PENGGANTI LINCOLN

Rabu, 31 Agustus 2011

Bacaan : Kejadian 22:9-14

22:9 Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Lalu Abraham mendirikan mezbah di situ, disusunnyalah kayu, diikatnya Ishak, anaknya itu, dan diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api.

22:10 Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya.

22:11. Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: “Abraham, Abraham.” Sahutnya: “Ya, Tuhan.”

22:12 Lalu Ia berfirman: “Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku.”

22:13 Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya.

22:14 Dan Abraham menamai tempat itu: “TUHAN menyediakan”; sebab itu sampai sekarang dikatakan orang: “Di atas gunung TUHAN, akan disediakan.”

PENGGANTI LINCOLN

Di Stroudsburg, Pennsylvania, AS, ada makam prajurit Perang Saudara. Pada batu nisan tertera tanggal kelahiran dan kematian si prajurit, serta kata-kata ini: “Pengganti Abraham Lincoln.” Peperangan mendatangkan kepedihan mendalam bagi sang presiden. Ia menyadari, ribuan prajurit yang gugur di medan tempur itu tidak lain adalah pengganti dirinya. Lincoln pun memilih untuk menghormati salah seorang prajurit sebagai simbol dan pengingat bahwa kematian mereka memungkinkan yang lain menikmati hidup.

Mungkin Lincoln mendapat ide dari Abraham, leluhur Israel yang ia pinjam namanya. Abraham menempuh salah satu perjalanan paling menyengsarakan yang pernah dijalani seorang ayah. Dengan hati tercabik, ia mematuhi perintah untuk mempersembahkan anak tunggalnya.Ia berpikir, Allah sanggup membangkitkan orang dari antara orang mati (Ibrani 11:19). Allah menanggapi iman Abraham, menurut cara-Nya sendiri. Bukan dengan membiarkan Ishak mati, melainkan dengan menyediakan domba jantan sebagai pengganti.

Peristiwa itu menjadi simbol bagi Sang Pengganti, Anak Allah sendiri. Saat Yesus dipersembahkan di kayu salib, Bapa tidak lagi turun tangan menyediakan pengganti. Karena Dialah “Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia” (Yohanes 1:20). Dia mati, agar kita yang percaya tidak binasa, melainkan memperoleh kehidupan kekal (Yohanes 3:16).

Hari ini marilah kita kembali memandang salib Kristus. Renungkan bahwa di palang itu ada tulisan yang tak kelihatan: “Pengganti ____” (masukkan nama Anda). Biarkan rasa syukur memenuhi hati kita, dan menguatkan kita untuk menjalani kehidupan –ARS

KEMATIAN-NYA BUKAN HANYA MEMBEBASKAN KITA

DARI HUKUMAN DOSA

NAMUN JUGA MENGARUNIAKAN KEPADA KITA

KEHIDUPAN KEKAL

Dikutip : http://www.sabda.org

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: