MENYELAMI PIKIRAN TUHAN

Senin, 15 Oktober 2012

Bacaan : 2 Petrus 1:16-21

1:16. Sebab kami tidak mengikuti dongeng-dongeng isapan jempol manusia, ketika kami memberitahukan kepadamu kuasa dan kedatangan Tuhan kita, Yesus Kristus sebagai raja, tetapi kami adalah saksi mata dari kebesaran-Nya.

1:17 Kami menyaksikan, bagaimana Ia menerima kehormatan dan kemuliaan dari Allah Bapa, ketika datang kepada-Nya suara dari Yang Mahamulia, yang mengatakan: “Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.”

1:18 Suara itu kami dengar datang dari sorga, ketika kami bersama-sama dengan Dia di atas gunung yang kudus.

 

1:19. Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu.

1:20 Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri,

1:21 sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.

 

MENYELAMI PIKIRAN TUHAN

Mungkin seperti saya, Anda pernah berharap bisa mendengar Tuhan menyatakan diri secara supernatural. Bukankah Tuhan telah berbicara secara langsung kepada Abraham, Musa, dan Paulus; mengutus malaikat untuk memberitahukan rencana-Nya pada Gideon dan Maria; memberi penglihatan khusus kepada Yakub serta Petrus? Namun, kenyataannya, Dia tidak menyatakan diri dengan cara demikian pada setiap orang. Lalu, bagaimana kita bisa menyelami pikiran Tuhan dan hidup sesuai kehendak-Nya? Nasihat yang tentu sering kita dengar: bacalah Alkitab! Benarkah Alkitab dapat mewakili pikiran-pikiran Tuhan?

Rasul Petrus tampaknya menghadapi pertanyaan serupa sehingga ia menegaskan bahwa Alkitab tidak dihasilkan oleh manusia (ayat 21). Alkitab dapat dipercaya karena ditulis oleh ilham Roh Kudus (ayat 19, 21). Atas dorongan Roh Kudus juga, para rasul termasuk dirinya, menyampaikan apa yang dinyatakan oleh Kristus sendiri, yang ternyata sesuai dengan nubuat para nabi (ayat 16-19, 21). Ada hal-hal yang belum dinyatakan Tuhan Yesus semasa di dunia karena ketidaksiapan para murid, namun Roh Kudus akan memberitahukan hal-hal itu kepada mereka pada saat yang tepat (lihat Yohanes 16:12-15)

Tanpa membatasi Tuhan yang dapat menyatakan diri dengan segala macam cara, satu hal yang pasti, Dia telah menyatakan Pribadi dan karya-Nya dalam Alkitab. Roh Kudus sendiri yang menuntun penulisan Alkitab dalam sejarah yang panjang dan memeliharanya hingga sekarang. Jika kita memang rindu menyelami pikiran-pikiran Tuhan, mengapa kita tidak bertekun mempelajari karya tulis Roh Kudus ini? –JOE

KARENA DITULIS OLEH ROH KEBENARAN,

KITA DAPAT MEMERCAYAI ALKITAB SEBAGAI FIRMAN TUHAN

Dikutip : www.sabda.org

 

TIDAKKAH KAMU BACA?

Rabu, 3 Oktober 2012

Bacaan : Matius 12:1-8

12:1. Pada waktu itu, pada hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum. Karena lapar, murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya.

12:2 Melihat itu, berkatalah orang-orang Farisi kepada-Nya: “Lihatlah, murid-murid-Mu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat.”

12:3 Tetapi jawab Yesus kepada mereka: “Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar,

12:4 bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan bagaimana mereka makan roti sajian yang tidak boleh dimakan, baik olehnya maupun oleh mereka yang mengikutinya, kecuali oleh imam-imam?

12:5 Atau tidakkah kamu baca dalam kitab Taurat, bahwa pada hari-hari Sabat, imam-imam melanggar hukum Sabat di dalam Bait Allah, namun tidak bersalah?

12:6 Aku berkata kepadamu: Di sini ada yang melebihi Bait Allah.

12:7 Jika memang kamu mengerti maksud firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, tentu kamu tidak menghukum orang yang tidak bersalah.

12:8 Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.”

 

TIDAKKAH KAMU BACA?

Tahukah Anda bahwa seluruh isi Alkitab dapat dibaca nonstop dalam waktu sekitar 76 jam? Jadi, jika Anda membacanya 15 menit saja setiap hari, Anda dapat menyelesaikan seluruh Alkitab kurang dari setahun! Jika sebagian besar orang kristiani belum pernah satu kali pun membaca Alkitab hingga selesai, masalahnya terletak pada disiplin dan motivasi

Menarik untuk memperhatikan pertanyaan Tuhan Yesus: Tidakkah kamu baca? Pertanyaan yang sama juga dilontarkan-Nya dalam Matius 19 dan 22. Tuhan Yesus seolah hendak menegaskan kepada para pendengar-Nya –baik murid-murid, orang Farisi, maupun orang banyak yang mengikuti-Nya–bahwa sebagai umat Allah, sudah seharusnya mereka membaca seluruh isi Kitab Suci. Kaum Farisi mencomot satu bagian tanpa melihat bagian lainnya, sehingga pemahaman mereka tak lengkap dan kesimpulan mereka keliru

Bisa jadi kita pun gelagapan jika pertanyaan yang sama diajukan pada kita. Sudah berapa kali kita selesai membaca Alkitab? Tanpa memahami garis besar keseluruhannya, kita bisa terjebak memandang Alkitab sebagai kumpulan cerita yang tidak saling berhubungan, dan membuat banyak pemaknaan yang keliru. Padahal, Alkitab merupakan satu buku dengan satu cerita tentang Pribadi dan karya Tuhan yang agung. Luangkanlah waktu untuk mulai berdisiplin membaca seluruh bagian Alkitab. Miliki daftar pembacaan Alkitab untuk menandai bagian mana saja yang sudah dan belum Anda baca (Bacaan Alkitab Setahun dalam Renungan Harian dapat menolong Anda). Disiplin membaca Alkitab akan menolong kita makin memahami maksud firman-Nya! –ELS

DISIPLIN MEMBACA ALKITAB MEMBERI GAMBARAN UTUH

 AGAR FIRMAN TUHAN DIPAHAMI LENGKAP, BUKAN SEBAGIAN SAJA

Dikutip : www.sabda.org

BAHAGIA MENCINTAI FIRMAN

Minggu, 1 Juli 2012  

Bacaan : Mazmur 119:97-105

119:97. Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari.

119:98. Perintah-Mu membuat aku lebih bijaksana dari pada musuh-musuhku, sebab selama-lamanya itu ada padaku.

119:99 Aku lebih berakal budi dari pada semua pengajarku, sebab peringatan-peringatan-Mu kurenungkan.

119:100 Aku lebih mengerti dari pada orang-orang tua, sebab aku memegang titah-titah-Mu.

119:101. Terhadap segala jalan kejahatan aku menahan kakiku, supaya aku berpegang pada firman-Mu.

119:102. Aku tidak menyimpang dari hukum-hukum-Mu, sebab Engkaulah yang mengajar aku.

119:103. Betapa manisnya janji-Mu itu bagi langit-langitku, lebih dari pada madu bagi mulutku.

119:104 Aku beroleh pengertian dari titah-titah-Mu, itulah sebabnya aku benci segala jalan dusta.

119:105. Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.

 

BAHAGIA MENCINTAI FIRMAN

Tahun 2012 Kelompok Pelayanan Gloria melakukan gerakan membaca Alkitab bersama di seluruh jajarannya. Dengan dibantu buku Warren Wiersbe, Hidup Bersama Firman: Pasal demi Pasal Seluruh Alkitab (terbitan Renungan Harian, Yayasan Gloria), setiap karyawan dan sukarelawan diajak membaca dua pasal Alkitab setiap hari, yang dipantau melalui pertemuan akuntabilitas kelompok setiap minggu. Jika konsisten, seluruh Alkitab dapat selesai dibaca dalam dua tahun. Dan jika konsekuen, setiap orang akan memiliki gambaran dan pemahaman yang lebih utuh tentang keseluruhan isi Alkitab.

Mazmur 119, pasal terpanjang di Alkitab, berbicara tentang bahagianya orang yang hidup bersama Firman. Pemazmur sendiri mengaku mendapat banyak manfaat dari merenungkan perkataan-perkataan Tuhan. Di antaranya: membuat lebih bijaksana (ayat 98), berakal budi (ayat 99), mengerti (ayat 100), dan masih banyak lagi. Namun, rahasia kebahagiaannya tersingkap di ayat 97, yaitu dalam hatinya yang penuh cinta: cinta akan Taurat Tuhan, yang merupakan ungkapan cintanya yang dalam kepada “Tuhan Taurat” itu sendiri. Jika John Stott menulis, “Melalaikan Alkitab berarti mengabaikan Tuhan”, pemazmur menghidupi kebenaran itu dengan cara “Mencintai Tuhan berarti memperhatikan Firman-Nya.”

Memasuki semester kedua bergulirnya gerakan membaca Alkitab ini, bagaimana dengan pembacaan Alkitab Anda? Apakah Anda sudah dan masih melakukan pembacaan Alkitab secara rutin dan menyeluruh, selain merenungkan kedalaman makna dan penerapannya melalui waktu teduh? Dan, apakah Anda melakukannya dengan rasa cinta yang besar kepada Sang Firman Hidup, yang terlebih dahulu dan selalu mencintai Anda? –ODY

MARI MEMBACA DAN MEMPERHATIKAN FIRMAN TUHAN

DENGAN DIALASI RASA RINDU DAN CINTA KEPADA KRISTUS, SANG FIRMAN.

Sumber : www.sabda.org

INJIL PALSU

Jumat, 15 Juni 2012

Bacaan : Galatia 1:6-10

1:6. Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain,

1:7 yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus.

1:8 Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia.

1:9 Seperti yang telah kami katakan dahulu, sekarang kukatakan sekali lagi: jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu suatu injil, yang berbeda dengan apa yang telah kamu terima, terkutuklah dia.

 

1:10. Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus.

 

INJIL PALSU

Menurut cerita, ada kebiasaan unik di lingkungan bank untuk melatih pegawainya mengenali uang palsu. Selama beberapa bulan mereka diminta untuk menghitung uang, yang tentunya asli, dalam jumlah banyak. Kemudian setelahnya, diselipkan beberapa lembar uang palsu didalam tumpukan yang harus dihitung. Menarik sekali, dengan mudah para pegawai ini mengenali uang palsu tersebut. Kebiasaan memegang uang asli menolong mereka dengan cepat merasakan adanya uang palsu.

Paulus sangat geram ketika jemaat Galatia dengan mudah menerima suatu pengajaran yang berbeda dengan yang pernah ia ajarkan. Dengan mudah para pengajar Injil palsu ini memutarbalikkan kebenaran dan mengacaukan jemaat (ayat 7). Jemaat dengan cepat menerima dan dikacaukan karena mungkin pengajaran ini memiliki beberapa kemiripan dengan pengajaran yang pernah mereka terima. Namun, sesuatu yang mirip tetap bukanlah sesuatu yang asli. Sesuatu yang “agak salah” jelas bukanlah sesuatu yang benar. Bahkan Paulus tidak segan-segan mengatakan mereka yang memberitakan Injil yang berbeda itu sebagai “terkutuk” (ayat 8-9). Seseorang yang menggeser pentingnya salib Kristus dari kehidupan orang percaya, sesungguhnya sedang merendahkan karya agung Allah.

Terkadang kita sulit membedakan keaslian atau kepalsuan suatu pengajaran. Apa upaya kita untuk terhindar dari meyakini pengajaran yang salah? Paling tidak sudahkah kita secara pribadi tekun membaca sumber kebenaran, yaitu Alkitab? Kebiasaan untuk bergaul dengan Injil yang murni akan mempermudah kita mengenali yang tidak murni. –PBS

PEMAHAMAN KITA AKAN KEBENARAN YANG ASLI

AKAN MEMAMPUKAN KITA MENGENALI PENGAJARAN YANG PALSU.

Dikutip : www.sabda.org

BENAR TIDAK TAHU?

Jumat, 8 Juni 2012

Bacaan : Lukas 23:33-43

23:33 Ketika mereka sampai di tempat yang bernama Tengkorak, mereka menyalibkan Yesus di situ dan juga kedua orang penjahat itu, yang seorang di sebelah kanan-Nya dan yang lain di sebelah kiri-Nya.

23:34 Yesus berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya.

23:35 Orang banyak berdiri di situ dan melihat semuanya. Pemimpin-pemimpin mengejek Dia, katanya: “Orang lain Ia selamatkan, biarlah sekarang Ia menyelamatkan diri-Nya sendiri, jika Ia adalah Mesias, orang yang dipilih Allah.”

23:36 Juga prajurit-prajurit mengolok-olokkan Dia; mereka mengunjukkan anggur asam kepada-Nya

23:37 dan berkata: “Jika Engkau adalah raja orang Yahudi, selamatkanlah diri-Mu!”

23:38 Ada juga tulisan di atas kepala-Nya: “Inilah raja orang Yahudi”.

23:39 Seorang dari penjahat yang di gantung itu menghujat Dia, katanya: “Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!”

23:40 Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: “Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama?

23:41 Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah.”

23:42 Lalu ia berkata: “Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.”

23:43 Kata Yesus kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.”

 

BENAR TIDAK TAHU?

Kata “tidak tahu” kerap punya arti berlapis. Benarkah seorang mahasiswa “tidak tahu” sehingga tidak bisa mengerjakan tugas kuliahnya? Benarkah seseorang “tidak tahu” ketika ia mengambil milik orang lain tanpa permisi? Benarkah seorang karyawan “tidak tahu” ketika tugas yang diberikan padanya tidak kunjung selesai? Jika benar-benar “tidak tahu” tentunya mereka tidak bisa dipersalahkan bukan? Lain halnya jika alasan itu ternyata diberikan untuk menutupi kemalasan, kecerobohan, dan ketidakpeduliannya.

Jika orang-orang yang menyalibkan Yesus benar-benar “tidak tahu” apa yang mereka perbuat, bukankah itu berarti mereka tak bersalah? Mengapa Yesus memohon Bapa mengampuni orang tak bersalah? Jika membaca seluruh Injil, kita melihat bahwa sebenarnya Yesus sudah memberikan cukup bukti bahwa Dia Mesias, Anak Allah. Penyakit, angin ribut, setan-setan, bahkan maut takluk pada-Nya. Pengajaran-Nya penuh hikmat dan kuasa. Orang-orang melihat langit terbuka dan mendengar suara yang menyatakan bahwa Yesus Anak Allah. Yesus sendiri menyatakan diri sebagai Anak Allah. Jadi, “mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat” di sini perlu dipahami bukan sebagai kondisi tak bersalah. Mereka seharusnya tahu dengan banyaknya bukti yang mereka lihat. Mereka bersalah karena mengabaikan semua itu dan menyalibkan Mesias. Sebab itu, mereka juga memerlukan pengampunan.

Adakah hal-hal yang jelas tidak sesuai firman Tuhan, tetapi masih kita lakukan? Mohon pengampunan-Nya dan jangan lagi abaikan kebenaran-Nya. Adakah hal-hal yang memang kita tidak tahu, apakah sesuai kehendak-Nya atau tidak? Jangan abaikan firman yang sudah Dia berikan. Buatlah daftar hal-hal yang selama ini belum pernah Anda lihat dengan pandangan alkitabiah, lalu selidikilah apa kata Alkitab tentang hal itu. –ELS

DUA PILIHAN KETIKA KITA TIDAK TAHU:

CARI TAHU ATAU TIDAK MAU TAHU.

Dikutip : www.sabda.org

SATU IOTA PUN PENTING

Rabu, 16 Mei 2012

Bacaan : Matius 5:17-20

5:17. “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.

5:18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.

5:19 Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.

5:20 Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

 

SATU IOTA PUN PENTING

Bagaimana perasaan Anda jika orang menyebarluaskan berita yang keliru tentang Anda? Tentu Anda marah, jengkel, tidak terima, karena akibat pemberitaan itu, orang banyak akan memiliki gambaran yang salah tentang Anda, dan mungkin memperlakukan Anda dengan tidak seharusnya.

Tuhan juga tidak menginginkan pemberitaan yang menyesatkan tentang diri-Nya. Yesus berkata bahwa “satu iota atau satu titik” pun tidak boleh ditiadakan dari firman-Nya (ayat 18). Iota (yod) adalah huruf terkecil dalam abjad Ibrani. Titik (keraia) atau goresan kecil dalam abjad Ibrani adalah unsur yang membedakan arti dari huruf-huruf yang serupa. Seluruh firman Tuhan harus dilakukan dan diajarkan dengan benar, tidak ada pengecualian. Tinggi-rendahnya tempat seseorang di dalam Kerajaan sorga tergantung pada hal ini (ayat 19). Keseriusan yang sama ditegaskan ketika kanon Alkitab diakhiri (Wahyu 22:18-19). Menurut Yesus, mereka yang menyesatkan orang lain lebih baik dibinasakan (Matius 18:6). Tuhan tidak menginginkan pemberitaan yang keliru tentang diri-Nya.

Kebenaran ini mendorong kami yang menyeleksi dan menyunting naskah Renungan Harian berhati-hati dalam mengerjakan tugas kami. Anda mungkin memiliki kesempatan-kesempatan yang berbeda untuk mengajarkan firman Tuhan kepada orang lain. Mari bersama melakukannya dengan kerinduan agar mereka mengenal Tuhan sebagaimana Dia ingin dikenal, agar mereka tidak salah bersikap terhadap-Nya. Itu artinya, kita makin teliti belajar Alkitab dan makin berhati-hati dalam mengajarkannya. –ELS

PEMBERITAAN YANG KELIRU AKAN TUHAN

AKAN MEMBAWA PENGENALAN YANG KELIRU TENTANG DIA.

Dikutip : www.sabda.org

BEBAS ATAU DIPERHAMBA

Kamis, 19 April 2012

Bacaan : 1 Korintus 6:12-20

6:12. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apapun.

6:13 Makanan adalah untuk perut dan perut untuk makanan: tetapi kedua-duanya akan dibinasakan Allah. Tetapi tubuh bukanlah untuk percabulan, melainkan untuk Tuhan, dan Tuhan untuk tubuh.

6:14 Allah, yang membangkitkan Tuhan, akan membangkitkan kita juga oleh kuasa-Nya.

6:15 Tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah anggota Kristus? Akan kuambilkah anggota Kristus untuk menyerahkannya kepada percabulan? Sekali-kali tidak!

6:16 Atau tidak tahukah kamu, bahwa siapa yang mengikatkan dirinya pada perempuan cabul, menjadi satu tubuh dengan dia? Sebab, demikianlah kata nas: “Keduanya akan menjadi satu daging.”

6:17 Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia.

6:18 Jauhkanlah dirimu dari percabulan! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri.

6:19 Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, –dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?

6:20 Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

 

 

BEBAS ATAU DIPERHAMBA

Salah satu pandangan yang banyak saya dengar dari rekan nonkristiani adalah: “Enak ya, jadi orang kristiani itu tidak banyak aturannya, bebas.” Di sisi lain, tak jarang “ketidakbebasan” dari orang nonkristiani terdengar dijadikan lelucon oleh saudara-saudara kristiani. Apa kata Alkitab tentang kebebasan ini?

Pengikut Kristus diselamatkan karena anugerah, bukan karena memenuhi aturan tertentu. Jadi, benar bahwa kita memiliki kebebasan dalam Kristus. Akan tetapi, ketika kebebasan itu digunakan sekehendak hati manusia yang berdosa, kita justru akan diperhamba oleh hal lain. Beberapa jemaat di Korintus, misalnya, telah memperhambakan tubuh mereka pada hasrat seksual sehingga rusaklah pernikahan yang seharusnya menjadi cerminan hubungan Tuhan dengan jemaat-Nya (ayat 15-20, lihat juga pasal 5:1). Paulus menegur mereka: Jangan diperhamba oleh suatu apa pun. Muliakan Allah dengan tubuhmu! (ayat 12, 20).

Adakah kita juga sedang diperhamba oleh sesuatu? Saya terkesan dengan sebuah jemaat di Minneapolis. Tadinya sederetan larangan mengatur kehidupan jemaat itu. Namun, kemudian mere-ka memutuskan mengganti komitmen mereka: “Kami bertekad untuk menjauhi segala obat-obatan, makanan, minuman, dan praktik-praktik lain yang dapat membahayakan tubuh, atau yang dapat melemahkan iman kami atau iman saudara-saudara kami.” Mereka menolak diperhamba oleh apa pun, tetapi menggunakan kebebasan mereka di dalam Kristus untuk memilih tindakan yang mempermuliakan Dia di antara jemaat dan di tengah masyarakat yang memperhatikan mereka. Bagaimana dengan Anda dan saya? –ELS

KITA DIPERHAMBA DOSA KARENA MENURUTI KEHENDAK DIRI.

KITA BEBAS BERBUAT BENAR KARENA MENURUTI KEHENDAK TUHAN.

Dikutip : www.sabda.org