MENYEMBUNYIKAN KEBENARAN

Minggu, 13 Mei 2012

Bacaan : Mazmur 78:1-11

78:1. Nyanyian pengajaran Asaf. Pasanglah telinga untuk pengajaranku, hai bangsaku, sendengkanlah telingamu kepada ucapan mulutku.

78:2 Aku mau membuka mulut mengatakan amsal, aku mau mengucapkan teka-teki dari zaman purbakala.

78:3 Yang telah kami dengar dan kami ketahui, dan yang diceritakan kepada kami oleh nenek moyang kami,

78:4 kami tidak hendak sembunyikan kepada anak-anak mereka, tetapi kami akan ceritakan kepada angkatan yang kemudian puji-pujian kepada TUHAN dan kekuatan-Nya dan perbuatan-perbuatan ajaib yang telah dilakukan-Nya.

78:5 Telah ditetapkan-Nya peringatan di Yakub dan hukum Taurat diberi-Nya di Israel; nenek moyang kita diperintahkan-Nya untuk memperkenalkannya kepada anak-anak mereka,

78:6 supaya dikenal oleh angkatan yang kemudian, supaya anak-anak, yang akan lahir kelak, bangun dan menceritakannya kepada anak-anak mereka,

78:7 supaya mereka menaruh kepercayaan kepada Allah dan tidak melupakan perbuatan-perbuatan Allah, tetapi memegang perintah-perintah-Nya;

78:8 dan jangan seperti nenek moyang mereka, angkatan pendurhaka dan pemberontak, angkatan yang tidak tetap hatinya dan tidak setia jiwanya kepada Allah.

 

78:9. Bani Efraim, pemanah-pemanah yang bersenjata lengkap, berbalik pada hari pertempuran;

78:10 mereka tidak berpegang pada perjanjian Allah dan enggan hidup menurut Taurat-Nya.

78:11 Mereka melupakan pekerjaan-pekerjaan-Nya dan perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib, yang telah diperlihatkan-Nya kepada mereka.

 

MENYEMBUNYIKAN KEBENARAN

Dalam sebuah pertemuan guru dan orangtua, peserta diminta menilai perbedaan dua daftar judul cerita sekolah minggu. Daftar pertama: Adam dan Hawa, Nuh Membuat Bahtera, Berani Seperti Daniel. Daftar kedua: Tuhan Menciptakan Dunia dan Manusia, Tuhan Menghukum Dunia dengan Air Bah, Tuhan Menyelamatkan Daniel dari Gua Singa. Sangat jelas. Daftar pertama berbicara tentang manusia, yang kedua tentang Tuhan. Alkitab merupakan satu kesatuan kisah Tuhan dan rencana-Nya yang agung atas dunia ini, namun sering diajarkan dan diterima orang sebagai kumpulan kisah teladan moral.

Yang demikian bukanlah tekad Asaf. Ia mengajak segenap bangsanya untuk memperkenalkan Tuhan dan karya-Nya dari generasi ke generasi (ayat 5-6). Asaf memulai dari dirinya sendiri (ayat 2-3). Bukan hanya kebaikan dan kehebatan Tuhan yang ia ceritakan, tetapi juga murka-Nya terhadap dosa (lihat ayat 12-72). Tak ada aspek yang disembunyikan Asaf. Ia sengaja melakukannya dengan tujuan: supaya yang mendengar percaya kepada Tuhan dan memegang perintah-perintah-Nya (ayat 7), tidak mengulangi kesalahan para orangtua yang tidak setia (ayat 8).

Tentu tak ada di antara kita yang berniat menyembunyikan kebenaran Tuhan. Namun, itu bisa terjadi karena kita sendiri tidak memiliki pengenalan yang benar akan Tuhan. Kita enggan belajar apalagi hidup dalam firman-Nya. Bagaimana bisa membagikan sesuatu yang kita sendiri tidak punya? Mari bertekad seperti Asaf. Mengenal dan memperkenalkan Tuhan dari generasi ke generasi, supaya mereka percaya dan memegang perintah-perintah-Nya. –ELS

SEJAUH MANA PENGENALAN KITA AKAN TUHAN,

SEJAUH ITULAH KITA DAPAT MENOLONG ORANG LAIN UNTUK MENGENAL-NYA.

Dikutip : www.sabda.org

Iklan