SYUKURIN!

Sabtu, 26 Mei 2012

Bacaan : Obaja 1:8-16

1:8 Bukankah pada waktu itu, demikianlah firman TUHAN, Aku akan melenyapkan orang-orang bijaksana dari Edom, dan pengertian dari pegunungan Esau?

1:9 Juga para pahlawanmu, hai Teman, akan tertegun, supaya semua orang di pegunungan Esau lenyap terbunuh.

 

1:10. Karena kekerasan terhadap saudaramu Yakub, maka cela akan meliputi engkau, dan engkau akan dilenyapkan untuk selama-lamanya.

1:11 Pada waktu engkau berdiri di kejauhan, sedang orang-orang luar mengangkut kekayaan Yerusalem dan orang-orang asing memasuki pintu gerbangnya dan membuang undi atasnya, engkaupun seperti salah seorang dari mereka itu.

1:12 Janganlah memandang rendah saudaramu, pada hari kemalangannya, dan janganlah bersukacita atas keturunan Yehuda pada hari kebinasaannya; dan janganlah membual pada hari kesusahannya.

1:13 Janganlah masuk ke pintu gerbang umat-Ku pada hari sialnya, bahkan janganlah memandang ringan malapetaka yang menimpanya pada hari sialnya; dan janganlah merenggut kekayaannya pada hari sialnya.

1:14 Janganlah berdiri di persimpangan untuk melenyapkan orang-orangnya yang luput, dan janganlah serahkan orang-orangnya yang terlepas pada hari kesusahan.

1:15 Sebab telah dekat hari TUHAN menimpa segala bangsa. Seperti yang engkau lakukan, demikianlah akan dilakukan kepadamu, perbuatanmu akan kembali menimpa kepalamu sendiri.

1:16 Sesungguhnya, seperti kamu telah minum di atas gunung-Ku yang kudus, segala bangsapun akan minum dengan tidak henti-hentinya; bahkan, mereka akan minum dengan lahap, dan mereka akan menjadi seakan-akan mereka tidak pernah ada.

 

SYUKURIN!

Syukurin, ” gumam seorang teman ketika tokoh antagonis sebuah film dihajar habis-habisan. Memang beberapa sutradara begitu pintar menyusun plot cerita hingga tidak jarang memancing reaksi dari dasar hati penonton. Dalam kenyataan, kita senang melihat orang jahat menelan buah pahit perbuatannya. Bisa jadi itu salah satu jawaban doa kita. Akan tetapi, apakah Tuhan juga senang dengan hal itu?

Bangsa Edom bersukacita ketika Israel saudaranya mengalami malapetaka, bahkan ikut menindas bangsa yang sudah terpuruk itu (ayat 10-11). Catatan Perjanjian Lama menunjukkan kehancuran kerajaan Israel dan Yehuda diakibatkan oleh pemberontakan mereka terhadap Tuhan. Salahkah jika Edom menyambut penghancuran mereka dengan bersemangat? Tuhan dengan jelas menentang Edom (ayat 12-14). Dalam bagian lain, Tuhan sendiri berkata bahwa Dia menghendaki pertobatan, bukan kematian orang fasik (lihat Yehezkiel 33:11). Seharusnya Edom gentar dan merendahkan diri di hadapan Tuhan. Jika Tuhan tidak segan menghajar umat pilihan-Nya sendiri, bagaimana mungkin mereka berpikir mereka bisa luput (ayat 15-16)?

Penghukuman Tuhan dimaksudkan agar manusia bertobat dan terhindar dari penghukuman kekal. Ketika ada saudara yang jatuh dalam dosa dan didisiplin Tuhan, seharusnya kita berbelas kasih dan mendoakan agar pengalaman itu membawa mereka makin mengenal Tuhan dan taat kepada-Nya. Dan, seharusnya kita tidak mengulangi kisah mereka. Dengan gentar di hadapan Tuhan yang kudus, kita perlu memohon kasih karunia untuk menjalani hidup yang berkenan di hadapan-Nya. –ELS

KITA ADALAH SESAMA PENDOSA YANG MENERIMA PENGAMPUNAN.

BENCILAH DOSA, TETAPI KASIHILAH SESAMA YANG TERBELENGGU DOSA.

Dikutip : www.sabda.org

Iklan