GILA VS KERASUKAN SETAN

Minggu, 14 Agustus 2011

Bacaan : Matius 8:28-34

8:28. Setibanya di seberang, yaitu di daerah orang Gadara, datanglah dari pekuburan dua orang yang kerasukan setan menemui Yesus. Mereka sangat berbahaya, sehingga tidak seorangpun yang berani melalui jalan itu.

8:29 Dan mereka itupun berteriak, katanya: “Apa urusan-Mu dengan kami, hai Anak Allah? Adakah Engkau ke mari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?”

8:30 Tidak jauh dari mereka itu sejumlah besar babi sedang mencari makan.

8:31 Maka setan-setan itu meminta kepada-Nya, katanya: “Jika Engkau mengusir kami, suruhlah kami pindah ke dalam kawanan babi itu.”

8:32 Yesus berkata kepada mereka: “Pergilah!” Lalu keluarlah mereka dan masuk ke dalam babi-babi itu. Maka terjunlah seluruh kawanan babi itu dari tepi jurang ke dalam danau dan mati di dalam air.

8:33 Maka larilah penjaga-penjaga babi itu dan setibanya di kota, diceriterakannyalah segala sesuatu, juga tentang orang-orang yang kerasukan setan itu.

8:34 Maka keluarlah seluruh kota mendapatkan Yesus dan setelah mereka berjumpa dengan Dia, merekapun mendesak, supaya Ia meninggalkan daerah mereka.

  

GILA VS KERASUKAN SETAN

Apa perbedaan orang gila dan orang kerasukan setan? Ini pendapat seorang psikiater-sekaligus istri pendeta: “Orang sakit jiwa berpandangan mata kosong meski tindakannya bisa agresif. Sedang orang yang kerasukan akan bermata liar bila ditatap langsung.” Sekitar 30 tahun lalu, kami pernah menghimpun para siswa untuk tinggal di home training. Suatu hari, datang seorang pemuda yang sudah 3 hari terlunta-lunta turun-naik mobil tumpangan dan berjalan kaki dari Gombong sampai Yogya. Ia sangat lemas karena tidak makan. Kami memberinya makan, lalu mengajaknya beribadah. Tiba-tiba ia kejang dan menjerit-jerit.

Enam siswa berbadan cukup besar memeganginya, tetapi entah kekuatan dari mana, pemuda loyo ini bisa melemparkan semuanya. Ketika saya menanyainya, “Siapa kamu?” Ia berteriak: “Jangan ganggu aku!” Lalu ia mengaku sebagai si A, si B, si C. Sungguh mengerikan. Lalu saya teringat pada firman Tuhan bahwa bila terang itu datang, gelap akan terusir pergi (Yohanes 1:4-5). Maka, saya pun ber-teriak: “Dalam nama Yesus, pergi, hai engkau kuasa jahat!” Tiba-tiba pemuda itu menggelepar, lalu tertidur hingga pagi. Tuhan memulihkannya.

Alkitab juga menyajikan fakta bahwa setan ada dan bisa bermanifestasi dalam manusia. Di Gadara, dua orang yang kerasukan setan berteriak kepada Yesus: “Apa urusan-Mu dengan kami, hai Anak Allah?” Namun di hadapan Yesus, setan takluk. Maka, percayalah penuh kepada Yesus. Melalui Roh-Nya, Dia melindungi dan menjagai anak-anak-Nya. Kuasa-Nya melampaui segala kuasa, termasuk kuasa setan (Yohanes 10: 28-30). Jika setan pun mengakui kedahsyatan-Nya, masakan Anda meragukan penyertaan-Nya? –SST

SETAK TAK DAPAT MERASUKI MANUSIA

YANG MENGUNDANG YESUS TINGGAL DI HATI DAN HIDUPNYA

Dikutip : www.sabda.org

 

Iklan