DITOPANG KESETIAAN

Sabtu, 20 Oktober 2012

Bacaan : Mazmur 91

91:1. Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa

91:2 akan berkata kepada TUHAN: “Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.”

91:3 Sungguh, Dialah yang akan melepaskan engkau dari jerat penangkap burung, dari penyakit sampar yang busuk.

91:4 Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung, kesetiaan-Nya ialah perisai dan pagar tembok.

91:5 Engkau tak usah takut terhadap kedahsyatan malam, terhadap panah yang terbang di waktu siang,

91:6 terhadap penyakit sampar yang berjalan di dalam gelap, terhadap penyakit menular yang mengamuk di waktu petang.

91:7 Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu.

91:8 Engkau hanya menontonnya dengan matamu sendiri dan melihat pembalasan terhadap orang-orang fasik.

 

91:9. Sebab TUHAN ialah tempat perlindunganmu, Yang Mahatinggi telah kaubuat tempat perteduhanmu,

91:10 malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu;

91:11 sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu.

91:12 Mereka akan menatang engkau di atas tangannya, supaya kakimu jangan terantuk kepada batu.

91:13 Singa dan ular tedung akan kaulangkahi, engkau akan menginjak anak singa dan ular naga.

91:14 “Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku.

91:15 Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya.

91:16 Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari pada-Ku.”

 

DITOPANG KESETIAAN

Karena tuntutan kerja, pasangan suami-isteri Robert dan Tiur sering harus bertugas di kota yang berbeda. Pernah teman Tiur berkomentar, “Tidak khawatir Robert mendapat godaan? Atau kamu yang tergoda?” Tiur tergelak. Pernikahan mereka kini sudah bertahan lebih dari 40 tahun. Rahasianya? “Kepercayaan itu kan bukan untuk diselewengkan, melainkan dipelihara. Jadi, meskipun sering berjauhan, kami tetap terbuka dan merawat kepercayaan satu sama lain, ” kata Tiur. Sebuah potret indah tentang kesetiaan

Kesetiaan, dalam bahasa Ibrani berarti sesuatu yang kokoh, teguh, pasti, dapat diandalkan. Itulah sebabnya, pemazmur menggambarkan kesetiaan Allah sebagai perisai dan pagar tembok, perlindungan yang tahan guncangan, sanggup menangkis berbagai serangan, dan mampu meluputkannya dari ancaman bahaya (ayat 4). Dalam perlindungan kesetiaan Allah, ia menemukan rasa aman yang sejati: bahwa Dia tidak berubah dan janji pemeliharaan-Nya dapat dipercaya (ayat 1-2, 9-11). Kesetiaan adalah karakter Allah sendiri yang terus-menerus menopang alam semesta

Bukan hanya Allah itu setia, Dia juga berkenan menjadikan kita orang-orang yang memiliki kesetiaan (Galatia 5:22). Sudahkah buah Roh Kudus ini kita miliki? Dia ingin kita mencerminkan kesetiaan-Nya. Sebagai orang percaya, kita digambarkan sebagai mempelai perempuan Kristus, dan Kristus adalah mempelai laki-laki yang setia. Makin teguh pengertian kita akan kesetiaan-Nya, makin kuat motivasi kita untuk setia baik dalam hubungan dengan Allah maupun dengan sesama. –ARS

KESETIAAN ADALAH KARAKTER ALLAH

DAN SEHARUSNYA JUGA MENJADI KARAKTER KITA

Dikutip : www.sabda.org

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: