RAJAWALI DAN MATAHARI

Minggu, 5 Juni 2011

Bacaan : Mazmur 103:1-5

103:1. Dari Daud. Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku!

103:2 Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!

103:3 Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu,

103:4 Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat,

103:5 Dia yang memuaskan hasratmu dengan kebaikan, sehingga masa mudamu menjadi baru seperti pada burung rajawali.

 

RAJAWALI DAN MATAHARI

Kini memang eranya alat elektronik canggih. Kita dibuat kagum dengan banyaknya macam dan kehebatan alat elektronik. Namun, betapa pun hebatnya alat-alat itu, tak ada satu pun yang berguna jika tidak mengandung daya listrik. Jika baterainya melemah, maka saatnya alat itu harus dihubungkan kembali dengan sumber listrik. Sampai ia siap dipakai lagi.

Pemazmur melukiskan kondisi rohani kita dengan ilustrasi burung rajawali (ayat 5). Rajawali bukannya tak bisa menjadi lelah. Bisa. Apalagi ia suka terbang tinggi. Namun, ia punya cara mengatasinya, yakni mendekatkan diri ke arah matahari. Bahkan di wilayah empat musim, ia punya kebiasaan unik pada musim semi, yakni naik di ketinggian terbuka sambil berjemur di bawah cahaya sang surya. Sementara ia menyerap energi matahari, lapis luar bulu-bulu badannya rontok; hingga terjadilah “peremajaan” pada dirinya. Setelah itu, ia kembali terbang dengan kekuatan dan penampilan baru. Begitulah keintiman kita dengan Tuhan. Tuhan menyediakan limpahan kasih setia dan rahmat. Serupa rajawali yang diterpa cahaya matahari dikuatkan, disegarkan kita pun dapat “diremajakan” dengan semangat dan kekuatan baru.

Apakah Anda letih secara rohani? Anda tidak sendiri. Tiap anak Tuhan mengalaminya. Kita bisa lesu rohani akibat kesibukan, hantaman kesusahan hidup, dan deraan rasa bersalah. Jangan biarkan berlarut-larut. Apa pun yang terjadi, jangan menjauh dari Tuhan! Hanya pada-Nya kita menemukan rahmat dan pengampunan (ayat 3). Hanya Dia sumber kekuatan kita. Carilah Tuhan. Temui hadirat-Nya. Akrabi firman-Nya. Hadirilah persekutuan anak-anak-Nya. Dia pasti menyegarkan jiwa dan membarui kekuatan Anda –PAD

JIKA KITA KEHILANGAN ATAU KEKURANGAN KEKUATAN

MENDEKATLAH PADA SUMBER KEKUATAN, YAITU TUHAN

Dikutip : www.sabda.org