KEPALA DAN TUBUH

Rabu, 26 Desember 2012

Bacaan: Kolose 1:15-23

1:15 Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan,

1:16 karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.

1:17 Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia.

1:18 Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu.

1:19 Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia,

1:20 dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus.

1:21 Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat,

1:22 sekarang diperdamaikan-Nya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya, untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapan-Nya.

1:23 Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit, dan yang aku ini, Paulus, telah menjadi pelayannya.

 

KEPALA DAN TUBUH

Dalam sejarah kerajaan Tiongkok, hukuman pancung merupakan pilihan terbanyak dalam melaksanakan hukuman mati. Memisahkan kepala dari tubuh membuat proses kematian cepat dan pasti. Hanya dalam sulap atau film kartun kita bisa menyaksikan kepala terpisah dari tubuh tanpa harus mati.

Dalam menggambarkan hubungan Kristus dengan jemaat-Nya, rasul Paulus menggunakan analogi kepala dan tubuh ini. Kristus adalah kepala, jemaat adalah tubuh-Nya (ayat 18). Mengapa? Karena Kristus adalah gambaran dari Allah sendiri (ayat 15). Segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia (ayat 16). Segala kepenuhan Allah ada di dalam Dia (ayat 19). Itu artinya, apa yang ada dalam Pribadi Allah, juga dinyatakan dalam Pribadi Yesus Kristus. Untuk dapat hidup berkenan pada Allah, tepatlah jika jemaat meneladani Kristus. Lebih dari itu, Kristuslah yang memungkinkan manusia bisa diperdamaikan dengan Allah (ayat 21-22). Tanpa Kristus, tidak ada orang yang berkenan kepada Allah. Itulah alasan Dia disebut Kepala –oleh karena keutamaan-Nya. Sebagai Kepala, Kristus berhak memimpin dan mengarahkan jemaat-Nya.

Bagaimanakah selama ini kita menempatkan Kristus dalam kehidupan pribadi maupun berjemaat? Ketika kita lebih mementingkan aktivitas rohani daripada membangun karakter sesuai firman Tuhan, Kristus sedang tidak diutamakan. Ketika pengharapan Injil digantikan oleh pengharapan atas kekuatan sendiri, Kristus telah digeser dari tempat-Nya. Tanpa kepala, tubuh mati. Tanpa Kristus, tidaklah mungkin komunitas orang percaya dapat tetap hidup berkenan kepada Allah. Apakah Kristus adalah “Kepala” dalam kehidupan Anda? –JAP

JIKA TUBUH TIDAK LAGI TAAT PADA KEPALA,

 KEMUNGKINAN TUBUH SUDAH TERLEPAS DARI KEPALA.

Dikutip : www.sabda.org

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: