IBADAH DI SURGA

Selasa, 11 Desember 2012

Bacaan: Wahyu 22:1-5

22:1. Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu.

22:2 Di tengah-tengah jalan kota itu, yaitu di seberang-menyeberang sungai itu, ada pohon-pohon kehidupan yang berbuah dua belas kali, tiap-tiap bulan sekali; dan daun pohon-pohon itu dipakai untuk menyembuhkan bangsa-bangsa.

22:3 Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya,

22:4 dan mereka akan melihat wajah-Nya, dan nama-Nya akan tertulis di dahi mereka.

22:5 Dan malam tidak akan ada lagi di sana, dan mereka tidak memerlukan cahaya lampu dan cahaya matahari, sebab Tuhan Allah akan menerangi mereka, dan mereka akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya.

 

IBADAH DI SURGA

Apa yang Anda bayangkan tentang surga? Seorang pendeta mengaku bahwa tiap kali memikirkan surga, ia membayangkan betapa membosankannya hidup melayang di antara awan dan tidak melakukan apa-apa …. Gambaran surga yang membosankan itu muncul dari dua asumsi yang keliru: Pertama, Tuhan itu membosankan. Kedua, hidup tanpa dosa itu tidak menarik.

Gambaran Alkitab tentang surga jauh dari membosankan. Di sana ada semarak kota kerajaan di mana umat Tuhan memerintah atas bangsa-bangsa bersama Tuhan sendiri (ayat 2, 5, bandingkan Wahyu 21:23-26). Ibadah di surga pasti sangat menggairahkan, bukan saja karena kehadiran segala suku bangsa tetapi terutama karena kehadiran Tuhan sendiri (ayat 3, bandingkan Wahyu 7:9-10). Bukankah melewatkan waktu bersama Pribadi Yang Mahakuasa, Mahakreatif, dan Mahakasih itu pasti sangat menyenangkan? Yang tidak ada di surga adalah semua yang tidak baik (ayat 3). Dengan kata lain di sana tidak ada dosa, kepura-puraan, korupsi, kemacetan, kanker, polusi, dan semua keburukan yang bisa kita lihat di dunia.

Tidakkah kebenaran yang menakjubkan tentang masa depan ini menggugah kita untuk mempersiapkan diri sejak sekarang? Menjadikan pekerjaan tiap hari sebagai ibadah kepada-Nya. Merayakan betapa luar biasanya Tuhan dan masa depan kekal yang Dia siapkan, besok, umat kristiani sedunia bersepakat menaikkan pujian dan doa bersama dalam Global Day of Worship (Hari Penyembahan Sedunia). Ajaklah keluarga atau rekan-rekan Anda ambil bagian di dalamnya. –JOE

BERSUKACITA BERSAMA PRIBADI TERHEBAT DI ALAM SEMESTA

BISA DIMULAI HARI INI JUGA, DAN DITERUSKAN SELAMANYA DI SURGA.

Dikutip : www.sabda.org

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: