LANGIT

Jumat, 30 Juli 2010

Bacaan : Mazmur 8

8:1. Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Gitit. Mazmur Daud. (8-2) Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi! Keagungan-Mu yang mengatasi langit dinyanyikan.

8:2 (8-3) Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu telah Kauletakkan dasar kekuatan karena lawan-Mu, untuk membungkamkan musuh dan pendendam.

8:3. (8-4) Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan:

8:4 (8-5) apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?

8:5 (8-6) Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat.

8:6 (8-7) Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kauletakkan di bawah kakinya:

8:7 (8-8) kambing domba dan lembu sapi sekalian, juga binatang-binatang di padang;

8:8 (8-9) burung-burung di udara dan ikan-ikan di laut, dan apa yang melintasi arus lautan.

8:9 (8-10) Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi!

LANGIT

Langit dan benda-benda langit telah memukau manusia sejak dulu. Entah mungkin karena sinarnya yang tampak misterius; karena jaraknya yang sangat jauh; atau pergerakannya yang begitu konsisten. Tak heran jika banyak peradaban kuno percaya bahwa langit adalah tempat tinggal para dewa, dan benda-benda langit itu adalah para dewa sendiri.

Ilmu pengetahuan modern pun menunjukkan bahwa benda-benda langit memang mengagumkan. Coba bandingkan. Bumi kita ini sudah sangat besar dan bisa menampung enam miliar manusia. Namun, volume planet Yupiter ternyata lebih dari seribu kali bumi. Sementara, volume matahari lebih dari satu juta kali bumi. Belum lagi kalau kita bandingkan dengan seluruh jagad raya. Betapa besar dan mengagumkan!

Kekaguman serupa juga pernah dialami Daud. Ia memandangi langit dan menyadari betapa megahnya jagad raya dan betapa kecilnya manusia di hadapan semua itu (ayat 4, 5). Meski demikian, Sang Pencipta mau memperhatikan manusia bahkan mengangkatnya menjadi ciptaan yang utama, mengatasi segala ciptaan lain (ayat 6-9). Fakta ini membuat Daud takjub dan memuji kebesaran Tuhan.

Pengalaman Daud ini dapat kita ikuti untuk menyegarkan iman kita. Apalagi jika hati gundah, jika diri merasa lelah dan tak berdaya, jika beban hidup berat menggayuti. Tataplah langit ketika malam cerah. Pandanglah bulan dan bintang-bintang yang ada di sana. Biarkan diri Anda terhanyut dalam keindahan dan kemegahannya. Sadarilah kebesaran Sang Pencipta yang telah menciptakan semuanya itu, dan betapa Dia yang besar itu sesungguhnya tiada henti memperhatikan kita yang begitu kecil ini –ALS

SAYA PASTI KUAT MENJALANI HIDUP INI

SEBAB SAYA DITUNTUN OLEH

TANGAN YANG MENCIPTA JAGAD INI

Sumber : www.sabda.org

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: