MIRACLE OF FAITH, HOPE AND LOVE

Shalom salam miracle

Dalam 1 Korintus 13:13 dinyatakan “Demikianlah tinggal ketiga hal ini,yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar diantaranya ialah kasih.

GEREJA adalah tempat pertemuan antara saudara dengan Tuhan. Pertemuan demikian selalu diikat oleh iman. Namun demikian, orang Kristen jangan berhenti sampai pada iman saja. Harus ditingkatkan ke pengharapan kepada Tuhan. Sebab pengharapan itu tidak mungkin sia-sia, karena diteguhkan oleh janji-Nya (convenant). Kemudian dari pengharapan harus meningkat ke kasih. Kita bisa mengasihi Tuhan, karena Tuhan terlebih dahulu mengasihi kita. Terbukti Dia mati bagi kita di kayu salib. Jadi, persekutuan kita itu diikat oleh iman, pengharapan dan kasih, sebagaimana tertulis didalam 1 Korintus 13:13 “Demikianlah tinggal ketiga hal ini,yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar diantaranya ialah kasih.”

Bagi seluruh hamba-hamba Tuhan, saya anggap semuanya cukup dewasa. Akan tetapi jangan puas sampai disitu melainkan masih perlu ditingkatkan lagi. Hubungan saudara dengan Tuhan harus diikat dengan iman, harapan dan kasih. Mengenai hal seperti itu, harus ditingkatkan lagi sebab di dunia ini, banyak tantangan dan rintangan yang akan saudara hadapi.

1. KESUKARAN EKONOMI

Matius 6:25 “Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting daripada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?

Ekonomi dunia dapat bertambah kacau. Tetapi anak-anak Tuhan harus mempunyai pedoman tersendiri, yaitu tetap hidup dalam iman, pengharapan dan kasih. Yesaya 55:1 menyatakan “Ayo, hai semua orang yang haus , marilah dan minumlah air, dan hai orang yang tidak mempunyai uang, marilah! Terimalah gandum tanpa uang membeli dan makanlah juga anggur dan susu tanpa bayaran!

Dengan iman, harap dan kasih, anak-anak Tuhan harus membuktikan kepada dunia bahwa orang percaya senantiasa diberkati dan tidak kuatir akan perubahan ekonomi. Anak Tuhan akan menghadapinya – tidak akan lari dari kenyataan.

Secara fisik kita menjadi lemah, tetapi Roh harus semakin kuat karena persekutuan dengan Tuhan. Semakin tua semakin semangat untuk melayani Tuhan, tidak kendur (Roma 12:11).

2. MEMBERI yang BAIK = MENABUR

Timotius 2:6 “Seorang petani yang bekerja keras haruslah yang pertama menikmati hasil usahanya.”

Seorang petani akan menabur benih yang baik supaya yang dihasilkannya juga tuaian yang baik. Setiap hari kita menabur hal kebaikan untuk pekerjaan dan kemuliaan Tuhan, barulah akan banyak tuaian terjadi dan kita akan rasakan bersama-sama. Iman, harap dan kasih harus juga terkandung dalam cara menabur kita! Betul-betul untuk kemuliaan nama Tuhan saja.

Menabur sedikit akan menuai sedikit, menabur banyak akan menuai banyak; tapi bagi yang tidak pernah menabur, juga tidak akan memperoleh apa-apa. Janganlah berharap terlalu besar kalau menabur hanya sedikit. Baca Markus 4:26-29. Taburan rohani sama sepeti benih kebijakan moral yang baik, hidup yang sopan, maka kita akan menuai hal yang sama juga. Menabur itu menyebabkan kita semakin mengerti kasih. Menabur pasti akan diberkati Tuhan. Kejadian 26:12 “Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat, sebab ia diberkati Tuhan.”

Perhatikan: Jangan pernah berhenti untuk menabur, dari muda sampai tua pun teruslah untuk menabur bagi pekerjaan dan pelayanan Tuhan.

3. Fellowship dengan TUHAN

1 Korintus 15:58 “Karena itu saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.” Jangan Cuma hal jasmani saja kita tingkatkan, jangan sampai kita “terlalu sibuk” dengan pelayanan ini dan itu; sedangkan fellowship dengan Tuhan dilupakan! Bangunlah fellowship bersama Tuhan dalam iman, harap dan kasih. Tingkatkan terus di FA, rumah dan gereja. Iman saja tidak cukup. Harus diperlengkapi dengan pengharapan dan mesti ada muatan kasihnya. Makin lama saudara mengikuti Tuhan, seharusnya lebih mengalami suasana damai sejahtera. Kalau ada sesuatu yang tidak sesuai dengan Firman Allah, maka cobalah periksa dirimu.

Tuhan Yesus memberkati kita semua…

Pdt. Ir. Joko Susanto, MA., M.Th

EFATA – TERBUKALAH

Shalom…salam miracle

Puji Tuhan, kita sudah memasuki bulan Desember 2011, berarti sebentar lagi segera meninggalkan banyak kenangan, dan mempersiapkan diri memasuki babak baru di tahun 2012. Di bulan Desember ini nuansa kekristenan sangat terasa dimana-mana, di rumah tangga, perkantoran, pusat perbelanjaan, terlebih di gereja-gereja. Banyak aktifitas kegiatan gerejawi meningkat, dan berharap juga semakin meningkatkan hubungan secara pribadi kepada Tuhan Yesus Kristus. Imanuel yang berarti Allah menyertai kita, kiranya senantiasa terjadi dalam kehidupan umat Tuhan.

Pesan gembala hari ini didasari peristiwa yang luar biasa yang terdapat dalam Markus 7:33-35 “Dan sesudah Yesus memisahkan dia dari orang banyak, sehingga mereka sendirian, Ia memasukkan jari-Nya ke telinga orang itu, lalu Ia meludah dan meraba lidah orang itu, kemudian sambil menengadah ke langit, Yesus menarik nafas dan berkata kepada: “Efata!”, artinya: terbukalah!. Maka terbukalah telinga itu dan seketika itu terlepas pulalah pengikat lidahnya, lalu ia berkata-kata dengan baik.” Kita dapat mempelajari peristiwa tersebut sebagai berikut:

1. KONDISI MANUSIA

Ada dua kelompok manusia yang akan kita bahasa yaitu kondisi yang terdapat dalam jumlah yang besar, yakni mereka yang masih dan tinggal dalam kegelapan, sehingga mengalami hal-hal yang berhubungan dengan kegelapan, diwakili oleh seseorang yang menderita bisu dan tuli tersebut. Jadi mereka mengalami ketulian, tidak mampu mendengar, sehingga tidak mengalami perkembangan, dan terjadilah keterbelakangan dalam banyak hal.

Firman Allah mengatakan…” Iman timbul dari PENDENGARAN, dan PENDENGARAN akan FIRMAN KRISTUS. Maka bagi orang yang mengalami ketulian harus ada sesuatu keajaiban, dan itu hanya dalam Tuhan Yesus. Selain tuli, orang yang tinggal di luar kebenaran, juga mengalami kebisuan. Orang-orang demikian kurang pandai berkomunikasi, suatu perkataan sangat menentukan keberadaan orang tersebut, sehingga apabila mengalami kebisuan, mempengaruhi respek orang lain kepadanya. Kondisi yang kedua adalah kondisi yang sudah dikhususkan, yaitu yang telah menerima dan merasakan kasih karunia Tuhan. Dengan demikian mereka mengerti kasih dan kebenaran, dalam bacaan diatas diwakili orang-orang yang membawa orang yang tuli dan bisu itu kepada Tuhan Yesus, kepedulian dan perhatian itu terjadi ketika seseorang yang sudah mengenal kebenaran membawa saudara yang lain untuk memperoleh kasih karunia yang sudah mereka terima. Jadilah seperti hal yang demikian.

2. ALLAH PUNYA BANYAK CARA DAN UNIK

Yeremia 29:11 “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah Firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” Setiap tindakan Allah terhadap umat-Nya, pasti dalam pelaksanaan rancangan besar bagi umat Tuhan itu. Dan mari kita mempercayai bahwa tindakan dalam rancangan Allah itu semuanya BAIK. Meskipun pada kenyataannya apa yang kita alami terasa menyedihkan, memprihatinkan, terjadinya peristiwa yang tidak kita inginkan. Seperti apa yang dilakukan oleh Tuhan Yesus terhadap orang yang mengalami tuli dan bisu gagap ini. Tindakan Allah yang pertama adalah memisahkan diri dari orang banyak, dengan arti Tuhan menghendaki hubungan yang hanya Dia dengan orang tersebut dan tidak diganggu oleh orang lain. Seringkali opini dan pandangan orang lain bisa mempengaruhi hubungan pribadi dengan Tuhan, pada akhirnya mempengaruhi iman percayanya kepada Tuhan, dari hal itu Dia menghendaki supaya orang yang menderita tuli dan bisu tersebut, tidak dipengaruhi oleh tindakan dan pendapat orang lain.

Penting bagi kita untuk meluangkan waktu yang khusus untuk membangun hubungan secara pribadi dengan Tuhan. Yang kedua Tuhan memasukkan jarinya ke telinga orang tersebut, kemudian Dia meludah dan meraba lidah orang tersebut. Dari kejauhan banyak orang melihat tindakan Allah itu. Mari kita renungkan apabila ketika itu kita ada disana dan melihat peristiwa itu, pasti ada komentar dan pendapat. Kira-kira apa yang akan saudara katakan ketika melihat peristiwa tersebut? Saya percaya banyak diantara kerumunan massa ketika itu yang berkomentar negative dengan tindakan MELUDAH dan MERABA LIDAH…, bahkan mungkin ada yang menertawakannya sebagai sesuatu lelucon. Mungkin ada juga yang menghujat Yesus. Namun apapun komentar-komentar tersebut tidak mempengaruhi kepada orang yang tuli dan bisu, sebab yang terjadi adalah keseriusan hubungan pribadinya dengan Yesus. Semua yang dilakukan Allah senantiasa membawa kebaikan, itulah yang dipercayai oleh orang-orang tuli bisu itu, yang terpenting adalah percaya kepada Tuhan, apapun tindakan Allah…(Bersambung..!!!)

Tuhan Yesus memberkati kita semua.

Amien.

Gembala Sidang,

Pdt. Ir. Joko Susanto, MA

Sungai Allah

Pesan Gembala 14 Agustus 2011

Edisi 190 Tahun 4

Shallom… Salam Miracle

Dalam Yehezkiel 47, Yehezkiel dibawa oleh seseorang yang berwajah tembaga ke luar Bait Allah, ke sebuah sungai yang mengalir dari sebelah selatan Bait Allah. Ini adalah sungai kemuliaan Allah yang keluar dari tahtaNya. Seseorang yang membawa Yehezkiel ke tepi sungai Allah tersebut mengukur 1000 hasta dari tepi dan pada setiap jarak 1000 hasta dia menyuruh Yehezkiel masuk ke dalam air sehingga Yehezkiel dapat mengetahui kedalaman sungai pada jarak tersebut. Ayat 3: sedang orang itu pergi ke arah timur dan memegang tali pengukur di tangannya, ia mengukur seribu hasta dan menyuruh aku masuk dalam air itu, maka dalamnya sampai di pergelangan kaki. Pada seribu hastta yang pertama, dalamnya sampai di pergelangan kaki. Penjelasan ayat ini adalah pada kedangkalan tersebut Saudara dapat berjalan-jalan dengan bebas. Saudara masih melihat dasar sungai sehingga mengetahui apakah dasarnya pasir atau batu karang. Dasar sungai tersebut masih menopang Saudara. Saudara dapat dengan cepat melalui air sebatas pergelangan kaki walau ada sedikit hambatan dari air. Ayat 4 : ia mengukur seribu hasta lagi dan menyuruh aku masuk sekali lagi dalam air itu, sekarang sudah sampai di lutut.

Air setinggi lutut mulai dapat memperlambat kecepatan Saudara, tergantung pada kekuatan arus. Jika tidak bertahan maka arus akan membawa Saudara ke hilir. Air setinggi lutut akan memberikan pengaruh lebih banyak daripada air setinggi pergelangan kaki. Tetapi pada kedalaman tersebut masih mudah bagi kita untuk berdiri kembali, berbalik atau kembali ke tepi sungai. Masih di ayat 4; ia mengukur seribu hasta lagi dan menyuruh aku ketiga kalinya masuk ke dalam air itu, searang sudah sampai di pinggang. Setinggi pinggang berarti separuh badan berada di dalam air dan separuh badan di luar air. Air setinggi itu memberikan pengaruh besar pada kecepatan dan arah Saudara. Air setinggi pinggang akan lebih mudah dilewati dengan berenang daripada berjalan.

Ayat 5-6 sekali lagi ia mengukur seribu hasta lagi, sekarang air itu sudah menjadi sungai, dimana aku tidak dapat berjalan lagi, sebab air itu sudah meninggi sehingga dapat berenang di suatu sungai yang tidak dapat disebrangi lagi. Lalu ia berkata kepadaku : “sudahkah engkau lihat, hai anak manusia?” Sekarang air sudah berada di atas kepala Yehezkiel. Dia tidak dapat melihat dan menyentuh dasar sungai, atau tidak ditopang oleh dasar sungai. Yehezkiel digerakkan oleh arus yang kuat dan bergerak cepat. Seseorang yang demikian tidak mempunyai pengaruh terhadap sungai, tetapi sungailah yang mempunyai pengaruh kepada seseorang di dalamnya, jika melawan arus tersebut akan menjadi lelah, bahkan bisa tenggelam. Hal yang paling baik adalah menyerah pada sungai tersebut dan mengalir kemana sungai itu membawanya.

Jemaat yang dikasihi Tuhan, itulah sungai kehidupan yang membawa hidup kemanapun ia mengalir, jangan melawan Roh Kudus. Apabila Allah mengalir melalui Roh Kudus, maka kita tidak dapat menentangnya. Dia ingin memastikan bahwa Yehezkiel melihat dengan jelas dan mengetahui betapa hebat dan kuatnya sungai itu, demikian juga dengan kita, sehingga kita akan mengetahui betapa hebatnya Allah.

Tuhan Yesus memberkati.

Gembala Sidang,

Pdt. Ir. Joko Susanto, MA

HADIRAT TUHAN DALAM KELUARGA

Shalom, salam miracle

Jemaat Bethany yang diberkati Tuhan, dalam 2 Samuel 6:11-12  dinyatakan demikian “Tiga bulan lamanya tabut Tuhan itu tinggal di rumah Obed-Edom, orang Gat itu, dan Tuhan memberkati Obed-Edom dan seisi rumahnya. Diberitahukanlah kepada raja Daud, demikian: “TUHAN memberkati seisi rumah Obed-Edom dan segala yang ada padanya oleh karena tabut Allah itu.” Lalu Daud pergi mengangkat tabut Allah itu dari rumah Obed-Edom ke kota Daud dengan sukacita.

Keberadaan tabut Tuhan sangat menentukan kondisi bangsa Israel, ketika kehadiran tabut Tuhan dihargai oleh bangsa Israel maka bangsa itu mengalami ketentraman, keamanan, dan keberhasilan, hal sebaliknya terjadi apabila bangsa pilihan Allah itu tidak menghargai kehadiran tabut Allah. Hal demikian pernah terjadi ketika zaman Saul menjadi raja, maka kemerosotan moral terjadi, penyembahan berhala meningkat , terjadi kekerasan disana-sini, kekacauan semakin menghantui bangsa itu. Terlebih ketika tabut Tuhan direbut oleh bangsa lain, maka tidak ada perkenanan terhadap bangsa Israel.

Pada pemerintahan raja Daud, maka dia berusaha sekuat tenaga untuk kembali menghadirkan tabut Allah itu di pusat pemerintahannya, dengan kata lain dia mengerti betapa besarnya pengaruh Allah dalam menentukan kondisi bangsa yang dipimpinnya.

Dalam pembacaan 2 Samuel 6:11-12 di atas diceritakan sebelum sampai di Yerusalem, maka Daud menyimpannya terlebih dahulu pada keluarga Obed-Edom selama 3 bulan, dan keluaraga ini sangat diberkati Tuhan, bahkan dalam 2 Tawarikh 26 disana diceritakan bahwa anak-anak Obed-Edom menjadi orang-orang yang cakap dalam pekerjaannya masing-masing, juga disebut sebagai pahlawan-pahlawan yang gagah perkasa. Mengapa bisa demikian? Hal ini dikarenakan ada tabut Allah dalam keluarga Obed-Edom, dan juga keluarga ini sangat menghargai kehadiran tabut Allah di tengah-tengahnya. Memperlakukan kehadiran Allah dalam keluarga sangat menentukan kebahagiaan, keberhasilan keluarga itu. Demikian juga setiap keluarga kita, peranan kehadiran Allah dan tinggal dalam keluarga sangat penting.

Mengapa keluarga Obed-Edom yang dipilih untuk menyimpan Tabut Allah? Pertanyaan ini serupa dengan Mengapa Maria dipilih untuk mengandung bayi Yesus? Padahal seperti kita ketahui di bangsa Israel, banyak keluarga dari berbagai-bagai suku yang ada, keluarga para Imam, keluarga dari ahli Taurat atau keluarga raja. Hal yang sama juga perlu direnungkan ketika zaman Maria mengandung, banyak perempuan-perempuan cantik yang lain, atau istri pejabat seperti istri Herodes, atau dari salah satu keluarga dari para tokoh masyarakat ketika itu, mengapa yang dipilih Maria? Mengapa yang dipilih Obed-Edom?. Hal ini selain otoritas mutlak di tangan Tuhan, namun juga ditemukan bahwa dari kehidupan mereka ada sesuatu yang sangat luar biasa, yaitu hidup dalam aturan dan perintah Tuhan, bukan hanya mengerti kemauan Tuhan, lebih dari itu mereka menjadi pelaku Firman Tuhan. Sehingga Obed-Edom mendapat anugerah Tuhan dengan kehadiran Tabut Allah ketika itu. Anugrah Allah juga akan dinyatakan kepada kita yang mengerti dan melakukan Firman Allah dengan segenap hati. Setiap kali Allah memeilih dan menetapkan umat-Nya, maka pilihan Allah itu tepat. Ada pujian menyatakan, “…bila Kau yang membuka pintu, tak ada satupun dapat menutupnya, bila Kau yang mengangkat aku, tiada yang dapat merendahkanku…”

Di sisi lain, mari kita melihat ketika ada tabut Allah, atau ketika ada hadirat Allah, apa saja yang ada di dalamnya, antara lain:

ADA FIRMAN ALLAH

Setiap kali kita menikmati hadirat Allah, hendaknya kita menanti Firman Allah, sebab dengan Firman Allah itu, kita semakin dikuat teguhkan, terutama menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan keluarga/rumah tangga, Firman-Mu pelita bagi kakiku, terang bagi jalanku.

ADA PUJIAN PENYEMBAHAN

Dalam hadirat Tuhan, pasti kita akan senantiasa memuji dan bersyukur menyembah Tuhan. Dalam rumah tangga kita, seharusnya ada pujian penyembahan senantiasa kepada Tuhan.

ADA PERSEMBAHAN

Memberikan yang terbaik, segenap tubuh, jiwa, roh kita kepada Tuhan. Dalam Roma 12:1 dikatakan “Karena itu saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai PERSEMBAHAN yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.”

ADA KASIH

Setiap kali kita menikmati hadirat Allah, maka akan sangat terasa kasih Allah kepada kita, dan itu akan mengalir dengan munculnya kasih kita kepada seluruh anggota keluarga dan saudara-saudara yang lain.

Saudara yang dikasihi Tuhan, berusahalah untuk menikmati kehadiran Allah dalam keluarga kita, maka Tuhan akan menyatakan kasih anugerahnya kepada kita semua.

Tuhan Yesus memberkati kita semua…amien!!

 

Pdt. Ir. Joko Susanto, MA

Gembala Sidang

LALANG DAN GANDUM

Shalom…salam miracle, jemaat yang diberkati Tuhan.

Cerita mengenai panen akhir tidak lepas dari perumpamaan yang disampaikan oleh Tuhan Yesus sendiri dalam Matius 13:24-30, yaitu tentang gandum dan lalang. Bagian menarik dapat saudara temukan dalam ayat 29-30 “tetapi ia berkata: Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu. Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berbekas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku. Ayat-ayat ini berbicara mengenai panen akbar yang akan terjadi pada akhir zaman.

 

Tetapi sebelum panen itu terjadi, terjadi pemisahan antara lalang dan gandum, kedua jenis tanaman itu sama-sama bertumbuh di tempat yang sama. Jadi kedua tanaman ini berbicara mengenai orang benar dan orang fasik yang dibiarkan hidup berdampingan bersama-sama atau orang yang tinggal dalam kegelapan dengan kita yang telah menjadi anak terang. Lalu apa dampaknya? Yang jelas keduanya mempunyai cara dan gaya hidup sendiri-sendiri.

 

Tuhan sengaja membiarkan kita berada di tengah-tengah tetangga yang mungkin setiap hari mengolok karena kekristenan kita. Atau mungkin juga seseorang yang menyebalkan dengan tingkah lakunya, mungkin teman-teman kerja atau bahkan sahabat yang setiap hari menjebak saudara untuk berbuat dosa dengan melakukan hal-hal yang tidak berkenan di hati Tuhan, atau saudara kecewa dengan arus informasi negatif melalui media massa, tontonan televisi atau internet yang mempengaruhi kejiwaan atau mental anak-anak. Saudara tidak bisa berdoa meminta supaya mereka disingkirkan, dipindahkan dari sekitar saudara atau “diangkat” Tuhan, sebab Tuhan izinkan ilalang itu tumbuh.

 

Yang penting disini adalah menjaga status saudara sebagai “gandum”. Perbuatan-perbuatan gandum itu terang dan memuliakan Bapa di Surga, senantiasa ada kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kelemahlembutan, juga penguasaan diri. Dan perbuatan-perbuatan terang dari gandum itu membuat heran kelompok ilalang. Seperti yang dikatakan Rasul Petrus dalam 1 Petrus 4:4 “sebab itu mereka heran, bahwa kamu tidak turut mencemplungkan diri bersama-sama mereka dalam kubangan  ketidaksenonohan yang sama, dan mereka menfitnah kamu.”

Sementara Rasul Yohanes menyampaikan nasehat terhadap mereka yang menutup hati, tidak menjadi terang terhadap saudaranya yang mungkin menyebalkan (1 Yohanes 3:17) dengan teguran, apakah ada kasih dalam orang tersebut? Untuk itu biarlah “terang” senantiasa ada dalam kehidupan kita semua sehingga dapat menjadi berkat bagi orang lain. Saudara dipanggil untuk menjadi berkat bagi orang lain dengan apa yang saudara miliki sekarang ini.

 

Saya mau sampaikan kepada jemaat Tuhan semua sebagai “warga gandum” bahwa saudara mempunyai harga diri sebagai gandum, saudara bukan ilalang!! Bahkan kewargaan saudara disebutkan ada di dalam Surga (Filipi 3:20). Kalau saudara melakukan perbuatan-perbuatan yang memalukan dan senatiasa berbuat dosa, yang sebenarnya saudara sudah mengetahui bahwa itu perkara DOSA, itu berarti saudara menjerumuskan diri sendiri dan masuk dalam kubangan atau comberan. Saya percaya kita semua tidak mau tinggal dan diam dalam kubangan dosa, sebab betapa menyedihkan hal tersebut

Untuk itu pastikan bahwa saudara adalah gandum.

Tuhan Yesus memberkati kita semua…!!

 

 

Pdt. Ir. Joko Susanto, MA

Gembala Sidang

PERSEKUTUAN

Shalom…salam miracle

Jemaat Bethany yang diberkati Tuhan, kali ini saya menyampaikan beberapa (lima) prinsip penting dalam gereja dan merupakan petunjuk penting dalam pengetahuan pertumbuhan gereja, baik bersifat umum yaitu suatu organisasi, maupun gereja dalam arti pribadi umat percaya, kelima prinsip tersebut merupakan pelajaran dari Peter Wagner, yang adalah seorang pemimpin yang berwibawa dalam pertumbuhan gereja dan peperangan rohani, sebagai berikut:

  1. DOA
  2. BERKHOTBAH DAN MENGAJAR
  3. PUJIAN PENYEMBAHAN
  4. PERSEKUTUAN
  5. MISI DAN PENGINJILAN

Bagian ke empat adalah PERSEKUTUAN

Saya PERCAYA BAHWA Tuhan memiliki sifat sosial, Tuhan suka bersekutu dengan kita, umat-Nya. Pada dasarnya kita semua juga memiliki sifat seperti itu, sebab kita diciptakan serupa dan segambar Allah. Kita rindu senantiasa bersekutu dengan Tuhan, juga memiliki keinginan untuk bersekutu dengan sesama manusia.

Dalam gereja persekutuan yang indah dapat membantu untuk menutup “pintu yang terbuka”, maksudnya gereja bukan hanya sekedar tempat persinggahan sementara dari jemaat, namun ada sesuatu yang menarik sehingga senantiasa rindu untuk bersekutu. Jika seseorang ke gereja hanya duduk dan menerima, tanpa pernah membangun hubungan dengan para pekerja dan jemaat Tuhan yang lain, maka mereka tidak akan sanggup menanamkan akar atau dapat bertahan di gereja tersebut. Mereka akhirnya hanya akan berkelana dari satu gereja ke gereja yang lain, bahkan meninggalkan gereja.

Persekutuan adalah sebuah aspek penting dari kehidupan gereja. Meskipun begitu, saya percaya persekutuan itu tidaklah harus berupa hubungan rohani yang dalam. Sangatlah penting untuk mengadakan kegiatan-kegiatan santai yang ringan dan menghibur, seperti olahraga bersama, wisata bersama, yang pada intinya suatu kegiatan yang mendukung adanya rasa kekeluargaan. Dalam Kisah Rasul, orang-orang yang percaya Yesus Kristus, mereka bersekutu dan saling menjamu setiap orang dari rumah ke rumah. Segala sesuatu memiliki tempatnya tersendiri. Kehidupan bersama Tuhan lebih dari sekedar berurusan dengan mimbar, kegiatan-kegiatan rohani atau kebaktian-kebaktian gereja. Bila dibutuhkan tempat untuk memperoleh dorongan semangat dan koreksi, persekutuan yang benar dapat menyediakannya. Bila telah tiba waktunya untuk bersenang-senang dan melakukan kegiatan-kegiatan, gereja harus menghasilkan orang yang dapat menyenangkan.

Bagian yang kelima adalah PENGINJILAN DAN MISI.

Seringkali kita menerima ajaran bahwa tiap-tiap orang adalah seorang penginjil dan misionaris. Jemaat secara terus menerus diajar bahwa dunia ini adalah milik Tuhan dan bahwa mereka bebas untuk menjadi duta besar-Nya kemanapun ia pergi. Amanat agung tidak mengatakan “Pergilah kamu supaya dipanggil untuk berdiri di Mimbar”, tetapi Amanat Agung berkata “Pergilah kamu.” Dalam Matius 28:19-20 bukanlah ayat Alkitab yang dapat saudara ambil atau tinggalkan, itu merupakan amanat terakhir yang diberikan Yesus pada gereja-Nya. Jadi amatlah penting bagi umat untuk mengarahkan sebagian dari uang dan waktunya untuk pelayanan misi. Kita semua menjadi senang dengan penuaian jiwa-jiwa pada akhir zaman ini. Tetapi sebelum gereja mengerti bagaimana untuk pergi ke seluruh dunia, maka ia tidak akan mengerti bagaimana menuainya. Setiap orang percaya dipanggil untuk pergi ke dalam dunia dan memenuhi kebutuhan manusia melalui Kristus. Jika jemaat tidak diajarkan bagaimana untuk pergi, mereka tidak akan memahami bagaimana menuai komunitas mereka, bangsa-bangsa atau dunia bagi Yesus Kristus.

Tuhan Yesus memberkati…amien.

Pdt. Ir. Joko Susanto, MA

Gembala Sidang

Lima Prinsip Dasar (3)

Shalom…salam miracle

Jemaat Bethany yang diberkati Tuhan, kali ini saya menyampaikan beberapa (lima) prinsip penting dalam gereja dan merupakan petunjuk penting dalam pengetahuan pertumbuhan gereja, baik bersifat umum yaitu suatu organisasi, maupun gereja dalam arti pribadi umat percaya, kelima prinsip tersebut merupakan pelajaran dari Peter Wagner, yang adalah seorang pemimpin yang berwibawa dalam pertumbuhan gereja dan peperangan rohani, sebagai berikut:

  1. DOA
  2. BERKHOTBAH DAN MENGAJAR
  3. PUJIAN PENYEMBAHAN
  4. PERSEKUTUAN
  5. MISI DAN PENGINJILAN

Yang pertama adalah DOA

Yang kedua adalah BERKHOTBAH DAN MENGAJAR (Minggu lalu)

Yang ketiga adalah PUJIAN DAN PENYEMBAHAN.

Sebagaimana kita percaya bahwa tiap-tiap orang dipanggil untuk berdoa, kita juga percaya harus memuji Tuhan dan menyembah Tuhan. Pujian penyembahan dirancang untuk menarik setiap orang untuk masuk dalam hadirat Tuhan, bukan hanya sekedar menghibur dengan lagu dan syairnya. Dalam dunia hiburan atau pertunjukan, orang mengamati, menikmati dan kemudian bertepuk tangan karena terhibur dalam pertunjukan itu, namun dalam penyembahan, orang hanyut dan aktif di dalam Tuhan dan berpartisipasi. Dalam hal ini amatlah penting untuk peka terhadap aliran/lawatan Roh Kudus, Tim pujian penyembahan (Worship Leader, singer, pemusik, penari, operator LCD) dapat membuat atau memutuskan aliran/lawatan Roh Kudus dengan pemilihan, pembawaan dan penempatan lagu-lagunya dalam kebaktian-kebaktian. Jika lagu-lagu dan gaya-gaya tidak saling membangun, maka setelah ibadah atau dalam Fellowship musik pujian akan didiskusikan, mengoreksi dan mengevaluasinya. Nyanyian Tuhan, pemazmur dan suasana ibadah menempati posisi yang penting di Gereja Bethany. Nyanyian Tuhan adalah nubuat musical dari Tuhan atau sebuah ucapan ilahi yang dikemas dalam sebuah lagu. Nyanyian Tuhan dapat muncul melalui siapapun juga, namun jika pemazmur atau pembaca sajak punya dorongan profetik dengan sebuah lagu, hasilnya sangat menakjubkan. Pemazmur adalah seorang penyanyi yang punya panggilan untuk melayani melalui musik. Tujuan nomor satu dari pemazmur adalah peka terhadap pimpinan Roh Kudus, hingga dapat menciptakan atmosfer bagi beroperasinya karunia-karunia dari Tuhan. Melalui lagu, pemazmur itu memimpin orang atau jemaat ke dalam hadirat-Nya.

Orang tidak dapat berdiri dan memainkan sebuah alat musik atau menyanyi dalam gereja kita hanya karena dia suka melakukannya atau karena memiliki keahlian dan terampil dalam bermain musik ataupun suara yang merdu untuk menyanyi. Mereka harus mengerti bahwa untuk melayani di hadapan sidang jemaat Tuhan, mereka perlu menyerahkan karunia dan talenta mereka hanya bagi tujuan dan pelayanan-Nya, atau untuk kebesaran dan kemuliaan Tuhan. Mereka harus mendedikasikan diri mereka sepenuhnya untuk Tuhan. Tujuan utama dalam pelayanan pujian dan penyembahan adalah supaya jemaat Tuhan dapat memuji dan menyembah dengan seluruh keberadaan mereka. Pujian yang kita naikkan seharusnya semangat dan ekspresif.

 

Dalam setiap ibadah-ibadah di gereja Bethany GTM, kita merindukan dan menciptakan suasana atau tempat penyembahan yang intim dan mulia dengan Tubuh Kristus secara bersama (korporat), yang dimaksud adalah jemaat dapat masuk bersama-sama dalam hadirat Tuhan, namun tiap-tiap orang memiliki pengalaman yang bersifat pribadi. Untuk mencapai hal itu, maka setiap jemaat harus terlibat dengan aktif. Jemaat Tuhan datang dengan sikap hati yang siap dan penuh harap untuk dilawat Tuhan, sementara pemusik, pemuji dan tim penyembahan harus sensitif untuk memimpin ke arah yang benar dan tepat.

 

Minggu depan kita akan membahas PERSEKUTUAN (bersambung)

Dalam kesempatan ini, saya juga menghimbau seluruh jemaat Tuhan kiranya di bulan April ini semakin iman percaya kita bertumbuh dan berbuah, bulan ini kita akan memperingati pengorbanan Yesus dalam karya penyelamatan umat manusia (PASKAH), bersyukurlah kalau saudara sudah diselamatkan dalam nama Yesus Kristus, untuk itu ikuti dan nikmati berkat Tuhan dalam kegiatan-kegiatan PASKAH di gereja kita.

 

Tuhan Yesus memberkati kita semua…amien.

 

Pdt. Ir. Joko Susanto, MA

Gembala Sidang