PERSEMBAHAN YANG HIDUP

Minggu, 19 Juni 2011

Bacaan : Roma 12:1-2

12:1. Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.

12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

 

PERSEMBAHAN YANG HIDUP

Seekor induk ayam tiba-tiba berkotek-kotek tidak keruan. Ia memanggil anak-anaknya, berputar-putar sambil celingak-celinguk ke sana kemari. Suaranya nyaring, gelagatnya gelisah. Matanya terus-terusan melihat ke langit. Ternyata, seekor elang sedang terbang. Kelihatannya elang itu hendak menyambar anak-anak ayam tersebut. Melihat bahaya yang pasti datang dan mengancam, induk ayam tidak mau ambil risiko. Ia meneriakkan tanda bahaya pada anak-anaknya.

Isi surat Paulus dalam Roma 12 ini bernada seolah-olah ia tengah berteriak-berseru dan mengingatkan jemaat Tuhan untuk waspada. Paulus meminta perhatian jemaat Roma untuk memperhatikan ancaman bagi kehidupan jemaat Tuhan yang berasal dari dunia (ayat 2). Ancaman itu begitu nyata dan jelas, bahkan berbahaya, sehingga Paulus perlu memberikan peringatan dini untuk waspada. Isinya pesannya jelas, yaitu tubuh ini harus digunakan untuk memuliakan Tuhan (ayat 1). Keduniawian bisa begitu menggoda hingga kita mengabaikan pentingnya memberikan tubuh sebagai alat rohani bagi Tuhan dalam dunia ini. Dan, itu bagaikan “elang” yang mengancam kehidupan anak-anak Tuhan.

Sekarang ini, konsep keduniawian seperti itu kerap memengaruhi cara berpikir kita. Kita menjadi orang kristiani yang taat hanya pada hari Minggu. Kita juga menganggap bahwa beribadah hanya pada saat di rumah Tuhan. Kita mengabaikan bahwa kita adalah anak Tuhan kapan pun, di mana pun, dan dalam kondisi apa pun. Paulus mengingatkan supaya kita menjadikan hidup kita sebagai persembahan yang hidup dalam segala aspek hidup dan setiap waktu kita –FZ

JADIKANLAH HIDUP KITA SEBAGAI DUPA

YANG HARUM DAN MENYENANGKAN HATI TUHAN

Dikutip : www.sabda.org