ITULAH KEHIDUPAN

Senin, 3 Mei 2010

Bacaan : Matius 28:11-15

28:11. Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.

28:12 Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu

28:13 dan berkata: “Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.

28:14 Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa.”

28:15 Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera ini tersiar di antara orang Yahudi sampai sekarang ini.

ITULAH KEHIDUPAN

Sesudah kebangkitan-Nya, terdapat banyak kisah tentang penampakan Yesus kepada para murid. Semuanya bermaksud menegaskan sebuah kebenaran: Kristus sudah bangkit! Semuanya adalah cerita yang membawa berita kebenaran. Namun, di antara kisah-kisah penampakan di dalam Injil tersebut, Matius mencatat satu kisah dusta. Satu saja! Mengapa? Mengapa satu kisah dusta ini “menyelip” dan mengusik agungnya kesaksian tentang Yesus yang bangkit?

Pertama, “selipan” ini mau mengatakan bahwa serentak dengan berkumandangnya sebuah berita kebenaran, akan selalu ada suara yang melawannya. Suara yang menganggapnya sebagai kebohongan. Suara yang menentang dengan menciptakan dusta. Perkataan yang benar diputarbalikkan. Orang benar difitnah. Tindakan yang benar dipersalahkan. Apabila kita melihat atau mengalami hal demikian, tak usah heran. Yesus pun diperlakukan demikian. Itulah kehidupan.

Kedua, “selipan” ini mau mengingatkan bahwa suara kebenaran harus digemakan berulang kali hingga terserap sampai ke hati. Sebaliknya, sebuah dusta cukup dinyatakan satu kali untuk menyelewengkan kebenaran. Perlu empat puluh hari untuk menegaskan kebenaran kebangkitan Tuhan lewat penampakan dan pengajaran (Kisah Para Rasul 1:3). Sebaliknya, hanya perlu satu keputusan rapat Mahkamah Agama untuk menyiarkan kebohongan pencurian jasad-Nya. Kebaikan harus diajarkan berulang-ulang, sedangkan kejahatan cukup ditularkan sekali saja. Kebiasaan baik dibangun bertahun-tahun; kebiasaan buruk mengancamnya runtuh dalam sehari. Itulah kehidupan ini. –PAD

KEBENARAN HARUS DIIRINGI DENGAN PENDIDIKAN BERULANG KALI UNTUK MENANGKAL RACUN KEBOHONGAN YANG HANYA SEKALI

Sumber : www.sabda.org

Iklan

KITA BERHARGA

Jumat, 13 November 2009

Bacaan : Mazmur 8

8:1. Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Gitit. Mazmur Daud. (8-2) Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi! Keagungan-Mu yang mengatasi langit dinyanyikan.

8:2 (8-3) Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu telah Kauletakkan dasar kekuatan karena lawan-Mu, untuk membungkamkan musuh dan pendendam.

8:3. (8-4) Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan:

8:4 (8-5) apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?

8:5 (8-6) Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat.

8:6 (8-7) Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kauletakkan di bawah kakinya:

8:7 (8-8) kambing domba dan lembu sapi sekalian, juga binatang-binatang di padang;

8:8 (8-9) burung-burung di udara dan ikan-ikan di laut, dan apa yang melintasi arus lautan.

8:9 (8-10) Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi!

KITA BERHARGA

Dalam sebuah pidato sambutan yang ditujukan kepada para wisudawan di Miami University, seorang kolumnis bernama George Will menunjukkan statistik yang membuat kita merasa tidak berarti. Ia menunjukkan bahwa “matahari yang dikitari Bumi adalah salah satu dari kemungkinan 400 miliar bintang di galaksi Bima Sakti, yang merupakan galaksi kecil jika dibandingkan dengan galaksi lainnya.” Ia menambahkan, “Kemungkinan terdapat 40 miliar galaksi di alam semesta yang masih belum terungkap. Jika semua bintang di alam semesta hanya sebesar kepala peniti, maka semua bintang itu baru bisa ditampung di suatu tempat yang ukurannya 3 miliar kali lebih besar dari ukuran stadion football Orange Bowl di Miami.”

Ada sisi positif dari semua data yang sedemikian hebat itu. Allah, yang menciptakan dan menopang alam semesta yang dipenuhi bintang dan luasnya tak bisa dipahami itu, mengasihi kita. Dan, Dia tidak hanya mengasihi umat manusia sebagai suatu kesatuan yang terdiri dari miliaran orang. Namun, Dia mengasihi kita secara pribadi. Apa yang dikatakan Rasul Paulus mengenai dirinya juga berlaku bagi kita masing-masing dalam keadaan kita yang tidak berarti apa-apa: Kristus “mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku” (Galatia 2:20).

Secara astronomi, kita ini tidak penting. Akan tetapi, kita ini adalah objek kesayangan dari kepedulian Allah. Meskipun kita tidak memiliki alasan untuk berbangga, kita bersyukur kepada Allah karena cinta-Nya secara pribadi kepada kita dinyatakan melalui salib Kalvari –VCG

KITA TIDAK MEMILIKI APA PUN UNTUK DIBANGGAKAN
NAMUN KITA SANGAT DIKASIHI ALLAH

Sumber : www.sabda.org