MENSYUKURI BUMI

Jumat, 13 Mei 2011

Bacaan : Kejadian 1:26-28

1:26. Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”

1:27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.

1:28 Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”

 

MENSYUKURI BUMI

Sejak pembentukannya, bumi bergerak secara dinamis-walau sulit kita sadari dan amati. Pergerakan bumi menyebabkan terjadinya akumulasi kekayaan alam seperti mineral, minyak, gas bumi, dan panas bumi yang membawa kesejahteraan bagi masyarakat. Namun, dinamika bumi juga dapat berupa letusan gunung api, gempa, ataupun gerakan tanah (longsor) yang perlu diwaspadai.

Ketika Tuhan menciptakan bumi dan segala isinya, manusia diberi mandat untuk memenuhi dan menaklukkan bumi; berkuasa atas segala binatang di udara, darat, dan air (ayat 26, 28). Sayang sekali manusia kerap menerjemahkan mandat ini dengan mengeksploitasi bumi dan tidak memberi ruang bagi margasatwa untuk hidup damai di habitatnya. Manusia lupa bahwa ia diciptakan menurut gambar-Nya (ayat 27), bahwa Tuhan ingin manusia memelihara harmoni bumi dengan kasih.

Belajar dari sejarah bencana alam dan punahnya margasatwa di Indonesia, konsekuensi manusia menempati bumi haruslah diimbangi dengan kearifan, kepekaan, dan kecintaan terhadap alam. Biarlah setiap pelajar semakin terpacu untuk mempelajari geliat alam dan bagaimana bersahabat dengan alam. Biarlah setiap pengusaha tidak berlomba membetonkan hutan, tetapi memikirkan pemulihannya. Biarlah setiap petani dan peladang mengerjakan lahannya dengan baik dan tidak membakar hutan. Biarlah para guru mengajarkan berkat Tuhan yang besar pada alam Indonesia. Biarlah pengelolaan bumi dan kelangsungan hidup margasatwa dilakukan dalam semangat pemeliharaan Tuhan. Mari mensyukuri bumi dengan memeliharanya! –SL

CARA TERBAIK MANUSIA MENGUASAI BUMI

ADALAH DENGAN MEMELIHARA BUMI

Dikutip : www.sabda.org

Iklan