Doa Puasa Raya Hari Ke-35 Senin, 29 Agustus 2011

KEBERHASILAN ABRAHAM

Kejadian 12 : 7 – 8

Ketika itu TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman: “Aku

akan memberikan negeri ini kepada keturunanmu.” Maka didirikannya di

situ mezbah bagi TUHAN yang telah menampakkan diri kepadanya.

Kemudian ia pindah dari situ ke pegunungan di sebelah timur Betel. Ia

memasang kemahnya dengan Betel di sebelah barat dan Ai di sebelah

timur, lalu ia mendirikan di situ mezbah bagi TUHAN dan memanggil nama

TUHAN.

Abraham membangun mezbah, ada 4 mezbah Abraham:

1. Kejadian 12:3-7

Mezbah di Sikhem/mezbah pengorbanan ( The Altar Sacrifice )

Abraham meninggalkan gaya hidup yang lama dan hidup bersama Tuhan,

semuanya ditanggalkan, berjalan bersama Tuhan dengan iman. Korbankan

segala-galanya.

2. Kejadian 12:7-8

Mezbah Bethel/ The House of God/ Rumah Tuhan (berdoa)

Mezbah doa Abraham punya gaya hidup yang dekat dengan Tuhan, mulai

berharap pada Tuhan. Jika kita mau berhasil punyailah kehidupan doa (mezbah

doa). Bisa mencairkan mujizat Allah.

3. Kejadian 13: 8-18

Mezbah Hebron/Altar of Peace

Didalam ketenangan dapat kita alami damai sejahtera. Berbicara bagaimana

untuk dapat mengendalikan diri. Abraham mengalah dari Lot. Punyai hati

yang besar.

Mengalah, merendahkan hati mengijinkan tangan Tuhan yang bekerja lebih

lagi. Dengan mengalah membuat kita diangkat Tuhan, memberi kesempatan

Tuhan bertindak.

4. Mezbah cinta/ The Altar of Love

Kejadian 22:1-2,5,11-14

Membuktikan siapa yang lebih dicintai? Cinta Tuhan atau tanganNya. Cinta

Tuhan atau berkatNya.

Bagaimana hubungan kita dengan Tuhan. Dan orang yang lebih cinta Tuhan

apapun yang dibutuhkan akan disediakan.

Kita punya hak untuk terima berkat-berkatNya.

Galatia 3:29

Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah Keturunan

Abraham dan berhak menerima janji Allah.”


Iklan

Doa Puasa Raya Hari Ke-34 Minggu, 28 Agustus 2011

Mahkota kemuliaan (Crown of glory). 1 Petrus 5:4. Orang yang

memperhatikan jiwa-jiwa.

Mahkota sukacita/mahkota pemenang jiwa (1 Tesalonika 2:19)

Mahkota bagi si pembawa jiwa.

Dan untuk mahkota sukacita ini Allah sendiri yang akan memberikan

penghargaan.

Untuk dapatkan mahkota harus ada perjuangan.

Wahyu 3: 11

Aku datang segera. Peganglah apa yang ada padamu, supaya tidak

seorangpun mengambil mahkotamu.”Gereja Bethany Indonesia |82|

MENGATASI KEMANDULAN ROHANI

Yesaya 54:1-17

Lapangkanlah tempat kemahmu, dan bentangkanlah tenda tempat

kediamanmu, janganlah menghematnya; panjangkanlah tali-tali kemahmu

dan pancangkanlah kokoh-kokoh patok-patokmu! Sebab engkau akan

mengembang ke kanan dan ke kiri, keturunanmu akan memperoleh tempat

bangsa-bangsa, dan akan mendiami kota-kota yang sunyi.

Ada 5 tuntunan Tuhan untuk mengatasi kemandulan:

1. ayat 2 :enlarge (Lapangkan)

Adalah agar kita tidak puas dengan berpikiran kecil.

Pikirkan yang besar, punyai visi yang besar/mimpi yang besar.

– Small vision small result

– Big vision big result

Jangan puas dengan visi kecil, jika kita tidak memperluas visi maka Tuhan

hanya akan memberi visi yang kita inginkan.

2. Stretch ( bentangkan)

Tuhan ijinkan kita mengalami ketegangan-ketegangan untuk mencapai

sasaran

Contoh : Yesus alami keadaan yang buruk untuk proses penebusan dengan

tujuan Kemuliaan. Jangan senang berada di zona nyaman.

3. Lengthen (panjangkanlah)

Roma 8:5 “Sebab mereka hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang

dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari

Roh.”

Punyailah pikiran yang luas.

Memikirkan pikiran-pikiran Kristus (Kolose 3:2, 1 Korintus 2:16)

4. Strengthen (pancangkanlah)

Sukses harus diikuti dengan commitment yang mendalam pada Tuhan,

pada keluarga, pada gereja lokal ( Yohanes 4:34). Tuhan ingin supaya kita

pancangkan patok-patok commitment, karakterdan integritas.

5. Sing ( nyanyikan pujian)

Terus menyanyi jangan mengeluh, tetap nantikan Yesus. Sambil menunggu

hasil kemandulan dilenyapkan pujilah Tuhan, dan Tuhan akan mengubah

yang buruk menjadi yang baik. Tunggu waktu Tuhan, semuanya akan menjadi

baik.

Yesaya 54 : 10

Sebab biarpun gunung-gunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang, tetapi

kasih setia-Ku tidak akan beranjak dari padamu dan perjanjian damai-Ku

tidak akan bergoyang, firman TUHAN, yang mengasihani engkau.

 

BUAH PERTOBATAN

Senin, 29 Agustus 2011

Bacaan : Matius 3:1-17

3:1. Pada waktu itu tampillah Yohanes Pembaptis di padang gurun Yudea dan memberitakan:

3:2 “Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!”

3:3 Sesungguhnya dialah yang dimaksudkan nabi Yesaya ketika ia berkata: “Ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya.”

3:4 Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, dan makanannya belalang dan madu hutan.

3:5 Maka datanglah kepadanya penduduk dari Yerusalem, dari seluruh Yudea dan dari seluruh daerah sekitar Yordan.

3:6 Lalu sambil mengaku dosanya mereka dibaptis oleh Yohanes di sungai Yordan.

3:7. Tetapi waktu ia melihat banyak orang Farisi dan orang Saduki datang untuk dibaptis, berkatalah ia kepada mereka: “Hai kamu keturunan ular beludak. Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang?

3:8 Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan.

3:9 Dan janganlah mengira, bahwa kamu dapat berkata dalam hatimu: Abraham adalah bapa kami! Karena aku berkata kepadamu: Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini!

3:10 Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.

3:11 Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.

3:12 Alat penampi sudah ditangan-Nya. Ia akan membersihkan tempat pengirikan-Nya dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan.”

3:13. Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya.

3:14 Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya: “Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?”

3:15 Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.” Dan Yohanespun menuruti-Nya.

3:16 Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,

3:17 lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.”

BUAH PERTOBATAN

Hampir 400 tahun sebelum kedatangan Kristus, seolah-olah Surga bungkam. Lalu tiba-tiba, Yohanes Pembaptis muncul bagai suara menggelegar di padang belantara. Ketika kaum Farisi dan Saduki memenuhi undangan pertobatan untuk dibaptis, Yohanes menegur mereka sebagai keturunan ular beludak. Padahal dua kaum ini meyakini bahwa mereka keturunan Abraham, umat pilihan Allah. Yesus pun mengecam golongan ini bahwa mereka seperti kuburan yang luarnya dilabur putih, tetapi di dalamnya penuh tulang (Matius 23:27). Saat itu, Farisi adalah partai politik berbasis keagamaan. Sedang Saduki adalah partai berbasis sekuler. Kerap mereka berkolaborasi menentukan halal-haram, baik-buruk, dan salah-benar ajaran dalam ibadah dan hidup sehari-hari bangsa Israel saat itu.

Mereka ini tahu dan mengajarkan kebenaran, juga mengawasi orang lain untuk menaatinya, tetapi mereka sendiri tidak melakukannya (Lukas 11:46). Pertobatan bukan hanya soal mengerti kebenaran, tetapi yang lebih penting: melakukan apa yang diketahui dan diyakini. Inilah makna teguran Yohanes. Agar mereka menghasilkan “buah pertobatan”. Sebab jika tidak, mereka akan “ditebang dan dibuang ke dalam api”. Benar, baptisan sebagai simbol pertobatan di depan umum takkan bermakna bila orang itu tidak menghidupi kebenaran. Maka, sangat perlu orang mengakui dosanya dan menerima Kristus sebagai Tuhan serta Juruselamat dengan rendah hati dan sungguh-sungguh. Roh Kudus akan memurni kan hati, mengikis kemunafikan, dan menjadikannya manusia baru.

Maka, mari izinkan Roh-Nya mengikis kepalsuan di hidup Anda. Hidupi kebenaran. Hasilkan buah pertobatan –SST

PENUHI PANGGILAN TUHAN DENGAN

KESUNGGUHAN DAN KERENDAHAN HATI

ROH KUDUS AKAN BERPERAN DAN MENOLONG KITA

BERBUAH DI HIDUP INI

Dikutip : http://www.sabda.org