PELAYAN TUHAN SEJATI

Minggu, 17 April 2011

Bacaan : Markus 1:1-8

1Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah.

2Seperti ada tertulis dalam kitab nabi Yesaya: “Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan bagi-Mu;

3ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya”,

4demikianlah Yohanes Pembaptis tampil di padang gurun dan menyerukan: “Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu.”

5Lalu datanglah kepadanya orang-orang dari seluruh daerah Yudea dan semua penduduk Yerusalem, dan sambil mengaku dosanya mereka dibaptis di sungai Yordan.

6Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, dan makanannya belalang dan madu hutan.

7Inilah yang diberitakannya: “Sesudah aku akan datang Ia yang lebih berkuasa dari padaku; membungkuk dan membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak.

8Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus.”

PELAYAN TUHAN SEJATI

Sungguh memprihatinkan bila banyak gereja sebagai umat Tuhan terpecah-belah. Bukan hanya dalam denominasi-denominasi besar. Dalam satu denominasi pun, tak jarang terjadi perpecahan. Bahkan, dalam satu gereja bisa juga terjadi perpecahan. Ada banyak hal yang bisa menjadi penyebab, tetapi salah satu penyebab besarnya adalah fanatisme umat terhadap sosok hamba Tuhan. Tak jarang ada hamba Tuhan yang tanpa sadar membangun kekaguman jemaat kepada diri sendiri. Mengajarkan prinsip agama dan moral hasil penemuannya sendiri, dan bukan pada Alkitab. Memang ada ayat-ayat Alkitab yang dikutip, tetapi sekadar mendukung pendapatnya sendiri.

Sungguh berbeda dengan Yohanes Pembaptis. Ia hanya memperkenalkan diri sebagai suara orang yang berseru-seru di padang belantara. Seruannya ditujukan untuk mempersiapkan jalan bagi kedatangan Yesus, Mesias yang dijanjikan. Ia memanggil semua orang agar bertobat dan dibaptis, sebagai bagian dari persiapan menyambut kedatangan Yesus. Ia tidak membangun popularitasnya sendiri atau mengumpulkan banyak pengikut fanatik yang mengaguminya. Ia mengarahkan semua orang kepada Yesus. Sebab, Yesuslah yang menjadi pusat pelayanannya. Ia menyatakan bahwa Yesus lebih besar dari dirinya. Ia juga memberitakan firman Tuhan bukan untuk memperkaya diri ia tidak memusingkan apa yang ia pakai, ia makan, atau minum (ayat 6), asal Injil diberitakan.

Sebagai anggota gereja Tuhan, mari periksa diri, siapakah Kepala gereja kita? Siapakah pusat hidup dan ibadah kita? Sebagai hamba Tuhan, siapakah yang kita layani? Ingatlah Yohanes Pembaptis, dan bertobatlah –SST

KETIKA DIRI SENDIRI MENJADI PUSAT, PELAYANAN MENJADI SIA-SIA

KETIKA YESUS MENJADI PUSAT, SEMUA MENJADI INDAH DAN MULIA

Dikutip dari : www.sabda.org

Iklan