CARA MEMANDANG FIRMAN

Minggu, 10 April 2011

Bacaan : Ulangan 5:28-33

28Ketika TUHAN mendengar perkataanmu itu, sedang kamu mengatakannya kepadaku, maka berfirmanlah TUHAN kepadaku: Telah Kudengar perkataan bangsa ini yang dikatakan mereka kepadamu. Segala yang dikatakan mereka itu baik.

29Kiranya hati mereka selalu begitu, yakni takut akan Daku dan berpegang pada segala perintah-Ku, supaya baik keadaan mereka dan anak-anak mereka untuk selama-lamanya!

30Pergilah, katakanlah kepada mereka: Kembalilah ke kemahmu.

31Tetapi engkau, berdirilah di sini bersama-sama dengan Aku, maka Aku hendak mengatakan kepadamu segenap perintah, yakni ketetapan dan peraturan, yang harus kauajarkan kepada mereka, supaya mereka melakukannya di negeri yang Kuberikan kepada mereka untuk dimiliki.

32Maka lakukanlah semuanya itu dengan setia, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu. Janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri.

33Segenap jalan, yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, haruslah kamu jalani, supaya kamu hidup, dan baik keadaanmu serta lanjut umurmu di negeri yang akan kamu duduki.”

CARA MEMANDANG FIRMAN

Cara kita memandang firman Tuhan akan sangat memengaruhi sikap kita terhadapnya. Bila kita memandang firman Tuhan sebagai peraturan yang mengekang kebebasan kita bertindak, maka kita akan menjadi orang yang membuang firman itu jauh-jauh dari kehidupan kita. Maka firman Tuhan hanya berlaku di hari Minggu, sedangkan hari Senin hingga Sabtu tidak berlaku lagi. Apabila kita memandang firman Tuhan sebagai sesuatu yang sulit untuk dilakukan, maka kita akan menjadi orang yang enggan untuk melakukannya. “Ya, saya tahu isi firman Tuhan, tetapi sulit untuk melakukannya, ” begitulah kita beralasan.

Pembacaan firman Tuhan hari ini memberi kita sudut pandang yang menarik. Tuhan mengatakan bahwa firman-Nya bukan untuk mengekang atau mempersulit hidup manusia, melainkan membuat hidup manusia lebih baik. Perintah Tuhan untuk melakukan firman Tuhan dengan setia dan tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri adalah agar hati manusia senantiasa terarah dan hormat pada Dia dan demi kebaikan manusia itu sendiri (ayat 29, 33).

Sikap yang harus kita bentuk adalah menjadikan firman Tuhan sebagai pedoman hidup kita seperti manual book bagi kehidupan kita. Tanpa manual book, kita akan salah menggunakan sebuah alat elektronik yang kita beli. Demikian pula dengan hidup kita, kita bisa salah jalan atau memiliki cara hidup yang tidak baik kalau kita tidak sungguh-sungguh memperhatikan dan melakukan perintah dalam manual book rohani kita, yakni firman Allah. Dan, karena setiap firman itu baik untuk kita, hendaklah kita mempelajari dan melakukan setiap nasihat firman –RY

FIRMAN TUHAN AKAN MENJAGA

AGAR KITA TIDAK TERHANYUT ARUS DUNIA

Dikutip dari : www.sabda.org

Iklan