milik pusaka mereka, menurut pembagian suku mereka. Lalu amanlah negeri itu, berhenti dari berperang.

AFRIKA SELATAN

Siapa yang menyangka Afrika Selatan dapat dipilih menjadi tuan rumah kejuaraan sepak bola akbar seperti Piala Dunia. Dulu mereka adalah negara yang dikeluarkan dari keanggotaan FIFA karena sistem apartheid yang mereka anut. Sebuah sistem politik yang membedakan hak orang-orang kulit putih dan hitam. Namun sejak 1990-an, negara ini dibebaskan dari tirani pemisahan tersebut. Hingga akhirnya mereka bukan hanya diterima kembali menjadi anggota FIFA, melainkan juga terpilih menjadi tuan rumah Piala Dunia.

Kejutan serupa pernah terjadi pada bangsa Israel. Siapa yang menyangka bahwa Israel menjadi sebuah bangsa yang kuat, padahal semula mereka budak di Mesir. Selama berpuluh-puluh tahun mereka mengembara di padang pasir, tak memiliki tanah air tempat mereka tinggal dan membangun bangsanya. Namun demikian, dengan pertolongan dan kuasa Tuhan, mereka berhasil melewati tantangan dan bahkan berhasil merebut negeri Kanaan dengan mengalahkan raja-raja di negeri itu yang memiliki tentara dan pahlawan-pahlawan perang yang hebat, seperti orang-orang yang disebut dalam Alkitab sebagai orang Enak.

Ini membuktikan bahwa apa yang terjadi sekarang bisa berubah kapan saja. Bangsa yang semula memiliki sejarah buruk, suatu saat dapat berkembang baik. Karena itu, jika bangsa kita saat ini tengah dalam keadaan carut-marut, jangan putus harapan. Harapan itulah yang membuat kita tetap bertekun mendoakan negeri ini; mengasihi negeri ini; melakukan yang terbaik bagi negeri ini. Tuhan pasti tidak akan pernah tinggal diam melihat segala permasalahan negeri ini, terlebih lagi apabila ada anak-anak-Nya yang setia berdoa –RY

DOA-DOA KITA AKAN JAUH LEBIH BERARTI BAGI NEGERI INI

DIBANDINGKAN KELUHAN BAHKAN KUTUKAN

Sumber : www.sabda.org

Iklan