MENOLAK HADIAH MOBIL

Senin, 11 Maret 2013

Bacaan: Kejadian 23:1-20

23:1. Sara hidup seratus dua puluh tujuh tahun lamanya; itulah umur Sara.

23:2 Kemudian matilah Sara di Kiryat-Arba, yaitu Hebron, di tanah Kanaan, lalu Abraham datang meratapi dan menangisinya.

 

23:3. Sesudah itu Abraham bangkit dan meninggalkan isterinya yang mati itu, lalu berkata kepada bani Het:

23:4 “Aku ini orang asing dan pendatang di antara kamu; berikanlah kiranya kuburan milik kepadaku di tanah kamu ini, supaya kiranya aku dapat mengantarkan dan menguburkan isteriku yang mati itu.”

23:5 Bani Het menjawab Abraham:

23:6 “Dengarlah kepada kami, tuanku. Tuanku ini seorang raja agung di tengah-tengah kami; jadi kuburkanlah isterimu yang mati itu dalam kuburan kami yang terpilih, tidak akan ada seorangpun dari kami yang menolak menyediakan kuburannya bagimu untuk menguburkan isterimu yang mati itu.”

23:7 Kemudian bangunlah Abraham lalu sujud kepada bani Het, penduduk negeri itu,

23:8 serta berkata kepada mereka: “Jika kamu setuju, bahwa aku mengantarkan dan menguburkan isteriku yang mati itu, maka dengarkanlah aku dan tolonglah mintakan dengan sangat kepada Efron bin Zohar,

23:9 supaya ia memberikan kepadaku gua Makhpela miliknya itu, yang terletak di ujung ladangnya; baiklah itu diberikannya kepadaku dengan harga penuh untuk menjadi kuburan milikku di tengah-tengah kamu.”

23:10 Pada waktu itu Efron hadir di tengah-tengah bani Het. Maka jawab Efron, orang Het itu, kepada Abraham dengan didengar oleh bani Het, oleh semua orang yang datang di pintu gerbang kota:

23:11 “Tidak, tuanku, dengarkanlah aku; ladang itu kuberikan kepadamu dan gua yang di sanapun kuberikan kepadamu; di depan mata orang-orang sebangsaku kuberikan itu kepadamu; kuburkanlah isterimu yang mati itu.”

23:12 Lalu sujudlah Abraham di depan penduduk negeri itu

23:13 serta berkata kepada Efron dengan didengar oleh mereka: “Sesungguhnya, jika engkau suka, dengarkanlah aku: aku membayar harga ladang itu; terimalah itu dari padaku, supaya aku dapat menguburkan isteriku yang mati itu di sana.”

23:14 Jawab Efron kepada Abraham:

23:15 “Tuanku, dengarkanlah aku: sebidang tanah dengan harga empat ratus syikal perak, apa artinya itu bagi kita? Kuburkan sajalah isterimu yang mati itu.”

 

23:16. Lalu Abraham menerima usul Efron, maka ditimbangnyalah perak untuk Efron, sebanyak yang dimintanya dengan didengar oleh bani Het itu, empat ratus syikal perak, seperti yang berlaku di antara para saudagar.

23:17 Demikianlah ladang Efron, yang letaknya di Makhpela di sebelah timur Mamre, ladang dan gua yang di sana, serta segala pohon di ladang itu, bahkan di seluruh tanah itu sampai ke tepi-tepinya,

23:18 diserahkan kepada Abraham menjadi tanah belian, di depan mata bani Het itu, di depan semua orang yang datang di pintu gerbang kota.

23:19 Sesudah itu Abraham menguburkan Sara, isterinya, di dalam gua ladang Makhpela itu, di sebelah timur Mamre, yaitu Hebron di tanah Kanaan.

23:20 Demikianlah dari pihak bani Het ladang dengan gua yang ada di sana diserahkan kepada Abraham menjadi kuburan miliknya.

 

MENOLAK HADIAH MOBIL

Pasangan Jokowi-Ahok sukses dalam pemilihan gubernur DKI Jakarta 2012. Untuk merayakannya, tim relawan memberikan kejutan kepada Jokowi. Mereka mengumpulan sumbangan untuk membelikan mobil baginya. Akan tetapi, Jokowi memutuskan untuk menolak pemberian tersebut. Menurut saya, ada pertimbangan mendasar yang melandasi penolakannya tersebut.

Peristiwa itu mengingatkan saya pada sikap Abraham ketika Sara meninggal dunia. Ia ingin memakamkan istrinya di tempat terbaik, yaitu di Gua Makhpela milik Efron bin Zohar orang Het. Meskipun Tuhan sudah berjanji kepada Abraham bahwa keturunannya akan menduduki Kanaan, dengan rendah hati ia sujud kepada bani Het dan bermaksud membeli gua itu dengan harga penuh. Sebaliknya, para pemimpin bani Het, yang sangat menghormati Abraham dan menganggapnya sebagai raja agung, dengan sukarela hendak menghadiahkan tanah itu. Abraham menolak pemberian itu. Ia ingin memakamkan istrinya dengan sebaik mungkin tanpa membebani pihak lain. Kelak tanah itu menjadi makam keluarga bagi Abraham, Ishak, dan Yakub, para leluhur Israel.

Saat kita sukses atau menempati kedudukan tinggi, barangkali ada orang yang menunjukkan perhatian khusus dengan menawarkan hal-hal yang sangat berharga. Sebelum menerimanya, pertimbangkanlah dengan sungguh-sungguh, apakah hal itu tidak berlawanan dengan prinsip yang kita pegang. Apakah kita dapat menerimanya dengan hati nurani yang murni? Apakah kita tidak sedang menyalahgunakan kedudukan demi kepentingan pribadi? –SJ

KESUKSESAN DAN KEDUDUKAN BUKAN UNTUK KEPENTINGAN PRIBADI,
MELAINKAN UNTUK MELAYANI SESAMA SECARA LEBIH EFEKTIF

Dikutip : www.sabda.org

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: