LUPA BERTERIMA KASIH

Sabtu, 6 Agustus 2011

Bacaan : Keluaran 16:1-8

16:1. Setelah mereka berangkat dari Elim, tibalah segenap jemaah Israel di padang gurun Sin, yang terletak di antara Elim dan gunung Sinai, pada hari yang kelima belas bulan yang kedua, sejak mereka keluar dari tanah Mesir.

16:2 Di padang gurun itu bersungut-sungutlah segenap jemaah Israel kepada Musa dan Harun;

16:3 dan berkata kepada mereka: “Ah, kalau kami mati tadinya di tanah Mesir oleh tangan TUHAN ketika kami duduk menghadapi kuali berisi daging dan makan roti sampai kenyang! Sebab kamu membawa kami keluar ke padang gurun ini untuk membunuh seluruh jemaah ini dengan kelaparan.”

16:4 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Sesungguhnya Aku akan menurunkan dari langit hujan roti bagimu; maka bangsa itu akan keluar dan memungut tiap-tiap hari sebanyak yang perlu untuk sehari, supaya mereka Kucoba, apakah mereka hidup menurut hukum-Ku atau tidak.

16:5 Dan pada hari yang keenam, apabila mereka memasak yang dibawa mereka pulang, maka yang dibawa itu akan terdapat dua kali lipat banyaknya dari apa yang dipungut mereka sehari-hari.”

16:6 Sesudah itu berkatalah Musa dan Harun kepada seluruh orang Israel: “Petang ini kamu akan mengetahui bahwa Tuhanlah yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir.

16:7 Dan besok pagi kamu melihat kemuliaan TUHAN, karena Ia telah mendengar sungut-sungutmu kepada-Nya. Sebab, apalah kami ini maka kamu bersungut-sungut kepada kami?”

16:8 Lagi kata Musa: “Jika memang TUHAN yang memberi kamu makan daging pada waktu petang dan makan roti sampai kenyang pada waktu pagi, karena TUHAN telah mendengar sungut-sungutmu yang kamu sungut-sungutkan kepada-Nya–apalah kami ini? Bukan kepada kami sungut-sungutmu itu, tetapi kepada TUHAN.” 

LUPA BERTERIMA KASIH

Seorang prajurit Amerika berkesempatan rehat di kamp peristirahatan setelah sekian waktu aktif bertugas. Ketika kembali ke kesatuannya, ia menulis surat kepada Jenderal George Patton dan berterima kasih atas pelayanan mengesankan yang diterimanya di kamp itu. Jenderal Patton membalas bahwa selama tiga puluh lima tahun ia berusaha memberikan perhatian dan kenyamanan sebaik mungkin bagi para prajuritnya. Lalu ia menambahkan bahwa surat prajurit itu adalah ucapan terima kasih pertama yang diterimanya selama ia memimpin Angkatan Bersenjata.

Penyakit lupa berterima kasih mudah menjangkiti kita. Bangsa Israel mengalaminya secara massal. Belum dua bulan mereka di padang gurun (ayat 1). Tuhan sudah mengatasi masalah pertama mereka-kekurangan air-secara ajaib: mengubah air yang pahit menjadi manis (Keluaran 15:22-26). Kini muncul masalah kedua: kekurangan makanan. Alih-alih mengingat pemeliharaan Tuhan sebelumnya, mereka bersungut-sungut lagi kepada Musa dan Harun (ayat 2). Belum dua bulan, dan mereka sudah lupa.

Belum sempat bersyukur, mereka kembali bersungut-sungut. Musa menjawab bahwa sikap tidak tahu berterima kasih itu sejatinya ditujukan kepada Tuhan (ayat 8), Pemelihara mereka yang sesungguhnya.

Bagaimana kita mengatasi penyakit rohani ini? Salah satunya dengan metode doa P4 (Pengagungan, Pengakuan, Pengucapan Syukur, Permohonan). Gunakan segmen Pengucapan Syukur untuk berteri-ma kasih atas kebaikan Tuhan dalam hidup kita. Atau, kita bisa mengutip ucapan syukur pemazmur, dan menghayatinya sebagai ucapan syukur pribadi kita –ARS

WASPADALAH: INGATAN YANG PENDEK

MENCURI UCAPAN SYUKUR DARI HATI KITA

Dikutip : http://www.sabda.org

Iklan