Doa Puasa Raya Hari Ke-28 Senin, 22 Agustus 2011

Kita mengejar hadirat Tuhan.

Tuhan tidak menghapus hukum Taurat tapi menggenapinya.

APAKAH HUKUM TUHAN ITU ?

10 HUKUM TUHAN

1. KeLUARAN 20 : 3

Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.

• Roh Kudus ada dalam hidup kita, sebab itu jangan ada illah lain dalam hidupmu, artinya : Di Gereja = Tuhan Yesus; di tempat lain = percaya allah-allah lain; mistik, takhayul, ramalan, hongshui, dll.

• Roh Kudus itu memenuhi hidupmu, jangan dicampur supaya Ia tetap

berkenan.

2. KeLUARAN 20 : 4

Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di

bawah bumi.

– Menjaga tidak menyembah yang bukan Tuhan. Misal : Patung pahatan,

tempat keramat, pohon beringin, keris, dewa-dewa palsu, dll. Sebab kita harus sadar mereka bukan Tuhan, tapi hanya buatan manusia yang di dalamnya adalah roh jahat (iblis).

3. KeLUARAN 20 : 7

Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan.

• Jangan sebut nama Tuhan dengan sia-sia.

• Dalam hidup sehari-hari, kita janganlah juga isi ucapan dengan makian, keluhan; tetapi tetap “fokus” pada nama Tuhan Yesus yang berkuasa.

• Muliakan Nama Tuhan.

4. KeLUARAN 20 : 8 Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat:

– MILIKI WAKTU SAAT TEDUH = SABAT dengan Tuhan !

– Buatlah/ rencanakanlah waktu untuk Tuhan, saat-saat kita menghormati dan menghargai Tuhan. 

– Lebih-lebih saat IBADAH RAYA, jangan suka terlambat datang atau

main-main saat ibadah, tidak konsentrasi memuji, menyembah dan mendengar firman Tuhan.

5. KeLUARAN 20 : 12

Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang

diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.

6. KeLUARAN 20 : 13 Jangan membunuh.

7. KeLUARAN 20 : 14 Jangan berzinah.

8. KeLUARAN 20 : 15 Jangan mencuri.

9. KeLUARAN 20 : 16

Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu.

10. KeLUARAN 20 : 17

Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau

hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya,

atau apapun yang dipunyai sesamamu.”

10 Hukum Taurat tidak berat bila kita melakukan dengan iman. Jangan biarkan kemurahan Tuhan dilecehkan. Dan Tuhan tidak akan mencobai lebih dari kekuatan kita, dan Tuhan akan menopang kita.

Selama kita berjuang dengan iman, harap dan kasih kita akan menang.

Musuh yang paling utama adalah diri kita sendiri. Tuhan telah menolong kita.

Jika kita hidup kudus maka kita akan diberkati secara luar biasa. Kita sudah suci oleh karena Tuhan Yesus sudah menebus dosa kita. Kita berjuang terus. Jangan pernah putus asa, bangkit lagi. Kita akan dibangkitkan oleh Yesus.

Jangan kalah dengan dosa.

PRINSIP KEHIDUPAN ABRAHAM YANG BERHASIL

KEJADIAN 12 : 1 – 2

Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: “Pergilah dari negerimu dan

dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang

besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur;

dan engkau akan menjadi berkat.

Abraham adalah orang yang berhasil. Dia adalah Bapa dari orang

beriman. Kita sebagai anak-anaknya berhak menerima janji-janjiNya. Abraham disebut sebagai Bapa orang beriman, berkatnya berlimpah, keturunannya banyak, bahkan masuk sorga.

Abraham dibenarkan oleh Allah, berkali-kali (Roma 4:1-8;16-25). Apa

yang diberikan Allah pada Abraham dan respon dari apa yang diberikan Allah adalah menimbulkan iman. Kita ingin supaya apa yang diterima oleh Abraham, kita juga bisa menerimanya juga. Allah menyediakan beberapa hal, dan Abraham merespon, dan ini membuahkan iman. Apa saja?

Isi understanding daripada iman Abraham. Orang yang berhasil adalah Abraham. Targetnya supaya apa yang dimiliki oleh Abraham kita bisa

memilikinya.

Apa yang diterima oleh Abraham, apa yang disediakan Allah untuk

Abraham:

1. Abraham menerima kemurahan (Roma 4:3, Yohanes 3:16).

2. Abraham menerima Perjanjian dengan Allah (Roma 4:18-19)

3. Abraham menerima kesetiaanNya (Roma 4:20)

• Sehingga Abraham disebut sebagai sahabat Tuhan.

• Tuhan itu setia. Tidak pernah meninggalkan kita, Abraham mengalami berbagai proses Tuhan, Abraham tetap setia

4. Menerima kuasa Allah (Roma 4:21)

Kesimpulan:

Galatia 3:29

“…….jika kamu milik Kristus, kamu adalah keturunan Abraham”

Prinsip Abraham diberkati adalah : 



Iklan

LAKUKAN LEBIH DULU

Senin, 22 Agustus 2011

Bacaan : Matius 7:12-14

7:12. “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.

7:13 Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya;

7:14 karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya.”

LAKUKAN LEBIH DULU

Sering orang berkata, intisari kekristenan ialah kasih. Indah, ya? Hanya masalahnya, bagaimanapun kasih adalah suatu kata benda abstrak. Kita masih punya “pekerjaan rumah”. Bagaimana mengungkapkan kasih secara membumi dalam kehidupan sehari-hari? Syukurlah, Yesus bukan hanya berwacana tentang kasih. Dia memberikan teladan. Dia juga menyampaikan petunjuk praktis. Salah satunya ialah nas hari ini, yang dikenal sebagai Kaidah Kencana. Perintah ini berlaku dalam hubungan kita dengan sesama, siapa saja, baik saudara seiman maupun bukan.

Orang kerap menyatakannya dalam bentuk negatif: “Jangan berlaku buruk terhadap sesamamu, kalau kamu tidak ingin diperlakukan secara buruk.” Yesus memilih bentuk positif untuk menegaskan signifikansinya. Lebih mudah bagi kita untuk menahan diri tidak melakukan sesuatu yang mencelakakan sesama kita. Yesus mengundang kita untuk melangkah lebih jauh: berinisiatif melakukan kebaikan kepada sesama kita. Berprakarsa memikirkan dan mengutamakan kepentingan orang lain. Istilah gaulnya, menjemput bola. “Kamu ingin dikasihi? Kasihilah orang lain lebih dulu.”

Jadi, bagaimana mengasihi orang yang Anda jumpai hari ini? Ikuti Kaidah Kencana. Bayangkanlah bila Anda berada dalam posisi orang itu, dan pikirkan bagaimana Anda ingin diperlakukan. Anda ingin disambut dengan senyuman? Tersenyumlah lebih dulu kepada orang itu. Anda ingin didengarkan? Dengarkan lebih dulu curahan hati dan keluh kesahnya. Anda ingin dimaafkan? Maafkanlah orang itu lebih dulu-bahkan sebelum ia meminta maaf. Dan seterusnya. Ya. Lakukanlah lebih dulu –ARS

KASIH ITU TIDAK PASIF MENANTI SEBALIKNYA,

IA AKTIF MEMBERI

Dikutip : http://www.sabda.org