TIDAK SEMBARANGAN BERBUAH

Minggu, 14 April 2013

Bacaan   : Lukas 3:1-20

3:1. Dalam tahun kelima belas dari pemerintahan Kaisar Tiberius, ketika Pontius Pilatus menjadi wali negeri Yudea, dan Herodes raja wilayah Galilea, Filipus, saudaranya, raja wilayah Iturea dan Trakhonitis, dan Lisanias raja wilayah Abilene,

3:2 pada waktu Hanas dan Kayafas menjadi Imam Besar, datanglah firman Allah kepada Yohanes, anak Zakharia, di padang gurun.

3:3 Maka datanglah Yohanes ke seluruh daerah Yordan dan menyerukan: “Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu,

3:4 seperti ada tertulis dalam kitab nubuat-nubuat Yesaya: Ada suara yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya.

3:5 Setiap lembah akan ditimbun dan setiap gunung dan bukit akan menjadi rata, yang berliku-liku akan diluruskan, yang berlekuk-lekuk akan diratakan,

3:6 dan semua orang akan melihat keselamatan yang dari Tuhan.”

3:7 Lalu ia berkata kepada orang banyak yang datang kepadanya untuk dibaptis, katanya: “Hai kamu keturunan ular beludak! Siapakah yang mengatakan kepada kamu melarikan diri dari murka yang akan datang?

3:8 Jadi hasilkanlah buah-buah yang sesuai dengan pertobatan. Dan janganlah berpikir dalam hatimu: Abraham adalah bapa kami! Karena aku berkata kepadamu: Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini!

3:9 Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, akan ditebang dan dibuang ke dalam api.”

3:10 Orang banyak bertanya kepadanya: “Jika demikian, apakah yang harus kami perbuat?”

3:11 Jawabnya: “Barangsiapa mempunyai dua helai baju, hendaklah ia membaginya dengan yang tidak punya, dan barangsiapa mempunyai makanan, hendaklah ia berbuat juga demikian.”

3:12 Ada datang juga pemungut-pemungut cukai untuk dibaptis dan mereka bertanya kepadanya: “Guru, apakah yang harus kami perbuat?”

3:13 Jawabnya: “Jangan menagih lebih banyak dari pada yang telah ditentukan bagimu.”

3:14 Dan prajurit-prajurit bertanya juga kepadanya: “Dan kami, apakah yang harus kami perbuat?” Jawab Yohanes kepada mereka: “Jangan merampas dan jangan memeras dan cukupkanlah dirimu dengan gajimu.”

 

3:15. Tetapi karena orang banyak sedang menanti dan berharap, dan semuanya bertanya dalam hatinya tentang Yohanes, kalau-kalau ia adalah Mesias,

3:16 Yohanes menjawab dan berkata kepada semua orang itu: “Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia yang lebih berkuasa dari padaku akan datang dan membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak. Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.

3:17 Alat penampi sudah di tangan-Nya untuk membersihkan tempat pengirikan-Nya dan untuk mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung-Nya, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan.”

3:18 Dengan banyak nasihat lain Yohanes memberitakan Injil kepada orang banyak.

3:19 Akan tetapi setelah ia menegor raja wilayah Herodes karena peristiwa Herodias, isteri saudaranya, dan karena segala kejahatan lain yang dilakukannya,

3:20 raja itu menambah kejahatannya dengan memasukkan Yohanes ke dalam penjara.

 

TIDAK SEMBARANGAN BERBUAH

Yohanes Pembaptis adalah “panitia” penyiapan jalan bagi Yesus. Mungkin bisa dibandingkan dengan panitia yang repot mengurus kedatangan seorang presiden. Rute harus diatur, jalanan terpaksa dikosongkan sementara demi kelancaran arus lalu lintas, segala sesuatu yang tampak kumuh dan reyot disulap jadi tertata, bersih, dan indah. Susunan acara telah diatur rancak, menarik. Intinya: sibuk berbenah secantik dan semulus mungkin

Nah, mari kita lihat panitia seperti apakah Yohanes ini. Dari kacamata kesantunan Timur, Yohanes jelas-jelas mengejutkan. Betapa tidak! Ia mempersiapkan hadirnya Yesus dengan menunjukkan bahwa nubuatan Yesaya (ay. 4-6) sudah waktunya digenapi, dipenuhi, dinyatakan. Bagi Yohanes, penggenapannya melalui reformasi batin yang mewujud dalam perilaku etis baik dalam lingkup pribadi maupun sosial (ay. 10 dst). Prinsipnya, perlu ada pertobatan. Bukan sekadar pernyataan bertobat, tetapi munculnya perubahan hidup yang lahir dari pengalaman batin yang bertobat itu.

Lukas menyebutnya sebagai “buah-buah pertobatan”. Ini bagian umat, bukan melulu bagian Allah. Umatlah yang didorong untuk menghasilkan buah-buah yang sesuai dengan pertobatan. Dengan kata lain, Yohanes mengingatkan, agar kita jangan sekadar berbuah, namun buah itu harus lahir dari pertobatan. Bersumber dari transformasi batin, bermuara dalam karya nyata bagi lingkungan sekitar melalui kenyataan yang baru dalam hidup sehari-hari. –DKL

TANPA DILANDASI PERTOBATAN DAN TRANSFORMASI BATIN,

 PERUBAHAN HIDUP HANYA BERLANGSUNG SEMENTARA DAN SEMU.

Dikutip : www.sabda.org

Anda diberkati melalui Renungan Harian?

Jadilah berkat dengan mendukung Pembangunan Gereja Bethany God The Miracle

(Jalan Slamet Riady Rt.26 No.119, Tarakan)

Rekening Bank BPD, No. 0052248302 a.n. Gereja Bethany GTM Tarakan

Rekening Bank Mandiri, No. 148-00-8080878-8 a.n Gereja Bethany Indonesia God The Miracle

Terima kasih. Tuhan Yesus Kristus memberkati.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: