KELIMPAHAN ANUGERAH

Jumat, 28 Oktober 2011

Bacaan : Matius 5:38-48 

5:38. Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi.

5:39 Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.

5:40 Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu.

5:41 Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil.

5:42 Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu.

5:43. Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.

5:44 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.

5:45 Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.

5:46 Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?

5:47 Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allahpun berbuat demikian?

5:48 Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.”

KELIMPAHAN ANUGERAH

Pada 4 Agustus 1987, Carlina White yang baru berusia 19 hari diculik seorang wanita yang menyamar sebagai perawat di Harlem Hospital, New York. Saat masih kecil, ia kerap dipukul. Maka, saat remaja, White curiga apakah benar Pettway ialah ibu kandungnya. Terutama saat “sang ibu” menolak memberikan akta kelahirannya, saat ia hendak mengurus SIM. Kini, misteri itu terkuak dan si penculik sedang menjalani pemeriksaan FBI.

Ketika Joy White ibu kandung Carlina dipertemukan dengan anaknya pada 2010, ia berkata: “Saya ingin Pettway menderita seperti yang saya alami selama 23 tahun ini.” Namun, sungguhkah Joy White bisa puas dan bahagia ketika si penculik dihukum seberat-beratnya? Ia memang telah menderita selama 23 tahun, tetapi bukankah seharusnya seluruh penderitaan itu sirna dan diganti dengan kebahagiaan serta syukur melimpah karena Tuhan mengembalikan anaknya? Begitulah kebanyakan manusia mengukur keadilan, yakni dengan hukum “mata ganti mata, gigi ganti gigi” (ayat 38). Bahkan dendam bisa menutupi kebaikan dan kasih Allah yang masih berlaku baginya.

Namun, seseorang yang telah mengalami anugerah Tuhan akan dimampukan untuk melihat bagaimana tangan Allah berkarya baginya. Dengan begitu, ia tidak membalas kejahatan dengan kejahatan juga, tetapi mengasihi musuh dan berdoa baginya (ayat 39, 44). Ini tidak gampang. Kekuatan manusiawi saja tak sanggup melakukannya. Itu sebabnya kita perlu kekuatan surgawi, yakni jamahan kasih Allah, supaya kita dapat menunjukkan sikap sebagai anak-anak Bapa (ayat 45): tidak mendendam dan tidak membalas segala hal tidak baik hanya untuk memuaskan hati –SST

DENDAM ITU TAK BERGUNA DAN TAK MENYELESAIKAN MASALAH

HANYA KASIH YANG MELEGAKAN DAN MEMUASKAN JIWA YANG RESAH

Dikutip : www.sabda.org

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: