Sungai Allah

Pesan Gembala 14 Agustus 2011

Edisi 190 Tahun 4

Shallom… Salam Miracle

Dalam Yehezkiel 47, Yehezkiel dibawa oleh seseorang yang berwajah tembaga ke luar Bait Allah, ke sebuah sungai yang mengalir dari sebelah selatan Bait Allah. Ini adalah sungai kemuliaan Allah yang keluar dari tahtaNya. Seseorang yang membawa Yehezkiel ke tepi sungai Allah tersebut mengukur 1000 hasta dari tepi dan pada setiap jarak 1000 hasta dia menyuruh Yehezkiel masuk ke dalam air sehingga Yehezkiel dapat mengetahui kedalaman sungai pada jarak tersebut. Ayat 3: sedang orang itu pergi ke arah timur dan memegang tali pengukur di tangannya, ia mengukur seribu hasta dan menyuruh aku masuk dalam air itu, maka dalamnya sampai di pergelangan kaki. Pada seribu hastta yang pertama, dalamnya sampai di pergelangan kaki. Penjelasan ayat ini adalah pada kedangkalan tersebut Saudara dapat berjalan-jalan dengan bebas. Saudara masih melihat dasar sungai sehingga mengetahui apakah dasarnya pasir atau batu karang. Dasar sungai tersebut masih menopang Saudara. Saudara dapat dengan cepat melalui air sebatas pergelangan kaki walau ada sedikit hambatan dari air. Ayat 4 : ia mengukur seribu hasta lagi dan menyuruh aku masuk sekali lagi dalam air itu, sekarang sudah sampai di lutut.

Air setinggi lutut mulai dapat memperlambat kecepatan Saudara, tergantung pada kekuatan arus. Jika tidak bertahan maka arus akan membawa Saudara ke hilir. Air setinggi lutut akan memberikan pengaruh lebih banyak daripada air setinggi pergelangan kaki. Tetapi pada kedalaman tersebut masih mudah bagi kita untuk berdiri kembali, berbalik atau kembali ke tepi sungai. Masih di ayat 4; ia mengukur seribu hasta lagi dan menyuruh aku ketiga kalinya masuk ke dalam air itu, searang sudah sampai di pinggang. Setinggi pinggang berarti separuh badan berada di dalam air dan separuh badan di luar air. Air setinggi itu memberikan pengaruh besar pada kecepatan dan arah Saudara. Air setinggi pinggang akan lebih mudah dilewati dengan berenang daripada berjalan.

Ayat 5-6 sekali lagi ia mengukur seribu hasta lagi, sekarang air itu sudah menjadi sungai, dimana aku tidak dapat berjalan lagi, sebab air itu sudah meninggi sehingga dapat berenang di suatu sungai yang tidak dapat disebrangi lagi. Lalu ia berkata kepadaku : “sudahkah engkau lihat, hai anak manusia?” Sekarang air sudah berada di atas kepala Yehezkiel. Dia tidak dapat melihat dan menyentuh dasar sungai, atau tidak ditopang oleh dasar sungai. Yehezkiel digerakkan oleh arus yang kuat dan bergerak cepat. Seseorang yang demikian tidak mempunyai pengaruh terhadap sungai, tetapi sungailah yang mempunyai pengaruh kepada seseorang di dalamnya, jika melawan arus tersebut akan menjadi lelah, bahkan bisa tenggelam. Hal yang paling baik adalah menyerah pada sungai tersebut dan mengalir kemana sungai itu membawanya.

Jemaat yang dikasihi Tuhan, itulah sungai kehidupan yang membawa hidup kemanapun ia mengalir, jangan melawan Roh Kudus. Apabila Allah mengalir melalui Roh Kudus, maka kita tidak dapat menentangnya. Dia ingin memastikan bahwa Yehezkiel melihat dengan jelas dan mengetahui betapa hebat dan kuatnya sungai itu, demikian juga dengan kita, sehingga kita akan mengetahui betapa hebatnya Allah.

Tuhan Yesus memberkati.

Gembala Sidang,

Pdt. Ir. Joko Susanto, MA

Iklan

TETAP BERAKAL SEHAT

Minggu, 21 Agustus 2011

Bacaan : Keluaran 32:1-6

32:1. Ketika bangsa itu melihat, bahwa Musa mengundur-undurkan turun dari gunung itu, maka berkumpullah mereka mengerumuni Harun dan berkata kepadanya: “Mari, buatlah untuk kami allah, yang akan berjalan di depan kami sebab Musa ini, orang yang telah memimpin kami keluar dari tanah Mesir–kami tidak tahu apa yang telah terjadi dengan dia.”

32:2 Lalu berkatalah Harun kepada mereka: “Tanggalkanlah anting-anting emas yang ada pada telinga isterimu, anakmu laki-laki dan perempuan, dan bawalah semuanya kepadaku.”

32:3 Lalu seluruh bangsa itu menanggalkan anting-anting emas yang ada pada telinga mereka dan membawanya kepada Harun.

32:4 Diterimanyalah itu dari tangan mereka, dibentuknya dengan pahat, dan dibuatnyalah dari padanya anak lembu tuangan. Kemudian berkatalah mereka: “Hai Israel, inilah Allahmu, yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir!”

32:5 Ketika Harun melihat itu, didirikannyalah mezbah di depan anak lembu itu. Berserulah Harun, katanya: “Besok hari raya bagi TUHAN!”

32:6 Dan keesokan harinya pagi-pagi maka mereka mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan, sesudah itu duduklah bangsa itu untuk makan dan minum; kemudian bangunlah mereka dan bersukaria.

 TETAP BERAKAL SEHAT

Pasca gempa yang melanda Pulau Nias pada 2005, saya pulang ke kampung halaman saya itu untuk memastikan kondisi keluarga. Ternyata, trauma gempa masih membekas. Warga merasa seolah-olah tanah yang dipijak masih terus bergerak. Suatu malam, sebuah teriakan membangunkan warga: “Gempa! Gempa! Tsunami!” Spontan, warga berhamburan keluar rumah dan berlarian ke wilayah yang lebih tinggi. Setelah sampai di tempat aman, ternyata tak terjadi apa-apa. Ketika dicari siapa yang meneriakkan kata-kata tadi, ternyata pelakunya seorang pemuda iseng. Tak heran, warga pun memperingatkan si pelaku karena geram.

Ketakutan dan kekhawatiran bisa mempengaruhi nalar dan akal sehat manusia. Suatu kali, bangsa Israel sedang menanti Musa turun dari gunung. Namun, Musa tak kunjung turun. Tidak adanya kepemimpinan Musa yang menjadi wakil Allah membuat akal sehat mereka buntu dan mengambil jalan pintas. Mereka menjadi lupa pada pengalaman spektakuler bersama Tuhan yang hidup. Puncaknya, mereka pun meminta Harun membuatkan “allah” untuk menggantikan kepemimpinan Musa (ayat 1). Maka, dibuatlah patung lembu emas yang kemudian menjadi “tuhan” mereka.

Tuhan memberi kita akal sehat supaya kita tetap bergantung dan mengarahkan diri pada kehendak dan pimpinan-Nya sesulit apa pun keadaan yang tengah kita hadapi. Adakah ketakutan dan ke-khawatiran memengaruhi sikap hati kita kepada Allah saat ini? Kiranya setiap kita selalu ingat untuk menundukkan diri dan akal sehat kita kepada Tuhan yang besar, yang kedahsyatan-Nya selalu dapat mengalahkan segala ketakutan dan kekhawatiran –FZ

AKAL SEHAT DIBERIKAN TUHAN

SUPAYA KITA LEBIH “SEHAT” DALAM BERIMAN

Dikutip : http://www.sabda.org