SURGA SUNYI SENYAP

Kamis, 19 Mei 2011

Bacaan : Wahyu 8:1-5

8:1. Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang ketujuh, maka sunyi senyaplah di sorga, kira-kira setengah jam lamanya.

8:2 Lalu aku melihat ketujuh malaikat, yang berdiri di hadapan Allah, dan kepada mereka diberikan tujuh sangkakala.

8:3 Maka datanglah seorang malaikat lain, dan ia pergi berdiri dekat mezbah dengan sebuah pedupaan emas. Dan kepadanya diberikan banyak kemenyan untuk dipersembahkannya bersama-sama dengan doa semua orang kudus di atas mezbah emas di hadapan takhta itu.

8:4 Maka naiklah asap kemenyan bersama-sama dengan doa orang-orang kudus itu dari tangan malaikat itu ke hadapan Allah.

8:5 Lalu malaikat itu mengambil pedupaan itu, mengisinya dengan api dari mezbah, dan melemparkannya ke bumi. Maka meledaklah bunyi guruh, disertai halilintar dan gempa bumi.

 

SURGA SUNYI SENYAP

Jika seseorang ingin berbicara dengan Anda saat Anda menonton televisi, apa reaksi Anda? Tergantung. Apakah itu acara kesukaan Anda? Apakah suaranya terdengar? Yang paling menentukan, siapa yang memanggil? Seberapa penting ia bagi Anda? Apakah interupsinya mengganggu, atau justru menarik perhatian Anda? Itu terpulang pada tempat orang itu di hati Anda. Jika ia kekasih, Anda akan mengecilkan suara televisi-bahkan mematikannya, supaya ia mendapat perhatian Anda sepenuhnya.

Wahyu 5 melukiskan bagaimana surga dipenuhi puji-pujian bagi Anak Domba-Yesus Kristus. Penyembahan yang gegap gempita. Bahkan disuarakan seluruh makhluk dengan nyaring-paduan suara surgawi yang indah dan megah. Namun, ada saatnya-seperti tercatat di bacaan kita di pasal 8-surga tiba-tiba menjadi sunyi senyap (ayat 1). Paduan suara surgawi itu mendadak berhenti. Surga menjadi hening. Apa yang terjadi? Ternyata itu saat “dupa harum” (kemenyan) doa semua orang kudus naik ke hadirat Allah (ayat 3, 4). Perhatian surga sedang tertumpah penuh pada doa para kekasih Tuhan. Doa kita semua. Dalam kemuliaan-Nya, Dia mendengar doa kita.

Kadang kita letih dan jemu berdoa, karena tidak yakin apakah Allah mendengar atau peduli pada doa kita. Seberapa penting doa saya dibanding doa para tokoh iman? Mungkin sebaiknya saya minta rohaniwan mendoakan saya. Pasti doa mereka lebih didengar. Tidak! Setiap kita ada di hati-Nya. Anda penting bagi-Nya. Jika Anda berdoa, Dia sangat peduli. Bahkan, surga senyap tatkala bisikan doa Anda terucap. Miliki keyakinan itu ketika berdoa. Dan jangan jemu berdoa! –PAD

BERDOALAH DENGAN KEYAKINAN BAHWA

ANDA MENDUDUKI TEMPAT YANG PENTING DI HATI TUHAN

Dikutip : www.sabda.org

Iklan