Doa Puasa Raya Hari Ke-37 Rabu, 31 Agustus 2011

TUHAN kepada Abram: “Pandanglah sekelilingmu dan lihatlah dari tempat

engkau berdiri itu ke timur dan barat, utara dan selatan, …

Walaupun Abraham dikecewakan oleh orang-orang disekelilingnya (Lot

dan pengikutnya) ; Abraham tetap memiliki keyakinan pada Tuhan bahwa

Tuhan adalah Sumber Segalanya. Lot sudah memilih lokasi yang terbaik

menurut pandangan manusia, Tetapi Abraham berharap pada Tuhan saja.

Abraham yakin jika Allah yang memilih tempat baginya maka akan

menjadi sumber berkat luar biasa. Keyakinannya terbukti !

Keyakinan Abraham pada Allahnya menjadi contoh bagi kita untuk

menghadapi permasalahan. Jangan kita kecewa, sakit hati atau dendam karena

aset/ berkat/ usaha kita diambil oleh orang lain lebih dahulu. Pasti Allah

menyediakan yang Lebih Baik lagi ! miliki keyakinan yang baik. Ibrani 10 :

34-35 – HATIKU percaya pada Tuhan –

KeWAJIBAN YANG BAIK

Kejadian 14 : 20 dan terpujilah Allah Yang Mahatinggi, yang telah

menyerahkan musuhmu ke tanganmu.” Lalu Abram memberikan kepadanya

sepersepuluh dari semuanya.

Abraham menyadari bahwa sepersepuluh dari hasil usahanya adalah

milik Tuhan, oleh sebab itu ia mengembalikan kepada Tuhan.

Perpuluhan bukan dinilai besar atau kecilnya jumlah yang diberikan

tetapi hal ini berbicara ketaatan terhadap perintah Tuhan. Dan bukan

hanya perpuluhan yang ia berikan, ketika Tuhan meminta anaknya

(Ishak), ia pun TAAT !!

Ketaatan bagi Abraham adalah keharusan.

Ayat Pendukung : I Korintus 9 : 16-17; Maleakhi 3:10-12 Gereja Bethany Indonesia |86|

MENJADI BEJANA

III Yohanes 1 : 2 – 3

Saudaraku yang kekasih, aku berdoa, semoga engkau baik-baik dan sehatsehat saja dalam segala sesuatu, sama seperti jiwamu baik-baik saja. Sebab

aku sangat bersukacita, ketika beberapa saudara datang dan memberi

kesaksian tentang hidupmu dalam kebenaran, sebab memang engkau hidup

dalam kebenaran. Bagiku tidak ada sukacita yang lebih besar dari pada

mendengar, bahwa anak-anakku hidup dalam kebenaran.

Saudara akan makmur dalam nama Yesus Kristus.

II Raja-raja 4:1-7 “Janda yang miskin, sehingga anak-anaknya akan

diambil”. Janda yang miskin dihubungkan dengan gereja. Gereja adalah

perempuan, anak anak adalah suatu pengharapan. Anak adalah hari depan

kita. Anak anak janda ini akan diambil, sehingga janda tersebut kehilangan

pengharapan.

Ada perempuan miskin no hope, ada perempuan kaya tanpa anak, tapi nanti

diberkati.

Hamba Tuhan harus membawa orang membawa pada Yesus, kemudian

membawa dalam kepenuhan Roh Kudus, bukan hanya penginjilan saja, tapi

bawa mereka dalam doa, supaya mereka penuh roh kudus, jika sudah penuh,

apa secara fisik dituangkan? Tidak. Roh Kudus itu gambaran minyak. Jika

dunia tidak ada minyak, maka dunia itu mati. Minyak adalah power, sumbernya

adalah Roh Kudus.

Jika engkau adalah rumah Roh Kudus, engkau adalah tambang yang bisa

digali. Roh Kudus membenrtuk dalam posisi kebenaran, jangan sampai engkau

dimurkai Roh Kudus.

Posisi kebenaran ini penting sekali. Jangan sampai engkau berada dalam

posisi dimurkai Tuhan. Posisi dibenarkan oleh darah Kristus. Dalam posisi

benar, minyak itu mengisi bejana, bejana bejana itu menjadi tambang, selain

karakter dibentuk oleh buah buah Roh, tapi juga oleh karunia Roh.

II Koriontus 12: 4 – 8 Rupa-rupa Karunia Roh Kudus

Hikmat dan pengetahuan.

Kesaksian: Orang bilang saya bodoh, sekolah tidak naik, lulus STM umur 

Iklan

PENGGANTI LINCOLN

Rabu, 31 Agustus 2011

Bacaan : Kejadian 22:9-14

22:9 Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Lalu Abraham mendirikan mezbah di situ, disusunnyalah kayu, diikatnya Ishak, anaknya itu, dan diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api.

22:10 Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya.

22:11. Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: “Abraham, Abraham.” Sahutnya: “Ya, Tuhan.”

22:12 Lalu Ia berfirman: “Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku.”

22:13 Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya.

22:14 Dan Abraham menamai tempat itu: “TUHAN menyediakan”; sebab itu sampai sekarang dikatakan orang: “Di atas gunung TUHAN, akan disediakan.”

PENGGANTI LINCOLN

Di Stroudsburg, Pennsylvania, AS, ada makam prajurit Perang Saudara. Pada batu nisan tertera tanggal kelahiran dan kematian si prajurit, serta kata-kata ini: “Pengganti Abraham Lincoln.” Peperangan mendatangkan kepedihan mendalam bagi sang presiden. Ia menyadari, ribuan prajurit yang gugur di medan tempur itu tidak lain adalah pengganti dirinya. Lincoln pun memilih untuk menghormati salah seorang prajurit sebagai simbol dan pengingat bahwa kematian mereka memungkinkan yang lain menikmati hidup.

Mungkin Lincoln mendapat ide dari Abraham, leluhur Israel yang ia pinjam namanya. Abraham menempuh salah satu perjalanan paling menyengsarakan yang pernah dijalani seorang ayah. Dengan hati tercabik, ia mematuhi perintah untuk mempersembahkan anak tunggalnya.Ia berpikir, Allah sanggup membangkitkan orang dari antara orang mati (Ibrani 11:19). Allah menanggapi iman Abraham, menurut cara-Nya sendiri. Bukan dengan membiarkan Ishak mati, melainkan dengan menyediakan domba jantan sebagai pengganti.

Peristiwa itu menjadi simbol bagi Sang Pengganti, Anak Allah sendiri. Saat Yesus dipersembahkan di kayu salib, Bapa tidak lagi turun tangan menyediakan pengganti. Karena Dialah “Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia” (Yohanes 1:20). Dia mati, agar kita yang percaya tidak binasa, melainkan memperoleh kehidupan kekal (Yohanes 3:16).

Hari ini marilah kita kembali memandang salib Kristus. Renungkan bahwa di palang itu ada tulisan yang tak kelihatan: “Pengganti ____” (masukkan nama Anda). Biarkan rasa syukur memenuhi hati kita, dan menguatkan kita untuk menjalani kehidupan –ARS

KEMATIAN-NYA BUKAN HANYA MEMBEBASKAN KITA

DARI HUKUMAN DOSA

NAMUN JUGA MENGARUNIAKAN KEPADA KITA

KEHIDUPAN KEKAL

Dikutip : http://www.sabda.org

SURAT UNTUK TUHAN

Selasa, 30 Agustus 2011

Bacaan : Matius 6:5-8

6:5. “Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.

6:6 Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.

6:7 Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan.

6:8 Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya.

SURAT UNTUK TUHAN

Film “Letters to God” dibuat berdasarkan kisah nyata Tyler Doughtie (23 September 1995-7 Maret 2005), yang berasal dari Nashville, Tennessee. Sejak usia 8, Tyler mulai bergumul dengan kanker otak yang tumbuh agresif di kepalanya. Yang terindah dari kisahnya adalah; semasa sakit Tyler banyak menulis surat kepada Tuhan. Setiap surat ia masukkan ke amplop, ia bubuhi perangko secukupnya, dan ia tulis di depan amplop itu-Untuk: Tuhan. Dari: Tyler.

Ketika menulis surat itu, Tyler seolah-olah sedang mencurahkan isi hati kepada sahabat dekatnya. Yang ia tahu pasti mau membaca dan membalasnya. Maka, Tyler tak pernah ragu untuk menceritakan apa saja. Ia menuliskan perasaan, pikiran, kekuatiran, dan harapannya. Pula tak pernah jemu menuliskannya setiap hari. Dan, semakin banyak Tyler menulis surat, ia pun semakin mengenal dan akrab dengan Tuhan. Ketika banyak orang mendapati bahwa surat-surat Tyler kepada Tuhan adalah doa-doanya, banyak pribadi kemudian meniru langkahnya, dan menjadikan Tuhan sebagai sahabat yang selalu mendengar doa.

Doa bukanlah rangkaian kalimat indah. Bukan juga permohonan resmi yang formal dan kaku. Maka, doa sesungguhnya tak sulit dilakukan. Sebab, doa adalah hubungan, komunikasi yang dekat dengan Bapa surgawi. Doa adalah curahan hati yang jujur. Maka, doa itu tak perlu mengesankan orang lain (ayat 5). Tak perlu bertele-tele (ayat 7). Dia yang Mahatahu sangat mengerti segala kebutuhan kita (ayat 8). Yang terpenting, kita harus selalu menyadari bahwa doa adalah kebutuhan kita; agar kita semakin mengenal dan dekat dengan Tuhan –AW

JADIKANLAH DOA SEBAGAI PERBINCANGAN DENGAN BAPA

MAKA TUHAN YANG MENDENGAR AKAN SEMAKIN KITA KENAL

Dikutip : http://www.sabda.org

Doa Puasa Raya Hari Ke-36 Selasa, 30 Agustus 2011

ABRAHAM KUAT KARENA …

Kejadian 12 : 7

Ketika itu TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman: “Aku

akan memberikan negeri ini kepada keturunanmu.” Maka didirikannya di

situ mezbah bagi TUHAN yang telah menampakkan diri kepadanya.

Orang kuat jasmani karena mengkonsumsi makanan sehat dan berolahraga

yang baik. Tetapi bukan berarti rohani akan juga menjadi sehat. Rohani

yang sehat harus juga mengkonsumsi sesuatu yang rohani, yaitu memiliki

persekutuan dengan Tuhan. Abraham adalah pribadi yang dipilih oleh Tuhan

memiliki banyak hal yang luar biasa, ia diberkati dengan harta, jasmani yang

kuat, serta juga berkat rohani yang luar biasa. Abraham tidak pernah kecewa

kepada Tuhan, ia selalu kuat karena memiliki Allah yang Dahsyat. Abraham

benar-benar diberkati oleh Tuhan.

Apakah Abraham kuat karena kekayaannya ? Apakah Abraham kuat karena

sesuatu yang lain ? Marilah kita melihat mengapa Abraham Kuat dalam

Tuhan. Kita akan belajar dan meneladani hidupnya, mengapa ia menjadi kuat

. Abraham tidak mudah kendor, putus asa dan sebagainya. Apakah kita mau

kuat dalam Tuhan ??

KEBIASAAN YANG BAIK

Kejadian 13 : 18 Sesudah itu Abram memindahkan kemahnya dan menetap

di dekat pohon-pohon tarbantin di Mamre, dekat Hebron, lalu didirikannyalah

mezbah di situ bagi TUHAN.

Abraham memiliki kebiasaan yang baik dan luar biasa. Dimanapun ia

bertemu Tuhan, selalu mendirikan mezbah bagi Tuhan. Mempunyai

kebiasaan tidak pernah meninggalkan ibadah dengan Tuhan.

Di gunung, di padang gurun , disuatu tempat – Abraham selalu bersekutu

dengan Tuhan : mengucap syukur, memberikan korban bakaran, dll.

Abraham selalu berbuat yang baik bagi Nama Tuhan.

Kita harus memiliki kebiasaan yang baik tidak meninggalkan ibadah-ibadah yang Tuhan adakan, karena ibadah itu adalah persekutuan yang

indah dengan Tuhan. Setialah dalam Ibadah (Ibrani 10 : 25)

KEYAKINAN YANG BAIK

Kejadian 13 : 14 Setelah Lot berpisah dari pada Abram, berfirmanlah 

Doa Puasa Raya Hari Ke-35 Senin, 29 Agustus 2011

KEBERHASILAN ABRAHAM

Kejadian 12 : 7 – 8

Ketika itu TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman: “Aku

akan memberikan negeri ini kepada keturunanmu.” Maka didirikannya di

situ mezbah bagi TUHAN yang telah menampakkan diri kepadanya.

Kemudian ia pindah dari situ ke pegunungan di sebelah timur Betel. Ia

memasang kemahnya dengan Betel di sebelah barat dan Ai di sebelah

timur, lalu ia mendirikan di situ mezbah bagi TUHAN dan memanggil nama

TUHAN.

Abraham membangun mezbah, ada 4 mezbah Abraham:

1. Kejadian 12:3-7

Mezbah di Sikhem/mezbah pengorbanan ( The Altar Sacrifice )

Abraham meninggalkan gaya hidup yang lama dan hidup bersama Tuhan,

semuanya ditanggalkan, berjalan bersama Tuhan dengan iman. Korbankan

segala-galanya.

2. Kejadian 12:7-8

Mezbah Bethel/ The House of God/ Rumah Tuhan (berdoa)

Mezbah doa Abraham punya gaya hidup yang dekat dengan Tuhan, mulai

berharap pada Tuhan. Jika kita mau berhasil punyailah kehidupan doa (mezbah

doa). Bisa mencairkan mujizat Allah.

3. Kejadian 13: 8-18

Mezbah Hebron/Altar of Peace

Didalam ketenangan dapat kita alami damai sejahtera. Berbicara bagaimana

untuk dapat mengendalikan diri. Abraham mengalah dari Lot. Punyai hati

yang besar.

Mengalah, merendahkan hati mengijinkan tangan Tuhan yang bekerja lebih

lagi. Dengan mengalah membuat kita diangkat Tuhan, memberi kesempatan

Tuhan bertindak.

4. Mezbah cinta/ The Altar of Love

Kejadian 22:1-2,5,11-14

Membuktikan siapa yang lebih dicintai? Cinta Tuhan atau tanganNya. Cinta

Tuhan atau berkatNya.

Bagaimana hubungan kita dengan Tuhan. Dan orang yang lebih cinta Tuhan

apapun yang dibutuhkan akan disediakan.

Kita punya hak untuk terima berkat-berkatNya.

Galatia 3:29

Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah Keturunan

Abraham dan berhak menerima janji Allah.”


Doa Puasa Raya Hari Ke-34 Minggu, 28 Agustus 2011

Mahkota kemuliaan (Crown of glory). 1 Petrus 5:4. Orang yang

memperhatikan jiwa-jiwa.

Mahkota sukacita/mahkota pemenang jiwa (1 Tesalonika 2:19)

Mahkota bagi si pembawa jiwa.

Dan untuk mahkota sukacita ini Allah sendiri yang akan memberikan

penghargaan.

Untuk dapatkan mahkota harus ada perjuangan.

Wahyu 3: 11

Aku datang segera. Peganglah apa yang ada padamu, supaya tidak

seorangpun mengambil mahkotamu.”Gereja Bethany Indonesia |82|

MENGATASI KEMANDULAN ROHANI

Yesaya 54:1-17

Lapangkanlah tempat kemahmu, dan bentangkanlah tenda tempat

kediamanmu, janganlah menghematnya; panjangkanlah tali-tali kemahmu

dan pancangkanlah kokoh-kokoh patok-patokmu! Sebab engkau akan

mengembang ke kanan dan ke kiri, keturunanmu akan memperoleh tempat

bangsa-bangsa, dan akan mendiami kota-kota yang sunyi.

Ada 5 tuntunan Tuhan untuk mengatasi kemandulan:

1. ayat 2 :enlarge (Lapangkan)

Adalah agar kita tidak puas dengan berpikiran kecil.

Pikirkan yang besar, punyai visi yang besar/mimpi yang besar.

– Small vision small result

– Big vision big result

Jangan puas dengan visi kecil, jika kita tidak memperluas visi maka Tuhan

hanya akan memberi visi yang kita inginkan.

2. Stretch ( bentangkan)

Tuhan ijinkan kita mengalami ketegangan-ketegangan untuk mencapai

sasaran

Contoh : Yesus alami keadaan yang buruk untuk proses penebusan dengan

tujuan Kemuliaan. Jangan senang berada di zona nyaman.

3. Lengthen (panjangkanlah)

Roma 8:5 “Sebab mereka hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang

dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari

Roh.”

Punyailah pikiran yang luas.

Memikirkan pikiran-pikiran Kristus (Kolose 3:2, 1 Korintus 2:16)

4. Strengthen (pancangkanlah)

Sukses harus diikuti dengan commitment yang mendalam pada Tuhan,

pada keluarga, pada gereja lokal ( Yohanes 4:34). Tuhan ingin supaya kita

pancangkan patok-patok commitment, karakterdan integritas.

5. Sing ( nyanyikan pujian)

Terus menyanyi jangan mengeluh, tetap nantikan Yesus. Sambil menunggu

hasil kemandulan dilenyapkan pujilah Tuhan, dan Tuhan akan mengubah

yang buruk menjadi yang baik. Tunggu waktu Tuhan, semuanya akan menjadi

baik.

Yesaya 54 : 10

Sebab biarpun gunung-gunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang, tetapi

kasih setia-Ku tidak akan beranjak dari padamu dan perjanjian damai-Ku

tidak akan bergoyang, firman TUHAN, yang mengasihani engkau.

 

BUAH PERTOBATAN

Senin, 29 Agustus 2011

Bacaan : Matius 3:1-17

3:1. Pada waktu itu tampillah Yohanes Pembaptis di padang gurun Yudea dan memberitakan:

3:2 “Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!”

3:3 Sesungguhnya dialah yang dimaksudkan nabi Yesaya ketika ia berkata: “Ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya.”

3:4 Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, dan makanannya belalang dan madu hutan.

3:5 Maka datanglah kepadanya penduduk dari Yerusalem, dari seluruh Yudea dan dari seluruh daerah sekitar Yordan.

3:6 Lalu sambil mengaku dosanya mereka dibaptis oleh Yohanes di sungai Yordan.

3:7. Tetapi waktu ia melihat banyak orang Farisi dan orang Saduki datang untuk dibaptis, berkatalah ia kepada mereka: “Hai kamu keturunan ular beludak. Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang?

3:8 Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan.

3:9 Dan janganlah mengira, bahwa kamu dapat berkata dalam hatimu: Abraham adalah bapa kami! Karena aku berkata kepadamu: Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini!

3:10 Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.

3:11 Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.

3:12 Alat penampi sudah ditangan-Nya. Ia akan membersihkan tempat pengirikan-Nya dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan.”

3:13. Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya.

3:14 Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya: “Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?”

3:15 Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.” Dan Yohanespun menuruti-Nya.

3:16 Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,

3:17 lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.”

BUAH PERTOBATAN

Hampir 400 tahun sebelum kedatangan Kristus, seolah-olah Surga bungkam. Lalu tiba-tiba, Yohanes Pembaptis muncul bagai suara menggelegar di padang belantara. Ketika kaum Farisi dan Saduki memenuhi undangan pertobatan untuk dibaptis, Yohanes menegur mereka sebagai keturunan ular beludak. Padahal dua kaum ini meyakini bahwa mereka keturunan Abraham, umat pilihan Allah. Yesus pun mengecam golongan ini bahwa mereka seperti kuburan yang luarnya dilabur putih, tetapi di dalamnya penuh tulang (Matius 23:27). Saat itu, Farisi adalah partai politik berbasis keagamaan. Sedang Saduki adalah partai berbasis sekuler. Kerap mereka berkolaborasi menentukan halal-haram, baik-buruk, dan salah-benar ajaran dalam ibadah dan hidup sehari-hari bangsa Israel saat itu.

Mereka ini tahu dan mengajarkan kebenaran, juga mengawasi orang lain untuk menaatinya, tetapi mereka sendiri tidak melakukannya (Lukas 11:46). Pertobatan bukan hanya soal mengerti kebenaran, tetapi yang lebih penting: melakukan apa yang diketahui dan diyakini. Inilah makna teguran Yohanes. Agar mereka menghasilkan “buah pertobatan”. Sebab jika tidak, mereka akan “ditebang dan dibuang ke dalam api”. Benar, baptisan sebagai simbol pertobatan di depan umum takkan bermakna bila orang itu tidak menghidupi kebenaran. Maka, sangat perlu orang mengakui dosanya dan menerima Kristus sebagai Tuhan serta Juruselamat dengan rendah hati dan sungguh-sungguh. Roh Kudus akan memurni kan hati, mengikis kemunafikan, dan menjadikannya manusia baru.

Maka, mari izinkan Roh-Nya mengikis kepalsuan di hidup Anda. Hidupi kebenaran. Hasilkan buah pertobatan –SST

PENUHI PANGGILAN TUHAN DENGAN

KESUNGGUHAN DAN KERENDAHAN HATI

ROH KUDUS AKAN BERPERAN DAN MENOLONG KITA

BERBUAH DI HIDUP INI

Dikutip : http://www.sabda.org