SIAPA MENCARI SIAPA

Jumat, 21 Oktober 2011

Bacaan : Lukas 19:1-10 

19:1. Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu.

19:2 Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya.

19:3 Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek.

19:4 Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ.

19:5 Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: “Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.”

19:6 Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita.

19:7 Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: “Ia menumpang di rumah orang berdosa.”

19:8 Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: “Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.”

19:9 Kata Yesus kepadanya: “Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham.

19:10 Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.”

SIAPA MENCARI SIAPA

Saya ingin melihat seperti apa Dia. Seorang buta baru saja Dia sembuhkan sebelum ke kota ini. Saya tidak yakin Dia mau menemui saya, apalagi jika Dia tahu saya pemungut cukai. Saya juga tidak yakin berani mendekati-Nya langsung. Tetapi tak apa-apa, saya cuma mau melihat-Nya.” Mungkinkah ini yang ada dalam pikiran Zakheus, saat ia tidak berhasil menerobos kerumunan orang karena keterbatasan fisiknya dan kemudian nekat memanjat pohon ara untuk melihat Yesus?

Alasan Zakheus mencari Yesus memang tidak dijelaskan, selain bahwa ia ingin melihat Yesus. Yang jelas, hatinya membuncah dengan sukacita ketika Yang Dicari itu melihat, menyapa, bahkan mau menumpang di rumahnya (ayat 5-6). Harta miliknya menjadi tak begitu berarti; setengah hartanya akan diberikan kepada orang miskin dan orang yang pernah ia peras akan mendapat ganti empat kali lipat (ayat 8). Zakheus bersukacita. Pertanyaannya, apakah hanya Zakheus yang mencari Yesus? Tidak. Usaha Zakheus memang patut diacungi jempol, tetapi Yesuslah yang lebih dulu menyapanya. Yesuslah yang mencari dan menyelamatkan Zakheus yang “hilang” (ayat 10).

Kita mungkin rindu bisa “melihat” Tuhan di hidup kita, tetapi juga takut untuk sedemikian dekat kepada-Nya. Kita mengikuti ibadah diam-diam, duduk sendiri berharap tidak dikenali, takut terlibat dalam pelayanan, merasa berdosa. Fakta bahwa kita merasa tidak layak atau bahwa orang-orang tidak senang dengan perubahan yang kita alami bisa saja terjadi. Namun ingatlah bahwa bukan kita saja yang sedang mencari Yesus. Yesus pun sangat rindu mencari dan menyelamatkan kita. Dia ingin tinggal di hati kita –SL

TUHAN SANGAT INGIN MENCARI JIWA terhilang

DATANG DEKAT DAN JANGAN JAUH DARI-NYA

Dikutip : www.sabda.org

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: