ILMU PENGETAHUAN

Jumat, 5 Agustus 2011

Bacaan : Amsal 1:1-7

1:1. Amsal-amsal Salomo bin Daud, raja Israel,

1:2 untuk mengetahui hikmat dan didikan, untuk mengerti kata-kata yang bermakna,

1:3 untuk menerima didikan yang menjadikan pandai, serta kebenaran, keadilan dan kejujuran,

1:4 untuk memberikan kecerdasan kepada orang yang tak berpengalaman, dan pengetahuan serta kebijaksanaan kepada orang muda–

1:5 baiklah orang bijak mendengar dan menambah ilmu dan baiklah orang yang berpengertian memperoleh bahan pertimbangan–

1:6 untuk mengerti amsal dan ibarat, perkataan dan teka-teki orang bijak.

1:7. Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.

ILMU PENGETAHUAN

Beberapa tahun terakhir terjadi perdebatan ramai antara ilmu pengetahuan dan agama. Baik dalam soal etika kloning dan sel punca. Atau soal teori evolusi. Yang paling mutakhir, mungkin adalah klaim bahwa alam semesta bisa tercipta tanpa campur tangan Tuhan. Sedikit banyak, hal ini bisa membuat kita bertanya-tanya apakah ilmu pengetahuan memang bertentangan dengan iman. Apakah memang orang kristiani tidak boleh terlibat dalam pengembangan ilmu pengetahuan?

Mencermati bacaan kita hari ini, kita menemukan bahwa Alkitab justru mendorong orang untuk mencari pengetahuan. “Pengetahuan” di sini merujuk kepada segala ilmu yang membuat seseorang lebih pandai dan dewasa secara karakter. Ilmu pengetahuan alam dan teknologi-yang kerap mengandung isu yang bisa didebatkan-tentu termasuk di dalamnya. Orang-orang yang tidak mau berusaha menjadi lebih pintar (berhikmat) dan menerima didikan justru disebut orang bodoh.

Lebih jauh, frasa “takut akan Tuhan” dalam Alkitab selalu memiliki arti “hormat, mengagungkan, dan memuliakan Dia”. Maka, setiap ilmuwan yang menggali dan mengembangkan pengetahuan dengan hormat dan kekaguman kepada Allah akan menemukan kebenaran luar biasa terhadap misteri alam semesta. Sebab, Dialah Sang Pencipta, sumber segala pengetahuan. Dengan takut akan Tuhan kita dapat menerapkan pengetahuan untuk memuliakan Dia.

Jadi, kita tak perlu ragu terlibat dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Juga tak perlu ragu mendorong anak-anak dan orang-orang di sekitar kita untuk mempelajarinya, dengan selalu men-jadikan Tuhan sebagai pusat pembelajaran kita –ALS

KEJARLAH DAN KEMBANGKAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI

DENGAN LANDASAN TAKUT AKAN TUHAN

Dikutip : http://www.sabda.org

 

Iklan