Doa Puasa Raya Hari Ke-32 Jumat, 26 Agustus 2011

KASIH ITU PILIHAN PERTAMA & TERUTAMA

Galatia 5 : 14 Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini,

yaitu: “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!”

Kalau kita mengatakan mengasihi Tuhan, tetapi tidak mengasihi saudara-saudara kita maka sebenarnya kita belum mencapai tingkat mengasihi Allah.

Jadi kita harus tahu mana yang harus dikedepankan / diutamakan dalam

melakukan perintah firman Tuhan, yaitu : MENGASIHI ! Mengasihi adalah pilihan hidup orang percaya yang pertama dan terutama. Kasih bukan pilihan nomer paling belakang.

Sebab itu KASIH menjadi HUKUM yang TERUTAMA. Lakukanlah !!

Markus 12 : 30 – 31 – Hukum Kasih. –

KESEMPATAN & BUKTI NYATA

Yohanes 3 : 16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga

Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang

percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

– Kasih itu kesempatan untuk kita menerima dan memberi berkat dan

keselamatan Tuhan bagi semua orang. Kasih itu adalah Bukti Nyata yang

sudah Tuhan praktekan dan kita hanya meneladani Kasih-Nya .

– Kasih itu kesempatan bagi kita memperkokoh persekutuan FA, Kasih itu

Bukti bahwa kita adalah Tubuh Kristus yang Satu. Untuk itu marilah kita

melakukan Kasih dengan Nyata sebagai kesempatan dan bukti yang indah.

Roma 12 : 9 ; 13 : 10 – Kasih itu perbuatan !

I Korintus 13 : 1

Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang

berkumandang dan canang yang gemerincing.

KASIH KARUNIA KEPUASAN

Yohanes 6:25

Ketika orang banyak menemukan Yesus di seberang laut itu, mereka

berkata kepadaNya: Rabi, bilamana Engkau tiba di sini?”

Dalam diri manusia ada lobang kekosongan, dan kekosongan ini tidak

dapat di isi dengan keluarga, kekayaan dan hanya dapat diisi dengan kehadiran

Allah supaya bisa dipuaskan yaitu Yesus sendiri (Filipi 4: 9-19).

Dan kepuasan bukan sesuatu yang instant tapi harus dipelajari.

Ada 3 cara pandang untuk belajar dipuaskan:

1. Belajarlah untuk tidak membandingkan diri dengan orang lain (Filipi

4:11, Yohanes 4:13-14).

2. Belajarlah menyesuaikan diri terhadap perubahan (jangan takut pada

perubahan) Setiap orang akan mengalami perubahan secara physik

mental, kita menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut. Sekalipun

kita hadapi situasi yang buruk, tetap hadapi dengan Tuhan maka akan

mendatangankan kebaikan.

3. Belajarlah percaya kepada Tuhan dan FirmanNya (Filipi 4:13,19).

Menjadi pribadi-pribadi yang dipuaskan.

Mazmur 103: 5

Dia yang memuaskan hasratmu dengan kebaikan, sehingga masa mudamu

menjadi baru seperti pada burung rajawali.”

Iklan

SESUDAH KECELAKAAN MAUT

Jumat, 26 Agustus 2011

Bacaan : Mazmur 118:19-29

118:19. Bukakanlah aku pintu gerbang kebenaran, aku hendak masuk ke dalamnya, hendak mengucap syukur kepada TUHAN.

118:20 Inilah pintu gerbang TUHAN, orang-orang benar akan masuk ke dalamnya.

118:21 Aku bersyukur kepada-Mu, sebab Engkau telah menjawab aku dan telah menjadi keselamatanku.

118:22 Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru.

118:23 Hal itu terjadi dari pihak TUHAN, suatu perbuatan ajaib di mata kita.

118:24 Inilah hari yang dijadikan TUHAN, marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya!

118:25 Ya TUHAN, berilah kiranya keselamatan! Ya TUHAN, berilah kiranya kemujuran!

118:26 Diberkatilah dia yang datang dalam nama TUHAN! Kami memberkati kamu dari dalam rumah TUHAN.

118:27 Tuhanlah Allah, Dia menerangi kita. Ikatkanlah korban hari raya itu dengan tali, pada tanduk-tanduk mezbah.

118:28 Allahku Engkau, aku hendak bersyukur kepada-Mu, Allahku, aku hendak meninggikan Engkau.

118:29 Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

SESUDAH KECELAKAAN MAUT

Ashoke Ganguli, dalam film The Namesake (dari novel berjudul sama karya Jhumpa Lahiri), memberi nama anaknya Gogol. Ketika Gogol kuliah, nama yang diambil dari pengarang Rusia yang depresi itu membuatnya diolok-olok kawan sekelasnya. Gogol kecewa pada ayahnya, sampai suatu saat Ashoke menjelaskan asal-usul nama itu. Ketika mengalami kecelakaan kereta api yang nyaris merenggut nyawanya, ia sedang membaca buku Nikolai Gogol. “Baba, itukah yang kaupikirkan ketika memikirkan aku? Apakah aku mengingatkanmu pada malam mengerikan itu?” Ashoke menjawab, “Sama sekali tidak. Engkau mengingatkanku akan segala sesuatu sesudahnya. Setiap hari sesudah peristiwa itu adalah karunia, Gogol.”

Tepat sekali: setiap hari adalah karunia. Bukan hanya bagi orang yang pernah mengalami kecelakaan maut seperti Ashoke, tetapi bagi kita semua. Dan, pemazmur mengajak kita untuk merayakannya. Kapan? Hari ini! Ia tidak berkata, “Kemarin hari yang dijadikan Tuhan, hari yang indah, bukan?” Ia juga tidak berkata, “Besok hari yang dijadikan Tuhan, mari kita bersukacita ketika hari itu datang!” Ya, karena hanya hari inilah hari yang sungguh-sungguh kita miliki, yang dapat kita nikmati.

Bagaimana bersukacita merayakan hari ini? Sukacita adalah buah Roh (Galatia 5:22), pemberian Tuhan, bukan hasil usaha kita. Karena itu, salah satu cara bersukacita ialah menyadari kasih Tuhan. Renungkan ayat tentang kasih Tuhan, misalnya Zefanya 3:17. Berdiam dirilah, biarkan ayat itu “berbicara” kepada Anda secara pribadi, sampai hati Anda dipenuhi kasih-Nya. Kalau sudah begitu, masakan Anda tidak bersukacita? –ARS

TEMUKAN HUMOR DI TENGAH SEGALA SESUATU,

BAHKAN DALAM KEMISKINAN,

MAKA ANDA AKAN DAPAT MENANGGUNG KEADAAN ITU

~ BILL COSBY