MEMERCAYAKAN DIRI

Senin, 26 Juli 2010

Bacaan : Ibrani 11:5,6

11:5 Karena iman Henokh terangkat, supaya ia tidak mengalami kematian, dan ia tidak ditemukan, karena Allah telah mengangkatnya. Sebab sebelum ia terangkat, ia memperoleh kesaksian, bahwa ia berkenan kepada Allah.

11:6 Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.

MEMERCAYAKAN DIRI

Seorang bapak cemas. Pesta pernikahan anaknya akan digelar di alam terbuka beberapa hari lagi. Padahal tiap hari turun hujan. Jika hujan turun saat pesta berlangsung, semua acara bisa berantakan! Seorang teman menawarkan solusi. “Pakailah pawang hujan, ” ujarnya, “Serahkan saja kepadanya, semua pasti beres!” Sebagai orang beriman, sang bapak menolak. Ia merenung: “Daripada memercayakan diri pada pawang, lebih baik aku memercayakan diri kepada Yesus, Raja alam raya.” Ia pun bertelut. Berserah. Hatinya menjadi tenang. Saat pesta berlangsung, cuaca ternyata cerah!

Beriman berarti memercayakan diri kepada Tuhan dan kuasa-Nya. Orang yang beriman harus yakin bahwa Allah ada dan sanggup memberi upah kepada mereka yang sungguh-sungguh mencari-Nya. Sikap iman seperti ini ditunjukkan oleh Henokh. Kitab Kejadian mencatatnya sebagai orang yang “hidup bergaul dengan Allah” (Kejadian 5:24). Dalam terjemahan lain: “berjalan bersama Allah”. Henokh melangkah sambil berserah. Ia percayakan hidup dan masa depannya kepada Allah, sehingga damai sejahtera mengiringi langkahnya. Akhir hidupnya pun diatur Tuhan begitu indah. Henokh tidak mengalami sakit atau kematian. Allah mengangkatnya.

Hanya dengan memercayakan diri, kita memperoleh ketenangan. Mengapa Anda tidak khawatir menyimpan uang di bank? Karena Anda memercayakan diri pada nama baik bank itu. Mengapa Anda tidak khawatir melepas anak-anak di sekolah? Karena Anda memercayakan mereka kepada para guru. Dengan cara yang sama, percayakanlah diri Anda pada Tuhan! Berjalanlah dengan-Nya, maka hati Anda pun tenang –JTI

KITA BISA MELANGKAH MANTAP

BUKAN KARENA PERCAYA DIRI

MELAINKAN KARENA MEMERCAYAKAN DIRI

Sumber : www.sabda.org

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: