MERAYAKAN PERBEDAAN

Senin, 10 Oktober 2011

Bacaan : Kisah Para Rasul 10:34-43 

10:34. Lalu mulailah Petrus berbicara, katanya: “Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang.

10:35 Setiap orang dari bangsa manapun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepada-Nya.

10:36 Itulah firman yang Ia suruh sampaikan kepada orang-orang Israel, yaitu firman yang memberitakan damai sejahtera oleh Yesus Kristus, yang adalah Tuhan dari semua orang.

10:37 Kamu tahu tentang segala sesuatu yang terjadi di seluruh tanah Yudea, mulai dari Galilea, sesudah baptisan yang diberitakan oleh Yohanes,

10:38 yaitu tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia.

10:39 Dan kami adalah saksi dari segala sesuatu yang diperbuat-Nya di tanah Yudea maupun di Yerusalem; dan mereka telah membunuh Dia dan menggantung Dia pada kayu salib.

10:40 Yesus itu telah dibangkitkan Allah pada hari yang ketiga, dan Allah berkenan, bahwa Ia menampakkan diri,

10:41 bukan kepada seluruh bangsa, tetapi kepada saksi-saksi, yang sebelumnya telah ditunjuk oleh Allah, yaitu kepada kami yang telah makan dan minum bersama-sama dengan Dia, setelah Ia bangkit dari antara orang mati.

10:42 Dan Ia telah menugaskan kami memberitakan kepada seluruh bangsa dan bersaksi, bahwa Dialah yang ditentukan Allah menjadi Hakim atas orang-orang hidup dan orang-orang mati.

10:43 Tentang Dialah semua nabi bersaksi, bahwa barangsiapa percaya kepada-Nya, ia akan mendapat pengampunan dosa oleh karena nama-Nya.”

MERAYAKAN PERBEDAAN

Perbedaan antara Petrus dan Kornelius bak minyak dengan air. Yang satu orang Yahudi, yang satu orang Romawi (secara sosial politis, posisi mereka berseberangan bahkan bermusuhan). Yang satu orang awam, yang satu centurion (tentara). Dari sisi perhitungan kekuatan: satu lemah, satu kuat karena bersenjata.

Namun, ada satu hal yang menyatukan mereka: keduanya mendapat inspirasi dari Roh Kudus. Petrus mendapat penglihatan “aneh” untuk ukuran ke-Yahudiannya. Sementara Kornelius mendapat pesan untuk mengundang Petrus ke rumahnya, kira-kira tiga jam berselang setelah Petrus mendapatkan visinya yang pertama (ayat 9, 30). Mereka sangat berbeda, tetapi ada “sesuatu” yang lebih besar dari mereka, yang mempertemukan mereka sehingga keduanya saling meneguhkan. Kisah Kornelius membuat Petrus mengerti maksud dari visi “aneh” yang ia lihat. Penjelasan teologis Petrus membuat Kornelius memahami karya Allah dalam hidup, kematian dan, kebangkitan Yesus.

Roh Kudus bekerja melalui perbedaan untuk memperkaya wawasan rohani anak-anak Tuhan. Itu sebabnya Petrus berkata, “Sesungguhnya aku telah mengerti bahwa Allah tidak membedakan orang. Setiap orang dari bangsa mana pun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepada-Nya” (34-35). Barangkali kita tengah bekerja sama dengan orang atau pihak lain yang sama sekali berbeda jenis dan gaya pelayanan. Masing-masing unik. Tak perlu risau. Melalui karya Roh Kudus, Tuhan dapat mempertemukan pengalaman setiap orang yang berlainan untuk saling meneguhkan, juga saling memperkaya pengalaman rohani –DKL

ROH KUDUS SELALU MEMBANGUN JEMBATAN KASIH

DI TENGAH BANYAKNYA PERBEDAAN PRIBADI

Dikutip : www.sabda.org

Iklan