TETAP TEGUH

Kamis, 4 Agustus 2011

Bacaan : Filipi 2:12-18

2:12. Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir,

2:13 karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.

2:14. Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan,

2:15 supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia,

2:16 sambil berpegang pada firman kehidupan, agar aku dapat bermegah pada hari Kristus, bahwa aku tidak percuma berlomba dan tidak percuma bersusah-susah.

2:17 Tetapi sekalipun darahku dicurahkan pada korban dan ibadah imanmu, aku bersukacita dan aku bersukacita dengan kamu sekalian.

2:18 Dan kamu juga harus bersukacita demikian dan bersukacitalah dengan aku.

TETAP TEGUH

Ada sebuah gereja di Bali yang tetap mempertahankan arsitektur Bali dalam bangunannya. Di gereja itu terdapat sebuah kolam dengan bunga teratai yang menghias permukaannya. Pendeta I Made Dana pernah menjelaskan kepada saya bahwa air dan teratai memiliki makna teologis bagi gereja-gereja di Bali. Sebagaimana air kolam itu kadang berpermukaan tinggi, rendah, bahkan pernah hampir kering, demikian pula permasalahan hidup umat manusia. Dan, sebagaimana teratai selalu berada di atas air yang seperti apa pun, demikianlah umat yang beriman kepada Kristus diminta untuk tetap dapat me-ngatasi permasalahan itu.

Jemaat di Filipi diingatkan Paulus untuk “mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar … karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu … menurut kerelaan-Nya” (ayat 13). Artinya, perjuangan memelihara iman di dunia yang keras ini bukan perjuangan umat sendiri. Akan tetapi, perjuangan bersama Allah. Maka, umat Tuhan harus meyakini bahwa perjuangan imannya adalah perjuangan yang penting, sebab Allah ikut bersama dan menemani umat-Nya. Hasilnya, adalah kehidupan yang penuh makna dan sukacita. Sekalipun dalam perjuangan itu, terkadang penderitaan dan darah menjadi bagiannya, sebagaimana dialami Paulus: “aku tidak percuma berlomba dan bersusah-susah …” (ayat 16).

Hidup di dunia ini, bukan hidup yang mudah. Namun, bukan berarti kita boleh menyerah. Dalam kesulitan dan penderitaan, orang yang berjuang bersama Kristus akan beroleh penguatan, makna hidup, sukacita. Orang semacam ini seperti bunga teratai yang selalu berada di atas air … seberapa pun banyak sedikitnya air itu –DKL

ALLAH TAK PERNAH LENGAH

IMAN KITA PUN TAK PERLU GOYAH

Dikutip : www.sabda.org

Iklan