MEMFITNAH ALLAH

Senin, 8 Oktober 2012

Bacaan : Ayub 42:7-10

42:7. Setelah TUHAN mengucapkan firman itu kepada Ayub, maka firman TUHAN kepada Elifas, orang Teman: “Murka-Ku menyala terhadap engkau dan terhadap kedua sahabatmu, karena kamu tidak berkata benar tentang Aku seperti hamba-Ku Ayub.

42:8 Oleh sebab itu, ambillah tujuh ekor lembu jantan dan tujuh ekor domba jantan dan pergilah kepada hamba-Ku Ayub, lalu persembahkanlah semuanya itu sebagai korban bakaran untuk dirimu, dan baiklah hamba-Ku Ayub meminta doa untuk kamu, karena hanya permintaannyalah yang akan Kuterima, supaya Aku tidak melakukan aniaya terhadap kamu, sebab kamu tidak berkata benar tentang Aku seperti hamba-Ku Ayub.”

42:9 Maka pergilah Elifas, orang Teman, Bildad, orang Suah, dan Zofar, orang Naama, lalu mereka melakukan seperti apa yang difirmankan TUHAN kepada mereka. Dan TUHAN menerima permintaan Ayub.

 

42:10. Lalu TUHAN memulihkan keadaan Ayub, setelah ia meminta doa untuk sahabat-sahabatnya, dan TUHAN memberikan kepada Ayub dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu.

 

MEMFITNAH ALLAH

Ada cerita menarik di seputar kampanye kepala daerah. Kupon sembako gratis dibagi-bagikan kepada masyarakat atas nama calon tertentu. Ketika masyarakat mendatangi rumah sang calon, mereka diberitahu bahwa itu kupon palsu dan tidak ada program pembagian sembako dari sang calon. Sang calon sendiri merasa geram karena ia dipermalukan dengan cara seperti itu. Baginya itu fitnah yang menyakitkan

Dalam bacaan kita, Allah murka kepada Elifas, Bildad dan Zofar, ketiga teman Ayub karena mereka memiliki dan mengajarkan pemahaman yang salah tentang Dia (ayat 7-8). Allah difitnah. Mereka mengatakan hal-hal yang kedengarannya baik, namun tidak tepat tentang Allah. Berdasarkan hal itu mereka menyalahkan Ayub dengan penuh keyakinan. Pemahaman akan Allah yang tidak tepat, yang kemudian disampaikan kepada orang lain, pada hakikatnya adalah fitnahan terhadap Allah. Celakanya jika nasihat dan pengajaran yang demikian banyak didengar oleh orang-orang yang ingin mencari Allah dengan tulus. Banyak orang akan ikut memiliki pengenalan yang tidak tepat tentang Allah, lalu bisa kecewa atau menuntut sesuatu yang tidak pernah dikatakan atau dijanjikan-Nya

Pemahaman seseorang akan Allah-nya pastilah akan memengaruhi hidup kesehariannya. Allah yang seperti apakah yang kita kenal selama ini? Sesuaikah dengan penyataan Allah tentang diri-Nya dalam Alkitab? Seberapa banyak hidup kita dipengaruhi pengenalan tersebut? Lalu, Allah yang seperti apa yang sedang kita ceritakan kepada orang lain melalui perkataan dan hidup kita? Yakinkah kita bahwa kita tidak sedang memfitnah Dia? –PBS

KENALI HAL-HAL YANG BENAR DARI ALLAH

KATAKAN HAL-HAL YANG BENAR TENTANG ALLAH

Dikutip : www.sabda.org

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: