DEKLARASI 268

Minggu, 28 Oktober 2012

Bacaan : Yesaya 26:1-21

26:1. Pada waktu itu nyanyian ini akan dinyanyikan di tanah Yehuda: “Pada kita ada kota yang kuat, untuk keselamatan kita TUHAN telah memasang tembok dan benteng.

26:2 Bukalah pintu-pintu gerbang, supaya masuk bangsa yang benar dan yang tetap setia!

26:3 Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya.

26:4 Percayalah kepada TUHAN selama-lamanya, sebab TUHAN ALLAH adalah gunung batu yang kekal.

26:5. Sebab Ia sudah menundukkan penduduk tempat tinggi; kota yang berbenteng telah direndahkan-Nya, direndahkan-Nya sampai ke tanah dan dicampakkan-Nya sampai ke debu.

26:6 Kaki orang-orang sengsara, telapak kaki orang-orang lemah akan menginjak-injaknya.”

26:7 Jejak orang benar adalah lurus, sebab Engkau yang merintis jalan lurus baginya.

26:8 Ya TUHAN, kami juga menanti-nantikan saatnya Engkau menjalankan penghakiman; kesukaan kami ialah menyebut nama-Mu dan mengingat Engkau.

26:9 Dengan segenap jiwa aku merindukan Engkau pada waktu malam, juga dengan sepenuh hati aku mencari Engkau pada waktu pagi; sebab apabila Engkau datang menghakimi bumi, maka penduduk dunia akan belajar apa yang benar.

26:10 Seandainya orang fasik dikasihani, ia tidak akan belajar apa yang benar; ia akan berbuat curang di negeri di mana hukum berlaku, dan tidak akan melihat kemuliaan TUHAN.

26:11 Ya TUHAN, tangan-Mu dinaikkan, tetapi mereka tidak melihatnya. Biarlah mereka melihat kecemburuan-Mu karena umat-Mu dan biarlah mereka mendapat malu! Biarlah api yang memusnahkan lawan-Mu memakan mereka habis!

26:12. Ya TUHAN, Engkau akan menyediakan damai sejahtera bagi kami, sebab segala sesuatu yang kami kerjakan, Engkaulah yang melakukannya bagi kami.

26:13 Ya TUHAN, Allah kami, tuan-tuan lain pernah berkuasa atas kami, tetapi hanya nama-Mu saja kami masyhurkan.

26:14 Mereka sudah mati, tidak akan hidup pula, sudah menjadi arwah, tidak akan bangkit pula; sesungguhnya, Engkau telah menghukum dan memunahkan mereka, dan meniadakan segala ingatan kepada mereka.

26:15 Ya TUHAN, Engkau telah membuat bangsa ini bertambah-tambah, ya, membuat bertambah-tambah umat kemuliaan-Mu; Engkau telah sangat memperluas negerinya.

26:16 Ya TUHAN, dalam kesesakan mereka mencari Engkau; ketika hajaran-Mu menimpa mereka, mereka mengeluh dalam doa.

26:17 Seperti perempuan yang mengandung yang sudah dekat waktunya untuk melahirkan, menggeliat sakit, mengerang karena sakit beranak, demikianlah tadinya keadaan kami di hadapan-Mu, ya TUHAN:

26:18 Kami mengandung, kami menggeliat sakit, tetapi seakan-akan kami melahirkan angin: kami tidak dapat mengadakan keselamatan di bumi, dan tiada lahir penduduk dunia.

26:19 Ya, TUHAN, orang-orang-Mu yang mati akan hidup pula, mayat-mayat mereka akan bangkit pula. Hai orang-orang yang sudah dikubur di dalam tanah bangkitlah dan bersorak-sorai! Sebab embun TUHAN ialah embun terang, dan bumi akan melahirkan arwah kembali.

26:20. Mari bangsaku, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintumu sesudah engkau masuk, bersembunyilah barang sesaat lamanya, sampai amarah itu berlalu.

26:21 Sebab sesungguhnya, TUHAN mau keluar dari tempat-Nya untuk menghukum penduduk bumi karena kesalahannya, dan bumi tidak lagi menyembunyikan darah yang tertumpah di atasnya, tidak lagi menutupi orang-orang yang mati terbunuh di sana.

DEKLARASI 268

Sejak 1928, tiap tahun orang-orang muda dari berbagai penjuru Indonesia mendeklarasikan Sumpah Pemuda. Satu tanah air, satu bangsa, satu bahasa. Indonesia masih dijajah ketika tekad ini pertama kali diserukan. Namun, para pemuda sepenuh hati mengerahkan segenap daya dan pikiran terbaik mereka untuk membangun persatuan dan meraih kemerdekaan

Sejak 1997, tiap tahun puluhan ribu pemuda kristiani dari berbagai penjuru dunia juga mendeklarasikan tekad yang disebut Deklarasi 268 karena dilandaskan pada Yesaya 26:8. Pernyataan awalnya berbunyi: “Karena saya diciptakan oleh Allah dan untuk kemuliaan-Nya, saya akan membesarkan Dia dengan meresponi kasih-Nya yang besar. Kerinduan saya adalah menjadikan pengenalan dan kehangatan relasi dengan Allah sebagai pencarian terbesar dalam hidup saya.” Pembaruan yang dirindukan Yesaya dan umat Tuhan kini menjadi cita-cita mereka juga

Bayangkanlah sebuah generasi yang hari-harinya digelorakan, bukan oleh tren baju atau alat elektronik terbaru, tetapi oleh nilai-nilai Allah yang benar dan adil dalam segala bidang

Bayangkanlah jutaan orang muda yang kesukaan terbesarnya bukanlah memperbarui status facebook atau mencari cara tercepat menjadi kaya, tetapi merenungkan dan membicarakan tentang Pribadi dan karya Tuhan yang agung, dan bagaimana kegiatan mereka hari itu dapat menghormati serta menyukakan hati-Nya. Di tengah berbagai gejolak yang dialami bangsa ini, bagaimana jika kita ikut mendeklarasikan hal yang sama dan mulai mengerahkan segenap daya dan pikiran terbaik kita untuk cita-cita tersebut? –MEL

PEMBARUAN SEJATI TERJADI

 KETIKA TUHAN MENJADI HARTA TERBESAR KITA DI BUMI

Dikutip : www.sabda.org

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: