TEMPAT IBADAH VS SARANG PENYAMUN

Jumat, 4 Mei 2012

Bacaan : Yeremia 7:1-15

7:1. Firman yang datang kepada Yeremia dari pada TUHAN, bunyinya:

7:2 “Berdirilah di pintu gerbang rumah TUHAN, serukanlah di sana firman ini dan katakanlah: Dengarlah firman TUHAN, hai sekalian orang Yehuda yang masuk melalui semua pintu gerbang ini untuk sujud menyembah kepada TUHAN!

7:3 Beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Perbaikilah tingkah langkahmu dan perbuatanmu, maka Aku mau diam bersama-sama kamu di tempat ini.

7:4 Janganlah percaya kepada perkataan dusta yang berbunyi: Ini bait TUHAN, bait TUHAN, bait TUHAN,

7:5 melainkan jika kamu sungguh-sungguh memperbaiki tingkah langkahmu dan perbuatanmu, jika kamu sungguh-sungguh melaksanakan keadilan di antara kamu masing-masing,

7:6 tidak menindas orang asing, yatim dan janda, tidak menumpahkan darah orang yang tak bersalah di tempat ini dan tidak mengikuti allah lain, yang menjadi kemalanganmu sendiri,

7:7 maka Aku mau diam bersama-sama kamu di tempat ini, di tanah yang telah Kuberikan kepada nenek moyangmu, dari dahulu kala sampai selama-lamanya.

7:8 Tetapi sesungguhnya, kamu percaya kepada perkataan dusta yang tidak memberi faedah.

7:9 Masakan kamu mencuri, membunuh, berzinah dan bersumpah palsu, membakar korban kepada Baal dan mengikuti allah lain yang tidak kamu kenal,

7:10 kemudian kamu datang berdiri di hadapan-Ku di rumah yang atasnya nama-Ku diserukan, sambil berkata: Kita selamat, supaya dapat pula melakukan segala perbuatan yang keji ini!

7:11 Sudahkah menjadi sarang penyamun di matamu rumah yang atasnya nama-Ku diserukan ini? Kalau Aku, Aku sendiri melihat semuanya, demikianlah firman TUHAN.

7:12 Tetapi baiklah pergi dahulu ke tempat-Ku yang di Silo itu, di mana Aku membuat nama-Ku diam dahulu, dan lihatlah apa yang telah Kulakukan kepadanya karena kejahatan umat-Ku Israel!

7:13 Maka sekarang, oleh karena kamu telah melakukan segala perbuatan itu juga, demikianlah firman TUHAN, dan oleh karena kamu tidak mau mendengarkan, sekalipun Aku berbicara kepadamu terus-menerus, dan kamu tidak mau menjawab, sekalipun Aku berseru kepadamu,

7:14 karena itulah kepada rumah, yang atasnya nama-Ku diserukan dan yang kamu andalkan itu, dan kepada tempat, yang telah Kuberikan kepadamu dan kepada nenek moyangmu itu, akan Kulakukan seperti yang telah Kulakukan kepada Silo;

7:15 Aku akan melemparkan kamu dari hadapan-Ku, seperti semua saudaramu, yakni seluruh keturunan Efraim, telah Kulemparkan.”

 

TEMPAT IBADAH VS SARANG PENYAMUN

Dalam cerita Ali Baba atau dongeng 1001 malam lainnya kerap muncul tokoh penyamun. Para penyamun itu selalu lari ke gua, ke sarangnya, tiap kali selesai merampok. Mengapa? Karena di sarang itu mereka merasa aman dan puas bersenang-senang, sebelum keluar untuk merampok lagi. Mungkinkah rumah ibadah hari ini berpotensi menjadi “sarang penyamun”?

Bacaan kita hari ini menunjukkan Allah yang tidak mau hadir dalam ibadah umat Israel (ayat 3 dan 7). Mengapa? Karena perilaku dan sikap hati mereka seperti penyamun: masuk ke rumah ibadah hanya mencari rasa aman, tetapi tingkah laku mereka tidak pernah berubah (ayat 8-10). Kemungkinan besar para pemimpin di Bait Tuhan memiliki andil besar atas penyalahgunaan ibadah ini sehingga Tuhan menyebut perkataan mereka sebagai dusta (ayat 4, bandingkan dengan pasal 23:16-17). Umat jadi merasa selalu di pihak Tuhan dan diberkati Tuhan meski di luar Bait Tuhan terus mengulang kejahatan (ayat 10). Mengerikan!

Gereja atau persekutuan kristiani bukanlah tempat untuk mencari rasa aman dan berbagai alasan pemaaf untuk kelakuan kita yang jahat. Jika selama ini kita mempraktikkan mental penyamun, mari bertobat! Tuhan berkenan atas umat yang datang dengan gentar dan sesal mengakui segala kebobrokannya, dan mau berbalik memperbaiki hidup bersama-Nya. Mari berdoa agar gereja-gereja di Indonesia dipenuhi dengan makin banyak anak-anak Tuhan yang hidupnya sungguh-sungguh diubahkan oleh Firman dan menjadi agen perubahan di tengah bangsa yang dikenal saleh tetapi masih sarat dengan kejahatan dan malapetaka ini. –ICW

GEREJA DIPANGGIL UNTUK HADIRKAN IBADAH SEJATI:

HIDUP UMAT YANG SESUAI FIRMAN SETIAP HARI.

Dikutip : www.sabda.org

Iklan