TUHAN SEGALANYA

Rabu, 15 Desember 2010

Bacaan : Mazmur 124

1Nyanyian ziarah Daud. Jikalau bukan TUHAN yang memihak kepada kita, –biarlah Israel berkata demikian–

2jikalau bukan TUHAN yang memihak kepada kita, ketika manusia bangkit melawan kita,

3maka mereka telah menelan kita hidup-hidup, ketika amarah mereka menyala-nyala terhadap kita;

4maka air telah menghanyutkan kita, dan sungai telah mengalir melingkupi diri kita,

5maka telah mengalir melingkupi diri kita air yang meluap-luap itu.

6Terpujilah TUHAN yang tidak menyerahkan kita menjadi mangsa bagi gigi mereka!

7Jiwa kita terluput seperti burung dari jerat penangkap burung; jerat itu telah putus, dan kitapun terluput!

8Pertolongan kita adalah dalam nama TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.

TUHAN SEGALANYA

“Semasa penderitaan melanda, kita akan mendapat pengalaman termanis tentang kasih Allah, ” demikian kata John Bunyan. Nasihat yang benar, walau tak mudah dijalani dengan sabar. Kerap terjadi, masalah yang datang di hidup ini membuat kita terpuruk. Masalah itu tampak begitu besar hingga menutupi pandangan kita dari segala sesuatu yang lain. Menjadi “segalanya” bagi kita. Hingga hidup menjadi tampak begitu berat dan nyaris membuat putus asa.

Saya pernah merasa sangat susah karena suatu masalah yang menimpa. Masalah itu menyelubungi mata hati saya, hingga sukacita dan damai sejahtera saya terenggut. Sampai kemudian sebuah teguran membuka mata rohani saya, bahwa Tuhan-lah segalanya dalam hidup ini. Bukan masalah saya yang layak menjadi segalanya di hidup saya. Hanya Tuhan-lah yang layak menjadi segalanya bagi saya. Segala sesuatu di luar itu, masing-masing sesungguhnya adalah “sebagian” saja dari hidup ini. Dan, jika Tuhan yang menjadi segalanya di hidup kita, maka pasti masih ada kekuatan yang cukup untuk mengatasinya.

Hidup selalu menyimpan banyak cerita. Dan, tak pernah berhenti merangkai peristiwa menyenangkan dan peristiwa menyedihkan secara bergantian. Kiranya kita berpihak kepada-Nya saja (ayat 1, 2), serta memohon kekuatan untuk mampu menghadapi segala hal yang akan terjadi. Jadikan Dia segala-galanya di hidup kita, jangan izinkan satu masalah pun menjadi segalanya bagi kita. Sebab, hanya ketika Dia menjadi Tuhan yang mengendalikan segalanya, kita dimampukan untuk menang atas segala masalah yang akan datang! –AW

JANGAN BIARKAN DIRI KITA BERPIHAK PADA MASALAH

SEBAB KEMENANGAN TERSEDIA KETIKA KITA BERPIHAK PADA ALLAH

Sumber : www.sabda.org

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: