SURAT UNTUK TUHAN

Selasa, 30 Agustus 2011

Bacaan : Matius 6:5-8

6:5. “Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.

6:6 Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.

6:7 Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan.

6:8 Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya.

SURAT UNTUK TUHAN

Film “Letters to God” dibuat berdasarkan kisah nyata Tyler Doughtie (23 September 1995-7 Maret 2005), yang berasal dari Nashville, Tennessee. Sejak usia 8, Tyler mulai bergumul dengan kanker otak yang tumbuh agresif di kepalanya. Yang terindah dari kisahnya adalah; semasa sakit Tyler banyak menulis surat kepada Tuhan. Setiap surat ia masukkan ke amplop, ia bubuhi perangko secukupnya, dan ia tulis di depan amplop itu-Untuk: Tuhan. Dari: Tyler.

Ketika menulis surat itu, Tyler seolah-olah sedang mencurahkan isi hati kepada sahabat dekatnya. Yang ia tahu pasti mau membaca dan membalasnya. Maka, Tyler tak pernah ragu untuk menceritakan apa saja. Ia menuliskan perasaan, pikiran, kekuatiran, dan harapannya. Pula tak pernah jemu menuliskannya setiap hari. Dan, semakin banyak Tyler menulis surat, ia pun semakin mengenal dan akrab dengan Tuhan. Ketika banyak orang mendapati bahwa surat-surat Tyler kepada Tuhan adalah doa-doanya, banyak pribadi kemudian meniru langkahnya, dan menjadikan Tuhan sebagai sahabat yang selalu mendengar doa.

Doa bukanlah rangkaian kalimat indah. Bukan juga permohonan resmi yang formal dan kaku. Maka, doa sesungguhnya tak sulit dilakukan. Sebab, doa adalah hubungan, komunikasi yang dekat dengan Bapa surgawi. Doa adalah curahan hati yang jujur. Maka, doa itu tak perlu mengesankan orang lain (ayat 5). Tak perlu bertele-tele (ayat 7). Dia yang Mahatahu sangat mengerti segala kebutuhan kita (ayat 8). Yang terpenting, kita harus selalu menyadari bahwa doa adalah kebutuhan kita; agar kita semakin mengenal dan dekat dengan Tuhan –AW

JADIKANLAH DOA SEBAGAI PERBINCANGAN DENGAN BAPA

MAKA TUHAN YANG MENDENGAR AKAN SEMAKIN KITA KENAL

Dikutip : http://www.sabda.org

Doa Puasa Raya Hari Ke-36 Selasa, 30 Agustus 2011

ABRAHAM KUAT KARENA …

Kejadian 12 : 7

Ketika itu TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman: “Aku

akan memberikan negeri ini kepada keturunanmu.” Maka didirikannya di

situ mezbah bagi TUHAN yang telah menampakkan diri kepadanya.

Orang kuat jasmani karena mengkonsumsi makanan sehat dan berolahraga

yang baik. Tetapi bukan berarti rohani akan juga menjadi sehat. Rohani

yang sehat harus juga mengkonsumsi sesuatu yang rohani, yaitu memiliki

persekutuan dengan Tuhan. Abraham adalah pribadi yang dipilih oleh Tuhan

memiliki banyak hal yang luar biasa, ia diberkati dengan harta, jasmani yang

kuat, serta juga berkat rohani yang luar biasa. Abraham tidak pernah kecewa

kepada Tuhan, ia selalu kuat karena memiliki Allah yang Dahsyat. Abraham

benar-benar diberkati oleh Tuhan.

Apakah Abraham kuat karena kekayaannya ? Apakah Abraham kuat karena

sesuatu yang lain ? Marilah kita melihat mengapa Abraham Kuat dalam

Tuhan. Kita akan belajar dan meneladani hidupnya, mengapa ia menjadi kuat

. Abraham tidak mudah kendor, putus asa dan sebagainya. Apakah kita mau

kuat dalam Tuhan ??

KEBIASAAN YANG BAIK

Kejadian 13 : 18 Sesudah itu Abram memindahkan kemahnya dan menetap

di dekat pohon-pohon tarbantin di Mamre, dekat Hebron, lalu didirikannyalah

mezbah di situ bagi TUHAN.

Abraham memiliki kebiasaan yang baik dan luar biasa. Dimanapun ia

bertemu Tuhan, selalu mendirikan mezbah bagi Tuhan. Mempunyai

kebiasaan tidak pernah meninggalkan ibadah dengan Tuhan.

Di gunung, di padang gurun , disuatu tempat – Abraham selalu bersekutu

dengan Tuhan : mengucap syukur, memberikan korban bakaran, dll.

Abraham selalu berbuat yang baik bagi Nama Tuhan.

Kita harus memiliki kebiasaan yang baik tidak meninggalkan ibadah-ibadah yang Tuhan adakan, karena ibadah itu adalah persekutuan yang

indah dengan Tuhan. Setialah dalam Ibadah (Ibrani 10 : 25)

KEYAKINAN YANG BAIK

Kejadian 13 : 14 Setelah Lot berpisah dari pada Abram, berfirmanlah