KUCING MENOLAK IKANĀ ASIN

Kamis, 12 Agustus 2010

Bacaan : 1 Korintus 10:1-13

10:1. Aku mau, supaya kamu mengetahui, saudara-saudara, bahwa nenek moyang kita semua berada di bawah perlindungan awan dan bahwa mereka semua telah melintasi laut.

10:2 Untuk menjadi pengikut Musa mereka semua telah dibaptis dalam awan dan dalam laut.

10:3 Mereka semua makan makanan rohani yang sama

10:4 dan mereka semua minum minuman rohani yang sama, sebab mereka minum dari batu karang rohani yang mengikuti mereka, dan batu karang itu ialah Kristus.

10:5 Tetapi sungguhpun demikian Allah tidak berkenan kepada bagian yang terbesar dari mereka, karena mereka ditewaskan di padang gurun.

10:6. Semuanya ini telah terjadi sebagai contoh bagi kita untuk memperingatkan kita, supaya jangan kita menginginkan hal-hal yang jahat seperti yang telah mereka perbuat,

10:7 dan supaya jangan kita menjadi penyembah-penyembah berhala, sama seperti beberapa orang dari mereka, seperti ada tertulis: “Maka duduklah bangsa itu untuk makan dan minum; kemudian bangunlah mereka dan bersukaria.”

10:8 Janganlah kita melakukan percabulan, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga pada satu hari telah tewas dua puluh tiga ribu orang.

10:9 Dan janganlah kita mencobai Tuhan, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka mati dipagut ular.

10:10 Dan janganlah bersungut-sungut, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka dibinasakan oleh malaikat maut.

10:11 Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada waktu, di mana zaman akhir telah tiba.

10:12 Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!

10:13 Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.

KUCING MENOLAK IKAN ASIN

Mungkin kita pernah mendengar ungkapan: “Mana ada kucing yang menolak ikan asin?” Itu benar. Taruh sepotong ikan asin di depan kucing, maka tak perlu tunggu lama, ia pasti segera menyambarnya. Demikian juga dengan dosa. Iblis sangat tahu apa yang “menggiurkan” bagi masing-masing pribadi. Itu sebabnya godaan dosa tak pernah menawarkan sesuatu yang tak enak. Dan kala dosa itu menggoda, ia mampu membuat manusia sangat ingin menikmatinya. Maka tak heran, tatkala jatuh dalam dosa, orang kerap mengatakan “khilaf” atau “abis enggak tahan, sih.”

Di dalam suratnya, Rasul Paulus memperingatkan tentang godaan dosa ini kepada jemaat Korintus. Dan Paulus memperingatkan hal ini bukan hanya karena godaannya yang menggiurkan, melainkan karena beratnya akibat dosa yang mungkin terjadi. Contoh yang ia pakai adalah bangsa Israel. Karena tergiur untuk melakukan “dengan nikmat” segala dosa penyembahan berhala, percabulan, sungut-sungut, maka Allah menghukum mati sebagian besar dari mereka (ayat 7-10). Allah tidak dapat dipermainkan. Intinya, Paulus mengingatkan supaya kita tidak lupa bahwa di balik dosa yang menggiurkan, ada akibat yang mengerikan, yakni murka Allah.

Selanjutnya Paulus menasihati bahwa setiap godaan atau pencobaan dosa yang menghampiri, sesungguhnya tidak pernah melampaui kekuatan kita (ayat 13). Yakin saja bahwa setiap godaan itu adalah godaan biasa. Ia tidak luar biasa. Artinya, kita pasti sanggup mengatasinya asal kita mau menolaknya. Apalagi Tuhan berjanji akan memberikan jalan keluar. Maka, kita pasti menang! –RY

MENGHINDARI DOSA TAK DITENTUKAN

OLEH KESANGGUPAN KITA

TETAPI oleh KEMAUAN KITA

Sumber : www.sabda.org

Iklan