IKATAN DOSA

Minggu, 28 Agustus 2011

Bacaan : Lukas 4:16-21

4:16 Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab.

4:17 Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis:

4:18 “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku

4:19 untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.”

4:20 Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya.

4:21 Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.”

 

IKATAN DOSA

Iblis memang sudah tidak memiliki kuasa lagi. Semua senjatanya sudah dilucuti di atas kayu salib. Ia sudah dikalahkan. Namun, iblis masih punya satu senjata yang berbahaya, yakni tipu daya! Inilah yang berhasil mengecoh Adam dan Hawa sehingga mereka jatuh dalam dosa. Inilah pula yang membuat jutaan manusia terikat dengan dosa. Iblis takkan pernah memberi manusia kebebasan, ia hanya akan mengikat dan membelenggu dengan dosa.

Di sekitar kita, jutaan orang terikat pada obat bius. Setiap hari mereka merasa harus mengkonsumsinya. Bila berhenti, mereka akan ketagihan luar biasa. Maka, mereka sungguh-sungguh terikat. Tak hanya obat bius. Namun juga alkohol, minuman keras, rokok, pornografi. Jauh di dalam hati, sebenarnya mereka ingin lepas dari ikatan itu. Mereka ingin hidup normal. Namun mereka tidak bisa lepas. Bukannya bertambah baik, kadang yang terjadi justru sebaliknya. Ikatan-ikatan itu semakin kuat. Ini tidak hanya terjadi di luar gereja. Waspadalah, banyak anak Tuhan juga terpedaya oleh iblis dan terjerat ikatan dosa.

Selama ini mungkin kita sudah berusaha agar bisa lepas dari ikatan dosa, tetapi kita selalu gagal dan gagal. Rasanya mustahil untuk bisa lepas dan hidup normal lagi. Jika demikian keadaan Anda, ada kabar baik: Yesus datang untuk mematahkan semua belenggu dosa dan membebaskan kita dari semua ikatan! Apa pun dosa yang mengikat kita, jika kita mau percaya Yesus dan menyerahkan hidup kita kepada-Nya, maka Dia akan membebaskan kita. Bukankah salah satu misi Yesus datang ke dunia ini adalah untuk membebaskan “tawanan” yang terikat? –PK

DENGAN KEKUATAN SENDIRI KITA TAK MUNGKIN

LEPAS DARI IKATAN DOSA

ITU SEBABNYA KITA PERLU

YESUS UNTUK MEMBEBASKAN KITA

Iklan

Doa Puasa Raya Hari Ke-33 Sabtu, 27 Agustus 2011

PEMBERIAN MAHKOTA

Yohanes 14:1-3

Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga

kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian,

tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk

menyediakan tempat bagimu.

Ada 3 kebenaran :

1. Dirumah Bapa Ku banyak tempat

2. Aku kesana menyediakan temat bagimu

3. Aku tidak main-main, Yesus: Aku datang kembali.

Wahyu 22 :12 ”Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa

upahKu untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya.”

Ada anugerah dan upah. Kita diselamatkan ada cuma-cuma (Salvation is

free gift).

Hanya karya Kristus di kayu salib.

Perbuatan baik tidak akan membawa ke sorga, tapi karya Kristus di atas kayu salib.

Upah di dapat melalui tindakan perbuatan kita setelah diselamatkan.

Walaupun ada upah kita tidak focus pada upah itu karena sudah sangat

cukup kasih karuniaNya, tapi focus mengasihi Tuhan.

Ada 3 upah ( Matius 10:41-42):

Upah nabi (pelaku dan pemberita kebenaran)

Upah orang yang benar ( pelaku kebenaran)

Upah murid ( sedang belajar jadi pelaku kebenaran)

Ada 5 mahkota:

Mahkota kehidupan/Crown of life (Yakubus 1:12). Orang percaya yang

pada waktu hidupnya ada tantangan tetapi tetap setia sampai akhir.

Mahkota kebenaran ( II Timotius 4:8) Orang yang merindukan

kedatangan Tuhan (suka hadirat Tuhan/intim).

Mahkota abadi ( I Korintus 9:25) Ikut dalam pertandingan iman dan

punya penguasaan diri.

 

MENGATASI DUKACITA

Sabtu, 27 AGUSTUS 2011

Bacaan : Matius 5:1-12

5:1. Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya.

5:2 Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya:

5:3. “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.

5:4 Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.

5:5 Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.

5:6 Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.

5:7 Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.

5:8 Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.

5:9 Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.

5:10 Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.

5:11 Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.

5:12 Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu.”

MENGATASI DUKACITA

Seorang penyair pernah menulis, “Hal yang membuatmu tertawa kini, suatu saat nanti akan membuatmu menangis; dan apa yang membuatmu menangis saat ini adalah hal yang akan membuatmu tertawa kelak.”

Dalam khotbah-Nya, Yesus memberi beberapa tanda dari orang-orang yang disebut berbahagia (dalam bahasa Yunani memakai kata makarioi, yang artinya terberkati). Salah satunya adalah orang yang berdukacita (Yunani: pentheo). Pentheo artinya bersedih, meratap. Melihat konteks hidup dari para pendengar khotbah Yesus waktu itu, sangat mungkin kesedihan dan ratapan itu terkait dengan kea-daan sosial mereka yang adalah orang kebanyakan, mantan orang berpenyakitan, orang kecil yang tak punya banyak akses pada sumber-sumber kesejahteraan. Namun secara lebih luas, objek kesedihan dan ratapan ini bisa beragam; misalnya kematian orang terkasih, kehilangan barang, kekecewaan, sirnanya pengharapan, matinya angan-angan, dan lain-lain.

Kepada mereka yang kecil dan dikucilkan, Yesus bersabda bahwa mereka bisa berbahagia, dan terberkati, sebab mereka sedang berjalan menuju Sang Sumber Terang. Dalam iman kepada Yesus, tidak ada kesedihan dan ratapan yang abadi. Memang kesedihan ada, tetapi penghiburan yang mengimbangi kesedihan itu, selalu tersedia. Di sinilah terbukti bahwa Yesus sangat mengerti bagaimana manusia menjalani hidup di dunia ini. Maka, bagi setiap pribadi yang sedang berdukacita, Dia berjanji pasti untuk menyediakan penghiburan yang sejati, agar dalam kesedihan pun bisa terbit pengharapan –DKL

TUHAN SANGAT TAHU,

BANYAK DUKA BISA MENIMPA KITA DI DUNIA

MAKA DIA SIAP MEMBERI PENGHIBURAN

YANG CUKUP PADA SETIAP DUKACITA

Dikutip : http://www.sabda.org

Doa Puasa Raya Hari Ke-32 Jumat, 26 Agustus 2011

KASIH ITU PILIHAN PERTAMA & TERUTAMA

Galatia 5 : 14 Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini,

yaitu: “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!”

Kalau kita mengatakan mengasihi Tuhan, tetapi tidak mengasihi saudara-saudara kita maka sebenarnya kita belum mencapai tingkat mengasihi Allah.

Jadi kita harus tahu mana yang harus dikedepankan / diutamakan dalam

melakukan perintah firman Tuhan, yaitu : MENGASIHI ! Mengasihi adalah pilihan hidup orang percaya yang pertama dan terutama. Kasih bukan pilihan nomer paling belakang.

Sebab itu KASIH menjadi HUKUM yang TERUTAMA. Lakukanlah !!

Markus 12 : 30 – 31 – Hukum Kasih. –

KESEMPATAN & BUKTI NYATA

Yohanes 3 : 16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga

Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang

percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

– Kasih itu kesempatan untuk kita menerima dan memberi berkat dan

keselamatan Tuhan bagi semua orang. Kasih itu adalah Bukti Nyata yang

sudah Tuhan praktekan dan kita hanya meneladani Kasih-Nya .

– Kasih itu kesempatan bagi kita memperkokoh persekutuan FA, Kasih itu

Bukti bahwa kita adalah Tubuh Kristus yang Satu. Untuk itu marilah kita

melakukan Kasih dengan Nyata sebagai kesempatan dan bukti yang indah.

Roma 12 : 9 ; 13 : 10 – Kasih itu perbuatan !

I Korintus 13 : 1

Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang

berkumandang dan canang yang gemerincing.

KASIH KARUNIA KEPUASAN

Yohanes 6:25

Ketika orang banyak menemukan Yesus di seberang laut itu, mereka

berkata kepadaNya: Rabi, bilamana Engkau tiba di sini?”

Dalam diri manusia ada lobang kekosongan, dan kekosongan ini tidak

dapat di isi dengan keluarga, kekayaan dan hanya dapat diisi dengan kehadiran

Allah supaya bisa dipuaskan yaitu Yesus sendiri (Filipi 4: 9-19).

Dan kepuasan bukan sesuatu yang instant tapi harus dipelajari.

Ada 3 cara pandang untuk belajar dipuaskan:

1. Belajarlah untuk tidak membandingkan diri dengan orang lain (Filipi

4:11, Yohanes 4:13-14).

2. Belajarlah menyesuaikan diri terhadap perubahan (jangan takut pada

perubahan) Setiap orang akan mengalami perubahan secara physik

mental, kita menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut. Sekalipun

kita hadapi situasi yang buruk, tetap hadapi dengan Tuhan maka akan

mendatangankan kebaikan.

3. Belajarlah percaya kepada Tuhan dan FirmanNya (Filipi 4:13,19).

Menjadi pribadi-pribadi yang dipuaskan.

Mazmur 103: 5

Dia yang memuaskan hasratmu dengan kebaikan, sehingga masa mudamu

menjadi baru seperti pada burung rajawali.”

SESUDAH KECELAKAAN MAUT

Jumat, 26 Agustus 2011

Bacaan : Mazmur 118:19-29

118:19. Bukakanlah aku pintu gerbang kebenaran, aku hendak masuk ke dalamnya, hendak mengucap syukur kepada TUHAN.

118:20 Inilah pintu gerbang TUHAN, orang-orang benar akan masuk ke dalamnya.

118:21 Aku bersyukur kepada-Mu, sebab Engkau telah menjawab aku dan telah menjadi keselamatanku.

118:22 Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru.

118:23 Hal itu terjadi dari pihak TUHAN, suatu perbuatan ajaib di mata kita.

118:24 Inilah hari yang dijadikan TUHAN, marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya!

118:25 Ya TUHAN, berilah kiranya keselamatan! Ya TUHAN, berilah kiranya kemujuran!

118:26 Diberkatilah dia yang datang dalam nama TUHAN! Kami memberkati kamu dari dalam rumah TUHAN.

118:27 Tuhanlah Allah, Dia menerangi kita. Ikatkanlah korban hari raya itu dengan tali, pada tanduk-tanduk mezbah.

118:28 Allahku Engkau, aku hendak bersyukur kepada-Mu, Allahku, aku hendak meninggikan Engkau.

118:29 Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

SESUDAH KECELAKAAN MAUT

Ashoke Ganguli, dalam film The Namesake (dari novel berjudul sama karya Jhumpa Lahiri), memberi nama anaknya Gogol. Ketika Gogol kuliah, nama yang diambil dari pengarang Rusia yang depresi itu membuatnya diolok-olok kawan sekelasnya. Gogol kecewa pada ayahnya, sampai suatu saat Ashoke menjelaskan asal-usul nama itu. Ketika mengalami kecelakaan kereta api yang nyaris merenggut nyawanya, ia sedang membaca buku Nikolai Gogol. “Baba, itukah yang kaupikirkan ketika memikirkan aku? Apakah aku mengingatkanmu pada malam mengerikan itu?” Ashoke menjawab, “Sama sekali tidak. Engkau mengingatkanku akan segala sesuatu sesudahnya. Setiap hari sesudah peristiwa itu adalah karunia, Gogol.”

Tepat sekali: setiap hari adalah karunia. Bukan hanya bagi orang yang pernah mengalami kecelakaan maut seperti Ashoke, tetapi bagi kita semua. Dan, pemazmur mengajak kita untuk merayakannya. Kapan? Hari ini! Ia tidak berkata, “Kemarin hari yang dijadikan Tuhan, hari yang indah, bukan?” Ia juga tidak berkata, “Besok hari yang dijadikan Tuhan, mari kita bersukacita ketika hari itu datang!” Ya, karena hanya hari inilah hari yang sungguh-sungguh kita miliki, yang dapat kita nikmati.

Bagaimana bersukacita merayakan hari ini? Sukacita adalah buah Roh (Galatia 5:22), pemberian Tuhan, bukan hasil usaha kita. Karena itu, salah satu cara bersukacita ialah menyadari kasih Tuhan. Renungkan ayat tentang kasih Tuhan, misalnya Zefanya 3:17. Berdiam dirilah, biarkan ayat itu “berbicara” kepada Anda secara pribadi, sampai hati Anda dipenuhi kasih-Nya. Kalau sudah begitu, masakan Anda tidak bersukacita? –ARS

TEMUKAN HUMOR DI TENGAH SEGALA SESUATU,

BAHKAN DALAM KEMISKINAN,

MAKA ANDA AKAN DAPAT MENANGGUNG KEADAAN ITU

~ BILL COSBY

Doa Puasa Raya Hari Ke-31 Kamis, 25 Agustus 2011

MENDAPAT BAGIAN KERAJAAN SURGA

I Korintus 15 : 50 Saudara-saudara, inilah yang hendak kukatakan

kepadamu, yaitu bahwa daging dan darah tidak mendapat bagian dalam

Kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa.

– Perlu kita ketahui bahwa yang tinggal dalam surga adalah manusia rohani

kita, dan bukan manusia jasmani.

– Oleh sebab itu marilah kita memberikan manusia rohani kita untuk

dipelihara oleh Tuhan. Hidup kita dipelihara, istri/ suami / anggota keluarga kita juga turut dipelihara oleh Tuhan. Bagaimana caranya ?

– Kita harus menghormati lawatan/ kehadiran Tuhan. Contoh : Keluarga

Obed edom – menghormati kehadiran Tabut Perjanjian – Seluruh keluarganya diberkati luar biasa oleh Tuhan (II Samuel 6 : 11).

MENGHORMATI ROH KUDUS !

I Petrus 4 : 14 Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

– Hadirnya Roh Kudus dalam manusia rohani kita sama dengan hadirnya

Tabut Perjanjian di rumah Obed-edom. Kita ingin diberkati, dipelihara dalam anugerah Tuhan, maka harus menghormati akan hadirnya Roh Kudus.

– Dengan Roh Kudus kita bisa mengalahkan segala permasalahan kita, Roh

Kudus akan memampukan kita menghadapi berbagai rintangan.

– Kita patut berbangga jika ada Roh Kudus dalam diri kita, artinya kita juga akan mendapatkan pelayanan dari para malaikat. (Ibrani 1 : 14)

– Jangan abaikan manusia rohani kita ! jangan juga abaikan manusia jasmani

kita (kesehatan tubuh) , keduanya harus tetap kita jaga sebagai anugerah

Tuhan. Jangan sia-siakan anugerah Tuhan.

II Timotius 1 : 14 – TETAP PERCAYA PADA-NYA

Peliharalah harta yang indah, yang telah dipercayakan-Nya kepada kita,

oleh Roh Kudus yang diam di dalam kita.

KASIH ITU KEHARUSAN !!

I Korintus 13 : 13

Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan

yang paling besar di antaranya ialah KASIH

Orang berpikir: saya akan mengasihi seseorang jika orang itu juga mengasihi saya . Mengapa saya harus mengasihi mereka yang tidak mengasihi saya ??

Apabila kita berbicara tentang KASIH pada hari ini , apakah menurut anda

? Apakah Kasih itu Hukum ? Adat Istiadat ? Sifat yang muncul dari hati

nurani manusia ? atau apakah ada istilah lainnya ?? Banyak orang kristen

menganggap kasih itu hanya Allah saja yang sanggup melakukannya , kita

tidak bisa karena dengan alasan kita penuh dengan kelemahan. Apakah

memang seperti demikian kenyataannya ? Bagaimana kita mempraktekan kasih itu setiap hari ? Dengan hanya ucapan sajakah ? perbuatankah ? Perbuatan yang bagaimana ? dengan uang ? bunga ? permen coklat , dll ?? Kita sudah punya iman, pengharapan … nah sekarang bagaimana kita melengkapinya dengan KASIH ?? Hari ini kita bukan hanya belajar tentang Kasih tetapi HARUS dan HARUS MeNGASIHI … ! AMIN

KASIH ITU PERINTAH !

Matius 22 : 37

Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap

hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.

KASIH itu Perintah / Keharusan ; dan bukan anjuran yang bisa kita lakukan

atau tidak. Kasih adalah Rambu Hidup yang memang harus kita taati. Kasih

itu adalah firman Allah sendiri, karakter Allah .

Perintah ini tidak dapat dilanggar Namun kenyataannya hal ini seringkali

kita langgar. Kalau tidak menguntungkan kita tidak melakukannya , kita tidak

perlu mengasihi ? Benarkah demikian ?

Kalau seandainya Kasih ini bukan perintah tapi ANJURAN, maka Tuhan

tidak akan mengambil tindakan mengasihi kita. Puji Tuhan Kasih itu bukan

anjuran, tetapi keharusan. Dan Tuhan SUDAH dan SEDANG melakukannya.

KASIH ITU PILIHAN PERTAMA & TERUTAMA

Galatia 5 : 14 Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, yaitu: “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!”


RAJAWALI MENANTI AJAL

Kamis, 25 Agustus 2011

Bacaan : 2 Timotius 4:6-8

4:6 Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat.

4:7 Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.

4:8 Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.

RAJAWALI MENANTI AJAL

Seorang rekan misionaris menceritakan pengenalannya akan burung rajawali, yang banyak dijumpai di daerah pegunungan di mana ia menghabiskan masa kecilnya. Menurutnya, jika rajawali sudah lanjut umur dan tahu ia akan mati, rajawali akan terbang dan mencari tempat persembunyian di ketinggian. Di situ ia bertengger di puncak bukit, lalu seolah-olah bersiap menghadapi kematian sambil menatap matahari. Seakan-akan ia mau berkata, “Sekarang saya siap …”

Wajar bila manusia takut menghadapi kematian. Biasanya manusia melakukan apa saja untuk bertahan hidup. Paling tidak, awet muda. Sebab ketuaan menunjukkan semakin dekatnya kematian. Iman kristiani berbicara tegas tentang kematian. Ke mana kita pergi dan dengan siapa kita akan bertemu se-telah mati, sudah jelas. Kuasa maut telah dipatahkan oleh Yesus (1 Korintus 15:26, 54-55). Dialah kebangkitan dan hidup (Yohanes 11:25). Siapa yang percaya kepada Yesus, kematian adalah keuntungan baginya, karena ia akan berjumpa Yesus (Filipi 1:21-23). Berjumpa di rumah-Nya yang kekal (Yohanes 14:1-3). Paulus bukan hanya mengajarkan hal ini, melainkan menghidupinya sampai ajal menjemput. Kala hukuman mati mengancam, ia melihatnya sebagai akhir yang baik dari pertandingan iman. Ia tahu Siapa dan apa yang menantinya di balik kematian. Maka, kapan pun, ia siap “pergi”.

Bagaimana perasaan Anda tentang kematian? Gelisah? Takut? Menghindar? Pasti beragam. Tergantung usia dan situasi Anda. Yang terpenting, siapkan diri Anda sebab kematian bisa mengunjungi siapa saja, kapan saja. Dengan menjadikan Kristus tumpuan pengharapan, kita sanggup berkata kepada kematian, “Aku siap ….” –PAD

INILAH PEDOMAN DI BALIK KEMATIAN:

SAAT YESUS SIAP MENYAMBUT KITA,

KITA PUN SIAP MENJUMPAI DIA

Dikutip : http://www.sabda.org