HIDUP OLEH IMAN

Jumat, 6 Agustus 2010

Bacaan : Roma 1: 15-17

1:15 Itulah sebabnya aku ingin untuk memberitakan Injil kepada kamu juga yang diam di Roma.

1:16. Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.

1:17 Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman.”

HIDUP OLEH IMAN

Hidup oleh iman”. Kita kerap mendengar slogan ini, bahkan mungkin terlalu sering. Apa sebenarnya artinya? Acap kali orang menjawab, “artinya kalau saya beriman, saya akan hidup.” Apa artinya hidup? “Ya, saya masuk surga kalau saya mati nanti. Pokoknya saya percaya Yesus itu Tuhan, masuk surga, selesai sudah.”

Itu benar-kita diselamatkan karena kasih karunia oleh iman. Namun, tentu tidak selesai di situ. Apabila keselamatan semata urusan masuk surga, kenapa kita masih hidup sekarang, tidak mati saja, supaya langsung masuk surga? Atau mungkin ada yang mengatakan, beriman itu pokoknya percaya Yesus itu Tuhan, titik. Bagaimana saya hidup, itu urusan lain. Kalau begitu, iman jenis ini cuma soal menghafal dalam pikiran seperti menghadapi ujian di sekolah.

Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Roma meminta supaya kita hidup oleh iman. Kata asli yang digunakan untuk “hidup” (ayat 17) di sini sebetulnya berbicara tentang suatu kekuatan, daya yang terus berkelanjutan. Dengan kata lain, Paulus hendak menekankan bahwa iman ada dalam kehidupan kita sehari-hari di mana pun dan kapan pun; saat kita makan, saat kita minum, saat kita bekerja, saat kita mengambil keputusan, saat kita hendak berbelanja, saat kita hendak marah-iman memberikan “hidup” dalam hidup kita.

Contoh sederhana; soal tidur. Tanpa iman, banyak orang tidur dalam kekhawatiran, kegelisahan. Banyak orang tidur dengan hati tidak tenang, entah memikirkan pekerjaan, keuangan, dan lain-lain. Namun, iman yang membuat kita hidup adalah iman yang menjadikan kita dapat berkata seperti Daud, “Aku membaringkan diri, lalu tidur; aku bangun, sebab Tuhan menopang aku (Mazmur 3:6) –HSL

IMAN MEMBUAT HIDUP KITA JADI LEBIH HIDUP

SEHINGGA KITA DAPAT MERASAKAN KASIH TUHAN ITU CUKUP

Sumber : www.sabda.org

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: