MEMBERI HINGGA “SAKIT”

Minggu, 6 November 2011

Bacaan : Lukas 21:1-4 

21:1. Ketika Yesus mengangkat muka-Nya, Ia melihat orang-orang kaya memasukkan persembahan mereka ke dalam peti persembahan.

21:2 Ia melihat juga seorang janda miskin memasukkan dua peser ke dalam peti itu.

21:3 Lalu Ia berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang itu.

21:4 Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya.”

MEMBERI HINGGA “SAKIT”

Ada bermacam suara hati bisa muncul tatkala kita memberi persembahan. “Sudah pantaskah apa yang saya persembahkan ini?” Atau, “Sudah benarkah motivasi saya dalam memberi?” Atau, “Apakah komentar Tuhan atas persembahan saya?” Atau, “Kiranya Tuhan mengampuni saya atas persembahan sejumlah ini.”

Ketika Yesus melihat orang-orang memberi persembahan, Dia berkata: “Janda miskin ini memberi lebih banyak daripada semua orang (kaya) itu. Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan seluruh nafkah yang dimilikinya” (ayat 3-4). Ternyata yang dinilai banyak, bukanlah jumlahnya. Perhatikan bahwa dua uang tembaga (atau “peser” TB yang arti harafiahnya: “tipis”) si janda adalah semua miliknya. Jadi, si janda memberi lebih banyak. Uang tembaga adalah mata uang terkecil; dan si janda (Yunani: khera, artinya: kosong) adalah orang tak berpunya. Walau sedikit, jumlah itu besar bagi si “kosong”.

Sudut pandang Yesus terhadap persembahan kita sudah pasti bukan soal besarnya jumlah, melainkan besarnya kasih yang memampukan kita untuk mau memberi sampai “merasa sakit”. Saat kita berani memberi dengan rela sejumlah persembahan yang ketika diberikan terasa “sakit” sebab itu bagian dari penghidupan kita maka kita tak perlu ragu. Pemberian yang demikian sangat dihargai oleh Tuhan. Seperti Ibu Teresa pernah menulis: “Satu hal yang saya pinta dari Anda, jangan pernah takut untuk memberi. Namun, jangan memberi dari kelebihan Anda. Berikanlah saat hal itu sukar bagi Anda” –DKL

TUHAN, AJAR SAYA UNTUK TIDAK SEMBARANGAN MEMBERI

TETAPI MEMBERI DENGAN SUNGGUH DARI KASIH SEJATI DI HATI

Dikutip : www.sabda.org

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: