KESEDIHAN ROH KUDUS

Minggu, 14 Oktober 2012

Bacaan : Yesaya 63:7-14

63:7. Aku hendak menyebut-nyebut perbuatan kasih setia TUHAN, perbuatan TUHAN yang masyhur, sesuai dengan segala yang dilakukan TUHAN kepada kita, dan kebajikan yang besar kepada kaum Israel yang dilakukan-Nya kepada mereka sesuai dengan kasih sayang-Nya dan sesuai dengan kasih setia-Nya yang besar.

63:8 Bukankah Ia berfirman: “Sungguh, merekalah umat-Ku, anak-anak yang tidak akan berlaku curang,” maka Ia menjadi Juruselamat mereka

63:9 dalam segala kesesakan mereka. Bukan seorang duta atau utusan, melainkan Ia sendirilah yang menyelamatkan mereka; Dialah yang menebus mereka dalam kasih-Nya dan belas kasihan-Nya. Ia mengangkat dan menggendong mereka selama zaman dahulu kala.

63:10 Tetapi mereka memberontak dan mendukakan Roh Kudus-Nya; maka Ia berubah menjadi musuh mereka, dan Ia sendiri berperang melawan mereka.

63:11 Lalu teringatlah mereka kepada zaman dahulu kala, zaman Musa, hamba-Nya itu: Di manakah Dia yang membawa mereka naik dari laut bersama-sama dengan penggembala kambing domba-Nya? Di manakah Dia yang menaruh Roh Kudus-Nya dalam hati mereka;

63:12 yang dengan tangan-Nya yang agung menyertai Musa di sebelah kanan; yang membelah air di depan mereka untuk membuat nama abadi bagi-Nya;

63:13 yang menuntun mereka melintasi samudera raya seperti kuda melintasi padang gurun? Mereka tidak pernah tersandung,

63:14 seperti ternak yang turun ke dalam lembah. Roh TUHAN membawa mereka ke tempat perhentian. Demikianlah Engkau memimpin umat-Mu untuk membuat nama yang agung bagi-Mu.

 

KESEDIHAN ROH KUDUS

Francis Chan, penulis buku Forgotten God mengakui bahwa untuk waktu yang lama, ia merasa agak berlebihan jika ia sebagai manusia yang lemah bisa mendukakan Roh Kudus yang begitu hebat. Ia mengevaluasi bahwa dalam budayanya, memiliki perasaan atau emosi adalah sebuah kelemahan, sehingga ia seolah-olah mengecilkan sosok Roh Kudus ketika berkata bahwa Roh Kudus bisa berduka

Namun, kenyataannya Alkitab jelas mengatakan bahwa Roh Kudus memang bisa berduka. Yesaya berdoa mengakui dan mohon pengampunan Tuhan atas perilaku umat Israel yang mendukakan Roh Kudus (ayat 10). Perilaku mereka itu telah membuat Tuhan murka. Kita juga diperingatkan dalam Perjanjian Baru untuk tidak menentang dan membuat Roh Kudus berduka (Matius 12:32). Allah memberikan Roh-Nya dalam hati umat-Nya untuk menginsafkan mereka akan dosa dan hidup baru seturut kehendak-Nya (ayat 11, bandingkan dengan Yehezkiel 36:27). Ini menunjukkan bahwa Roh Kudus hadir dengan kerinduan agar orang berdosa bertobat. Menolak untuk mendengarkan Roh Kudus berarti menolak untuk sungguh-sungguh bertobat dari kelakuan kita yang jahat dan menerima anugerah Allah. Betapa ini menyedihkan hati-Nya!

Dalam perenungannya akan hal ini, Francis menulis, “Saya yakin jika kita benar-benar memedulikan kesedihan Roh Kudus, perkelahian, perceraian, dan perpecahan dalam gereja kita akan berkurang…. Saya berdoa agar beberapa dari Anda, pembaca, akan merasa begitu hancur karena telah membuat Roh Kudus berduka … sehingga Anda berusaha menyelesaikan setiap konflik yang Anda miliki….” Apakah Anda salah satunya? –ELS

AMPUNILAH AKU YANG MENDUKAKAN HATI-MU, YA ROH KUDUS

 LEMBUTKANLAH HATIKU UNTUK TIDAK MELAKUKANNYA LAGI

Dikutip : www.sabda.org

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: