Mendapatkan Damai Sejahtera melalui Rendah Hati

PESAN GEMBALA

24 OKTOBER 2010

EDISI 149 TAHUN 3

Shallom…salam Miracle

Jemaat Tuhan yang diberkati, sering kali kita mendengar ajaran tentang kerendahan hati, dimana setiap orang mendahulukan kepentingan orang lain daripada kepentingan diri sendiri. Alkitab memerintahkan agar kita menganggap orang lain lebih utama daripada diri sendiri. Filipi 2:3-4 “Karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati seorang menganggap yang lain lebih utama dari dirinya sendiri.”

 

Orang yang memiliki kerendahan hati tidak mudah tersinggung atau marah. Tetapi tidak demikian dengan orang yang memiliki keakuan yang besar. Percekcokan dan konflik berhenti bila kita memiliki kerendahan hati, Amsal 13:10 “Keangkuhan hanya menimbulkan pertengkaran, tetapi mereka yang mendengarkan nasehat mempunyai hikmat.” Kepribadian yang kasar, pemarah, sombong, suka mendominasi, suka menuntut dan keras perlu dikikis. Orang-orang di sekitar kita sebaiknya tidak merasakan roh kita, melainkan mereka harus merasakan Roh Allah yang bekerja melalui kita. Bila orang lebih merasakan roh kita daripada Roh Allah, itu berarti kita membutuhkan kerendahan hati. Dan ini memerlukan banyak penghancuran kekerasan hati. Tidak rendah hati dimiiki oleh orang yang tidak disiplin dan dididik secara benar ketika ia masih kecil. Hanya TUAN-TUAN yang seringkali mudah tersinggung, bukan anak domba-anak domba.

 

Orang yang rendah hati dan memiliki hati yang lembut, tidak pernah tersinggung seperti orang disebutkan dalam Amsal 18:19. Orang menjadi tersinggung karena keakuannya terluka. Kasih karunia telah ditolaknya dan ia telah mengeraskan hatinya serta menjadi pahit hati, Ibrani 4:16 “Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapatkan pertolongan kita pada waktunya.” Bandingkan dengan Ibrani 12:15 “Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh AKAR YANG PAHIT yang menimbulkan KERUSUHAN dan MENCEMARKAN BANYAK ORANG.” Orang menjadi tersinggung karena memelihara suatu luka hati dan menjebloskan dirinya sendiri ke dalam suatu lubang yang dalam. Ia tidak dapat disembuhkan, tidak dengan permintaan maaf atau apapun juga, sebelum mengalami jamahan Allah.

 

Hati yang mudah tersinggung yang dibiarkan tidak diobati akan menjadi SANGAT JAHAT. Di hari-hari terakhir banyak orang akan tersinggung, dan ini akan membuat mereka saling membenci dan mengkhianati (Matius 24:10). Apakah kita sadar betapa seriusnya problem kita bila membiarkan hati kita tersinggung?

 

Saya ingin mengulangi hal ini. Orang yang tersinggung itu bukan anak domba, ia adalah seorang Tuan, sombong serta tidak memiliki hati yang remuk. Ia memiliki suatu pendapat yang tinggi tentang dirinya sendiri dan “SOK PENTING”. Ia mempertahankan hak-haknya dan menuntut pembelaan atas dirinya. Salah satu tipuan yang memperdayai seseorang yang tersinggung adalah ia percaya bahwa ia memiliki hak untuk tersinggung, dan bahwa ia dibenarkan untuk marah, dan melukai orang-orang lain. (Ia tidak benar-benar percaya bahwa Allah memakai ketidakadilan untuk meningkatkan kerohanian anak-anak-Nya). Karena itu, hatinya mulai tertipu.

 

Satu-satunya cara untuk menyelamatkan diri dari lubang yang menyeramkan ini adalah dengan menjadi ANAK DOMBA, menyerahkan hak-hak kita, dan meneladani YESUS KRISTUS yang mempercayakan segala ketidakadilan yang Ia alami kepada Bapa Surgawi-Nya. 1 Petrus 2:21-23 “Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya. Ia tidak berbuat dosa, dan tipu daya tidak ada dalam mulut-Nya. Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, Yang menghakimi dengan adil.

 

Neraka dipenuhi dengan orang-orang yang tersinggung, yang menolak kasih karunia Allah ketika mereka disakiti. Mereka meninggal dengan memegang erat kepahitan mereka terhadap Allah dan orang-orang yang tidak mau mereka maafkan. Kini mereka sendiri tersiksa dengan pelanggaran-pelanggaran yang tidak mau mereka maafkan dalam diri orang lain. Akan sangat penting bagi kita anak-anak-Nya untuk senantiasa rendah hati dan menikmati damai sejahtera bersama dengan kasih Tuhan. Allah tinggal bersama mereka yang rendah hati. Sehingga dalam damai sejahtera menjadikan kita bisa mendapatkan kesatuan. Hadirat Tuhan ditolak oleh hati yang keras, tetapi kekerasan tidak dimiliki oleh orang yang rendah hati. Allah menolak orang yang sombong, Ia berjalan bersama orang yang rendah hati karena Ia sendiri pun rendah hati. Dalam hati yang lembut Allah menuliskan hukum-hukum-Nya, tetapi Allah tidak dapat bekerja di hati yang keras. Hati yang keras itu tidak peka dan tidak mampu mendengar suara Roh yang lembut. Allah membimbing orang-orang yang lembut hati.

Tuhan Yesus memberkati kita semua…amien.

 

Gembala Sidang,

Pdt. Ir. Joko Susanto, MA

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: