PERTAMBAHAN

PERTAMBAHAN          

Shalom..salam miracle

Jemaat yang dikasihi Tuhan di bulan Mei 2012, gereja kita mendapatkan tema KEBAHAGIAAN, dan pada kenyataannya, banyak di antara kita yang menyaksikan tentang pemahaman kebahagiaan dan mendapatkannya, terlebih kita melakukan ibadah pencurahan Roh Kudus selama 10 hari. Kebahagiaan itu semakin dirasakan setiap kita yang bisa menangkap pesan tersebut.

Diakhir bulan Mei, dalam pertemuan ibadah doa malam, saya sampaikan bahwa bulan Juni 2012 merupakan bulan PERTAMBAHAN. Mari kita membaca Kisah Para Rasul 6:7-8 “Firman Allah makin tersebar, dan jumlah murid di Yerusalem makin bertambah banyak, juga sejumlah besar imam menyerahkan diri dan percaya. Dan Stefanus, yang penuh dengan karunia dan kuasa, mengadakan mujizat-mujizat dan tanda-tanda diantara orang banyak.” Dari ayat ini, kita ketahui bahwa jemaat mula-mula di Yerusalem mengalami pertambahan jumlah (kuantitatif) artinya secara korporat mereka makin bertambah kebersamaan, kesehatian, bertambah baik dalam kekeluargaan, bertambah sumber daya dan kemampuan, sehingga semakin menarik perhatian banyak pihak.

Dari perkembangan jemaat mula-mula tersebut, kekeristenan semakin maju sampai sekarang ini. Jadi jemaat mula-mula setelah menerima pencurahan Roh Kudus (Pentakosta) semakin hari semakin menjadi berkat dan bertambah-tambah jumlahnya karena Tuhan yang menambahkannya, kita juga merindukan ada PERTAMBAHAN dari segi kuantitas, namun kiranya Tuhan sendiri yang menambahkannya. Menjadi tanggungjawab kita untuk senantiasa mendapatkan perkenanan dari Tuhan, sebab kita tahu dengan perkenanan Tuhan, maka Tuhan yang menambah-nambahkannya. Kunci utama untuk mendapatkan perkenanan Tuhan adalah ketika didiami dan dipakai oleh Roh Kudus, untuk itu ijinkan Roh Kudus senantiasa memenuhi kebutuhan saudara. Selain mendapatkan pertambahan kuantitas, mereka juga mengalami pertambahan kualitas, diwakili oleh Stefanus, yang semula bukan bagian dari Rasul-rasul atau 12 murid Tuhan, tetapi ketika diurapi Roh Kudus, maka kehidupannya semakin luar biasa yakni dengan bertambahnya KARUNIA dan KUASA.

KARUNIA merupakan pemberian Allah (Cuma-Cuma) kepada umat-Nya yang berkenan. Dari hal itu, kehidupan Stefanus mendapatkan pelbagai kecakapan, kemampuan, keahlian dan sebagainya, sehingga sangat bermanfaat bagi masyarakat ketika itu khususnya kepada jemaat mula-mula. Baik tua maupun muda senantiasa menantikan kecakapan Stefanus untuk dapat membantu mereka, itulah karunia yang semakin ditambahkan oleh Tuhan. Dalam gereja kita juga sangat memerlukan pelbagai macam-macam karunia, sehingga semakin lengkap dalam gereja ini. Setiap jemaat merindukan untuk mendapatkan pertambahan karunia-karunia, dengan hal itu semakin melengkapi pelayanan, dengan tujuan utama segalanya kemuliaan bagi Allah.

Berikutnya Stefanus juga mengalami pertambahan KUASA. Apa yang dilakukan oleh ROH KUDUS kepada rasul-rasul, juga terjadi dalam kehidupan Stefanus, dia melakukan banyak mujizat-mujizat dan tanda-tanda. Bisa kita telaah bahwa Stefanus juga dipakai untuk menyembuhkan orang-orang sakit, kerasukan setan, terbelunggu kuasa kegelapan. Hal itu sekali lagi kuncinya adalah Roh Kudus. Gereja kita juga merindukan banyak diantara jemaat yang dipenuhi dengan kuasa Allah. Menurut kamus bahasa Indonesia, kuasa adalah kemampuan untuk melakukan sesuatu dan wewenang atas sesuatu, juga memerintah. Mereka mendapatkan pertambahan kualitas. Jadi mendapatkan pertambahan kuantitas dan kualitas.

Bagaimana dapat memperoleh PERTAMBAHAN?

Yohanes 7:38 “Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup” Setiap orang percaya  yang mengaku Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat maka Roh Kudus masuk dalam kehidupannya dan apabila seseorang semakin terbuka untuk karya Roh Kudus, maka Dia semakin mencurahkan/mengalirkan deras Roh Kudus, sehingga semakin dipenuhi, maka kehidupan orang percaya tersebut akan mengalirkan aliran-aliran air hidup. Menjadi berkat bagi orang lain, semakin mengasihi orang lain, semakin menunjukkan buah-buah dari Allah.

Dalam Mazmur 1:3 dikatakan “Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.” Setiap tanah dan tanaman yang ditanam dan mendapatkan kecukupan kebutuhan air, maka tanah tersebut akan menjadi subur begitu pula tanamannya dan menghasilkan buah yang baik. Begitu pula dalam hal kekristenan, akan semakin berbuah dan buahnya baik, apabila mendapatkan aliran Roh Kudus senantiasa. Menjadi perenungan kita, apakah kita sudah mendapatkan kecukupan AIR HIDUP? Apakah kita sudah menghasilkan buah? Apakah buah Roh itu ada dalam kehidupan kita?.

Kiranya bulan Juni ini setiap jemaat mengalami PERTAMBAHAN sesuai dengan kebutuhan pribadi dalam hal mana mendapatkannya, dan juga sesuai dengan iman percayanya.

Tuhan Yesus memberkati kita semua…amien.


PENGENALAN YANG MENGHANGATKAN

Jumat, 9 Maret 2012

Bacaan : Yohanes 4:1-24

4:1. Ketika Tuhan Yesus mengetahui, bahwa orang-orang Farisi telah mendengar, bahwa Ia memperoleh dan membaptis murid lebih banyak dari pada Yohanes

4:2 –meskipun Yesus sendiri tidak membaptis, melainkan murid-murid-Nya, —

4:3 Iapun meninggalkan Yudea dan kembali lagi ke Galilea.

4:4. Ia harus melintasi daerah Samaria.

4:5 Maka sampailah Ia ke sebuah kota di Samaria, yang bernama Sikhar dekat tanah yang diberikan Yakub dahulu kepada anaknya, Yusuf.

4:6 Di situ terdapat sumur Yakub. Yesus sangat letih oleh perjalanan, karena itu Ia duduk di pinggir sumur itu. Hari kira-kira pukul dua belas.

4:7 Maka datanglah seorang perempuan Samaria hendak menimba air. Kata Yesus kepadanya: “Berilah Aku minum.”

4:8 Sebab murid-murid-Nya telah pergi ke kota membeli makanan.

4:9 Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: “Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?” (Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria.)

4:10 Jawab Yesus kepadanya: “Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup.”

4:11 Kata perempuan itu kepada-Nya: “Tuhan, Engkau tidak punya timba dan sumur ini amat dalam; dari manakah Engkau memperoleh air hidup itu?

4:12 Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kami Yakub, yang memberikan sumur ini kepada kami dan yang telah minum sendiri dari dalamnya, ia serta anak-anaknya dan ternaknya?”

4:13 Jawab Yesus kepadanya: “Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi,

4:14 tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.”

4:15 Kata perempuan itu kepada-Nya: “Tuhan, berikanlah aku air itu, supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air.”

4:16 Kata Yesus kepadanya: “Pergilah, panggillah suamimu dan datang ke sini.”

4:17 Kata perempuan itu: “Aku tidak mempunyai suami.” Kata Yesus kepadanya: “Tepat katamu, bahwa engkau tidak mempunyai suami,

4:18 sebab engkau sudah mempunyai lima suami dan yang ada sekarang padamu, bukanlah suamimu. Dalam hal ini engkau berkata benar.”

4:19 Kata perempuan itu kepada-Nya: “Tuhan, nyata sekarang padaku, bahwa Engkau seorang nabi.

4:20 Nenek moyang kami menyembah di atas gunung ini, tetapi kamu katakan, bahwa Yerusalemlah tempat orang menyembah.”

4:21 Kata Yesus kepadanya: “Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem.

4:22 Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi.

4:23 Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.

4:24 Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.”

PENGENALAN YANG MENGHANGATKAN

Seorang perempuan Samaria yang kemungkinan besar adalah pelacur terlibat percakapan dengan Tuhan Yesus. Uniknya ia menunjukkan ketertarikan akan perkara-perkara rohani dengan menanyakan tentang tempat penyembahan yang benar (ayat 20). Entah hanya karena iseng atau hal tersebut sudah lama ada di benaknya, percakapan tersebut membawanya kepada pengetahuan yang benar akan Allah.

Yesus tidak menyebutkan tempat tertentu. Dia lebih tertarik mengajar tentang penyembahan yang benar, yaitu penyembahan dalam roh dan kebenaran (ayat 23-24 ). Yesus lalu menjelaskan maksud-Nya. Kita menyembah dalam roh, karena Allah adalah Roh. Roh kita diciptakan untuk bergaul dengan Penciptanya, sehingga hubungan kita dengan Tuhan itu lebih penting daripada sekadar ritual atau liturgi; lebih penting daripada soal tempat, waktu atau hal-hal fisik. Kita juga harus menyembah dalam kebenaran. Kita harus belajar dari Firman Tuhan tentang siapa dan seperti apa Allah yang kita sembah, bukan membuat gambaran Allah seturut apa yang kita inginkan sendiri.

Seringkali kita lebih suka berada di salah satu kubu. Entah di kubu yang menekankan kehangatan hubungan dengan Tuhan, tetapi mendefinisikan Tuhan menurut pengertian sendiri, atau di kubu yang menekankan pentingnya pengenalan akan Allah tanpa pernah membangun kehangatan hubungan dengan-Nya. Biarlah kekariban bersama Allah mendorong kita untuk semakin mengenal Dia. Dan, biarlah pemahaman kita yang makin dalam akan Allah menghangatkan terus persahabatan kita dengan-Nya. –PBS

MAKIN KENAL, MAKIN KITA BERGAIRAH MENYEMBAH TUHAN;

MAKIN MENYEMBAH, MAKIN BERHASRAT KITA MENGENAL-NYA.

Dikutip : www.sabda.org

PERJUMPAAN YANG MENGUBAHKAN

Senin, 8 November 2010

Bacaan : Yohanes 4:1-14

4:1. Ketika Tuhan Yesus mengetahui, bahwa orang-orang Farisi telah mendengar, bahwa Ia memperoleh dan membaptis murid lebih banyak dari pada Yohanes

4:2 –meskipun Yesus sendiri tidak membaptis, melainkan murid-murid-Nya, —

4:3 Iapun meninggalkan Yudea dan kembali lagi ke Galilea.

4:4. Ia harus melintasi daerah Samaria.

4:5 Maka sampailah Ia ke sebuah kota di Samaria, yang bernama Sikhar dekat tanah yang diberikan Yakub dahulu kepada anaknya, Yusuf.

4:6 Di situ terdapat sumur Yakub. Yesus sangat letih oleh perjalanan, karena itu Ia duduk di pinggir sumur itu. Hari kira-kira pukul dua belas.

4:7 Maka datanglah seorang perempuan Samaria hendak menimba air. Kata Yesus kepadanya: “Berilah Aku minum.”

4:8 Sebab murid-murid-Nya telah pergi ke kota membeli makanan.

4:9 Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: “Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?” (Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria.)

4:10 Jawab Yesus kepadanya: “Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup.”

4:11 Kata perempuan itu kepada-Nya: “Tuhan, Engkau tidak punya timba dan sumur ini amat dalam; dari manakah Engkau memperoleh air hidup itu?

4:12 Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kami Yakub, yang memberikan sumur ini kepada kami dan yang telah minum sendiri dari dalamnya, ia serta anak-anaknya dan ternaknya?”

4:13 Jawab Yesus kepadanya: “Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi,

4:14 tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.”

 

PERJUMPAAN YANG

MENGUBAHKAN

Pernahkah hati Anda tertambat pada sesuatu atau seseorang? Sesuatu yang menambat hati kita pasti istimewa dan mengesankan; lalu menciptakan kenangan tersendiri dalam ingatan. Lebih dari itu, mungkin ia juga dapat mengubah jalan kehidupan kita selanjutnya.

Demikianlah yang terjadi pada suatu siang di Sikhar. Ada dua orang yang belum pernah saling jumpa. Mereka tampak berbeda. Yang satu lelaki, yang satu perempuan; yang satu Yahudi, yang lain Samaria; yang satu haus dan tak punya timba, yang satu lagi siap mengambil air dengan timba. Kedua orang ini bertemu di sumur. Alangkah mengejutkan karena lelaki tanpa timba yang haus itu justru memiliki air hidup yang membuat siapa pun yang meminumnya tak haus lagi. Sementara perempuan yang siap menimba, ternyata adalah pihak yang mendambakan air hidup itu.

Penjumpaan dan percakapan dengan lelaki itu begitu memesona dan mengubah hidup perempuan Samaria ini. Ia berubah-dari perempuan yang status sosialnya direndahkan karena kehidupan seksual yang mencengangkan, menjadi perempuan penginjil (ayat 28, 29). Ya! Setelah berjumpa dengan Yesus, ia bersaksi bahwa dahaga hatinya telah lenyap, diganti dengan air hidup yang terus mengalir. Mengapa? Sebab Yesus menyentuh hati yang haus dan mengalirkan kehidupan baru di hati perempuan itu.

Apabila Anda mengalami dahaga jiwa yang membuat Anda merasa hampa dan mencari-cari, datanglah dan mintalah air hidup kepada Yesus. Minta Tuhan berkarya; mengubah, memperbarui, dan menyegarkan segenap aspek hidup Anda-pikiran, perkataan, tindakan, karakter, dan sebagainya –DKL

KRISTUS MENAWARKAN AIR KEHIDUPAN
SUPAYA SETELAH MEMINUMNYA, KITA TAK PERNAH LAGI KEHAUSAN

Dikutip : www.sabda.org

Setiap Hari Menjadi Berkat

PESAN GEMBALA

24 JANUARI 2010

EDISI 110 TAHUN 3

Shallom… Salam Miracle…

Jemaat Tuhan di Bethany yang diberkati, suatu kebahagiaan yang sangat besar ketika kita bisa membawa seseorang datang kepada Tuhan, dan mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat dan tidak hanya sekedar menjadi orang Kristen. Namun bagi orang yang telah kita bawa untuk mengenal kebenaran yang sejati, kebahagiaannya adalah ketika bisa bertemu muka dengan muka secara pribadi dengan Tuhan, bukan melalui orang yang menuntunnya atau yang mengajarnya, tetapi ketemu secara pribadi dan memiliki pengalaman pribadi dengan Tuhan.

Suatu peristiwa yang sangat jelas dan menarik terjadi pada kisah seorang wanita Samaria di sumur Yakub. Kisah ini menceritakan bahwa Yesus harus melintasi Samaria, padahal ada jalur lain yang mudah ditempuh dan lebih aman secara manusia sebab terjadi pertentangan eksistensi antara orang Yahudi dengan orang Samaria, namun Yesus melalui jalur Samaria ini walau beresiko.

Ia telah mengetahui bahwa ada seorang wanita yang sangat membutuhkan pertolongan kasih-Nya, sebab ia memiliki sejarah yang gelap dengan segala kekurangan-kekurangan di masa lalu dalam hidup wanita itu.

Wanita itu memberikan air minum kepada  Yesus, sehingga Yesus meresponi demikian “jikalau engkau tahu tentang karunia Allah, dan siapa Dia yang berkata kepadamu, “berilah Aku minum!” niscaya engkau telah meminta kepadaNya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup” (Yohanes 4:10).

Yesus tahu masalahnya bukan terletak pada banyaknya ia mempunyai suami atau hubungan-hubungannya, yang sesungguhnya itu hanya gejala-gejala dari kerinduannya yang tidak ia sadari akan suatu hubungan kekal dengan satu-satunya Allah yang mampu memberikan. Suatu keputusan yang luar biasa sebab wanita Samaria itu mengambil air hidup yang ditawarkan oleh Yesus, dan akhirnya menjadi seorang pembawa berita kebenaran/keselamatan kepada kerabatnya dan tetangga-tetangganya.

Dia memberitakan “datang dan lihatlah orang ini dan terus mengatakan kepada setiap orang yang ditemuinya dalam setiap kesempatan, dia menjadi BERKAT. Semua orang di kota Samaria mengetahui siapa wanita ini yang sudah banyak berhubungan dengan banyak pria (hubungan yang negatif). Namun ketika wanita itu mengatakan tentang Yesus, maka ada keseriusan dalam perkataan wanita itu.

Saudara, setiap orang yang bertemu secara pribadi dengan Tuhan, maka akan ada sesuatu yang berbeda sebab telah diubahkan oleh Tuhan, dari kehidupan gelap menjadi terang, dari orang yang tidak dipercaya menjadi orang yang dipercaya, dari tidak dihiraukan menjadi perhatian yang baik dari banyak orang. Sehingga kerabat dan tetangga-tetangganya berdatangan untuk mengetahui apa yang telah terjadi dengan wanita tersebut dan akhirnya menjadi percaya kepada Yesus. Melalui perkataan wanita itu menjadikan banyak orang menjadi bertobat.

Yohanes menuliskannya sebagai berikut “banyak orang menjadi percaya karena perkataannya”. Mereka percaya apa yang telah didengar dari perkataan wanita itu. Namun dikonfirmasikan lewat pengalaman pribadi bersama Yesus “dan mereka berkata kepada perempuan itu, kami percaya, tetapi bukan lagi karena apa yang kaukatakan, sebab kami sendiri telah mendengar Dia dan bahwa Dialah benar-benar Juruselamat dunia” (Yohanes 4:42).

Bagi saudara yang membaca warta ini, apakah saudara mengalami perubahan ketika pertama kali bertemu Tuhan Yesus atau tidak merasakan sama sekali sesuatu yang harusnya berbeda, kalau tidak mengalami perubahan ketika pertama kali bertemu Tuhan Yesus atau tidak merasakan sama sekali sesuatu yang harusnya berbeda, kalau tidak mengalami sesuatu yang berbeda maka tidak mungkin membawa orang lain kepada Yesus Kristus .

Bagi kita yang mengalami pengalaman pribadi dengan Tuhan dan pengalaman itu adalah yang menyenangkan maka kita bisa membawa orang lain datang kepada Kristus, ketika kita menuntun orang-orang kepada Kristus, adalah penting bahwa mereka bisa melihat Dia muka dengan muka. Dan kita mengambil waktu bersama-sama dengan Dia sehingga orang-orang tahu bahwa kita telah bersama dengan Tuhan. Bersama dengan Tuhan segala sesuatu menjadi mungkin.

Dari kisah tersebut dapat kita pelajari bahwa wanita Samaria menjadi berkat bagi orang lain dan setiap orang yang telah mengenal Yesus melalui perkataan wanita itu juga menjadi berkat bagi orang lain sebab telah mengalami perjumpaan secara pribadi dengan Tuhan. Mereka menjadikan setiap hari bergairah dan penuh dengan karya agung Tuhan.

Jemaat yang dikasihi Tuhan, jadikanlah setiap hari dalam bulan ini dalam tahun ini menjadi berkat bagi orang lain. Seperti perempuan Samaria bertemu dengan Tuhan dan menjadikan orang lain untuk bertemu dengan Tuhan.

Tuhan Yesus memberkati kita semua..amien

Gembala Sidang,

Pdt. Ir. Joko Susanto, MA

PEMUAS DAHAGA

Jumat, 28 Agustus 2009

Bacaan : Yohanes 4:12-19

4:12 Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kami Yakub, yang memberikan sumur ini kepada kami dan yang telah minum sendiri dari dalamnya, ia serta anak-anaknya dan ternaknya?”

4:13 Jawab Yesus kepadanya: “Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi,

4:14 tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.”

4:15 Kata perempuan itu kepada-Nya: “Tuhan, berikanlah aku air itu, supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air.”

4:16 Kata Yesus kepadanya: “Pergilah, panggillah suamimu dan datang ke sini.”

4:17 Kata perempuan itu: “Aku tidak mempunyai suami.” Kata Yesus kepadanya: “Tepat katamu, bahwa engkau tidak mempunyai suami,

4:18 sebab engkau sudah mempunyai lima suami dan yang ada sekarang padamu, bukanlah suamimu. Dalam hal ini engkau berkata benar.”

4:19 Kata perempuan itu kepada-Nya: “Tuhan, nyata sekarang padaku, bahwa Engkau seorang nabi.

 

PEMUAS DAHAGA

Pernah ibu saya dirawat di ICU karena gagal jantung. Dokter memasukkan selang-selang plastik ke dalam mulutnya dari mesin pompa darah. Ketika sadar, ia tak bisa bicara. Bibirnya yang kering mencoba berbisik: “Haus … haus ….” Ia haus luar biasa, tetapi saya dilarang memberinya minum. Saya hanya boleh mengolesi bibirnya dengan kapas yang dibasahi air. Sungguh pedih melihat ia menderita kehausan, sementara yang saya lakukan tak cukup untuk memuaskan dahaganya.

Kehausan adalah penderitaan hebat. Orang bisa membayar berapa pun untuk memuaskan dahaga. Perempuan Samaria yang ditemui Yesus juga kehausan luar biasa. Bukan haus akan air, tetapi haus kasih sayang. Ia mengira, dengan menikahi seorang laki-laki, dahaganya akan kasih dapat terpuaskan. Nyatanya tidak. Ia mencoba lagi dengan laki-laki lain. Sama saja. Sampai lelaki keenam, ia tetap dahaga. Yesus berkata, yang perempuan itu butuhkan ialah “air hidup.” Maksudnya, Roh Kudus (bandingkan dengan Yohanes 7:38,39). Hanya Roh Kudus yang dapat mengisi ruang kosong di hati kita. Memberi kehangatan kasih sejati yang tak dapat manusia berikan. Jika kasih-Nya melimpah di hati, kita akan merasa puas. Tidak lagi menuntut terlalu banyak dari kasih manusia yang terbatas dan bersyarat.

Apakah Anda sering kecewa karena merasa kurang dikasihi? Apakah Anda berharap terlalu banyak pada orang terdekat? Berhentilah menjadikan orang lain sebagai sumber kasih. Minta Roh Kudus memenuhi hati Anda dengan kasih-Nya. Anda akan diubahkan oleh-Nya menjadi penyalur kasih, bukan pengemis kasih -JTI

JADIKAN TUHAN SUMBER KASIH

ANDA TAK AKAN LAGI MENJADI PENGEMIS KASIH

Sumber : www.sabda.org