WARGA KOTA ALLAH

Senin, 16 April 2012

Bacaan : Wahyu 21:9-27

21:9. Maka datanglah seorang dari ketujuh malaikat yang memegang ketujuh cawan, yang penuh dengan ketujuh malapetaka terakhir itu, lalu ia berkata kepadaku, katanya: “Marilah ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan, mempelai Anak Domba.”

21:10 Lalu, di dalam roh ia membawa aku ke atas sebuah gunung yang besar lagi tinggi dan ia menunjukkan kepadaku kota yang kudus itu, Yerusalem, turun dari sorga, dari Allah.

21:11 Kota itu penuh dengan kemuliaan Allah dan cahayanya sama seperti permata yang paling indah, bagaikan permata yaspis, jernih seperti kristal.

21:12 Dan temboknya besar lagi tinggi dan pintu gerbangnya dua belas buah; dan di atas pintu-pintu gerbang itu ada dua belas malaikat dan di atasnya tertulis nama kedua belas suku Israel.

21:13 Di sebelah timur terdapat tiga pintu gerbang dan di sebelah utara tiga pintu gerbang dan di sebelah selatan tiga pintu gerbang dan di sebelah barat tiga pintu gerbang.

21:14 Dan tembok kota itu mempunyai dua belas batu dasar dan di atasnya tertulis kedua belas nama kedua belas rasul Anak Domba itu.

21:15 Dan ia, yang berkata-kata dengan aku, mempunyai suatu tongkat pengukur dari emas untuk mengukur kota itu serta pintu-pintu gerbangnya dan temboknya.

21:16 Kota itu bentuknya empat persegi, panjangnya sama dengan lebarnya. Dan ia mengukur kota itu dengan tongkat itu: dua belas ribu stadia; panjangnya dan lebarnya dan tingginya sama.

21:17 Lalu ia mengukur temboknya: seratus empat puluh empat hasta, menurut ukuran manusia, yang adalah juga ukuran malaikat.

21:18 Tembok itu terbuat dari permata yaspis; dan kota itu sendiri dari emas tulen, bagaikan kaca murni.

21:19 Dan dasar-dasar tembok kota itu dihiasi dengan segala jenis permata. Dasar yang pertama batu yaspis, dasar yang kedua batu nilam, dasar yang ketiga batu mirah, dasar yang keempat batu zamrud,

21:20 dasar yang kelima batu unam, dasar yang keenam batu sardis, dasar yang ketujuh batu ratna cempaka, yang kedelapan batu beril, yang kesembilan batu krisolit, yang kesepuluh batu krisopras, yang kesebelas batu lazuardi dan yang kedua belas batu kecubung.

21:21 Dan kedua belas pintu gerbang itu adalah dua belas mutiara: setiap pintu gerbang terdiri dari satu mutiara dan jalan-jalan kota itu dari emas murni bagaikan kaca bening.

21:22 Dan aku tidak melihat Bait Suci di dalamnya; sebab Allah, Tuhan Yang Mahakuasa, adalah Bait Sucinya, demikian juga Anak Domba itu.

21:23 Dan kota itu tidak memerlukan matahari dan bulan untuk menyinarinya, sebab kemuliaan Allah meneranginya dan Anak Domba itu adalah lampunya.

21:24 Dan bangsa-bangsa akan berjalan di dalam cahayanya dan raja-raja di bumi membawa kekayaan mereka kepadanya;

21:25 dan pintu-pintu gerbangnya tidak akan ditutup pada siang hari, sebab malam tidak akan ada lagi di sana;

21:26 dan kekayaan dan hormat bangsa-bangsa akan dibawa kepadanya.

21:27 Tetapi tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian atau dusta, tetapi hanya mereka yang namanya tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba itu.

 

WARGA KOTA ALLAH

Kota mana yang menurut Anda paling baik dan menyenangkan untuk ditinggali? Adik saya senang dengan pekerjaannya di Jakarta, tetapi tidak senang menetap di sana karena sering macet dan banjir. Teman saya menikmati kebersihan dan keteraturan Singapura, tetapi menurutnya kota itu agak membosankan.

Yohanes mendapatkan penglihatan tentang sebuah kota yang lebih baik daripada semua kota yang pernah dilihatnya. Begitu indahnya hingga Yohanes menyebut berbagai batu berharga untuk meng-gambarkannya (ayat 11-21). Jelas itu bukan kota mati yang membosankan karena ia juga melihat “bangsa-bangsa” dan “raja-raja” beraktivitas di dalamnya (ayat 23-26). Dan, yang paling luar biasa, kota itu disebutkan penuh dengan kemuliaan Tuhan (ayat 11) karena Tuhan memang berdiam di sana (ayat 22-23). Hidup bersama Sang Pencipta yang memiliki pengetahuan dan kreativitas tak terbatas bukankah pasti takkan pernah membosankan? Ada catatan lain yang penting: di dalam kota itu tidak ada dosa (ayat 27). Tempat yang bebas dari pencuri, pendusta, pengejek, pembunuh, dan semua pelaku kejahatan lainnya.

Kita yang telah ditebus Kristus, Sang Anak Domba Allah, dan setia sampai akhir kelak akan tinggal di kota itu (Wahyu 14:1-6, 12; 20:12). Pernahkah kita memikirkan apa yang akan kita lakukan dan percakapkan setiap hari di sana? Dalam kota yang berpusat kepada Tuhan, tentu setiap aktivitas kita akan bercerita tentang kebenaran dan keadilan Tuhan; kekudusan dan kasih-Nya; kemuliaan dan kehormatan-Nya. Menyadari masa depan kita nanti, mengapa tidak memulainya dari sekarang? –ELS

MARI HIDUP SESUAI STATUS KITA: WARGA KOTA ALLAH YANG MULIA.

Dikutip : www.sabda.org

 

Iklan

Doa Puasa Raya Hari Ke-38 Kamis, 1 September 2011

22 tahun. Untung saya bodoh, Roh Kudus yang penuh hikmat muncul. Pada

akhirnya pengetahuan itu muncul. Itu tambang.

Pengetahuan dunia itu sejajar dengan pengetahuan Tuhan, anak2

disekolahkan ke Amerika, Sidney. Saya membuat sebuah tesis, similiar dengan

Ps.D. Hikmat Tuhan diakui dunia. Dengan itu, saya dapat gelar Professor.

Roh Kudus menjadi tambang pengetahuan, jika Roh Kudus ada dalam

diri saudara, maka engkau akan menjadi pintar. Dengan adanya hikmat dan

pengetahuan.

Dengan pengalaman yang saya alami, jika Roh Kudus tidak memenuhi

saya, hak tersebut tidak mungkin.

How to pray? Hormati Roh Kudus!

II Samuel 6:11

Tiga bulan lamanya tabut Tuhan itu tinggal di rumah Obed-Edom, orang

Gat itu, dan TUHAN memberkati Obed-Edom dan seisi rumahnya.”

Jika engkau dan seisi rumah saudara menghormati Roh Kudus, maka

engkau diberkati, apa saja yang engkau lakukan akan diberkati. Apa yang

dekat padamu, kerjakan, maka engkau diberkati, karena Roh Kudus menyertai.

Perkataan Immanuel itu benar benar terjadi dalam saudara. Berhati-hati agar

posisi saudara tidak dimurkai Tuhan.

Iman

Iman adalah tambang emas, mengadakan yang tidak ada menjadi ada.

Iman itu tambang, Roh Kudus bukan hanya membuat engkau pandai,

tambang pengetahuan, tapi juga tambang iman.

Jangan kuatir, hormati Roh Kudus, engkau menjadi orang yang diberkati.

Karunia Menyembuhkan

Memang ada tantangan, kemenangan kita adalah penguasaan diri, make

decision. Menyembuhkan ini adalah transformasi, dari jahat menjadi baik,

keluarga yang tidak baik menjadi baik. Jika engkau mengalami mujizat,

saksikan.

Karunia nubuatan

Banyak orang mengartikan menyampaiakan hari depan, dalam bahasa

aslinya adalah special view. Itu nabi nabi. Kita diberikan special view.

Seperti saat membangun Menara Jakarta dengan biaya 2,5 T. Dengan special 

view, saya melihat 2,5 T itu disediakan Tuhan. Jika engkau punya special view,

itu luar biasa. Kadang special view itu bertentangan dengan mata jasmani kita.

Ingat dalam dirimu ada tambang yang selalu diisi.

Orang yang berharap pada Tuhan atau berharap pada mamon. Seperti

pemuda yang kaya itu, diberi pilihan, ikut Yesus atau harta. Pengharapan kita

jangan pada mamon. Seperti Perempuan Sunem, karena dia menghormati,

eliza ada pada rumahnya. Orang yang menghormati Roh Kudus, selalu ada

janji Tuhan yang luar biasa. eliza bilang, tahun depan akan datang membawa

anak.

Iman itu mengadakan yang tidak ada menjadi ada. Pada akhirnya perempuan

ini punya anak dan makin diberkati.

Pengharapan itu anak, anak harus dipelihara well, tapi jangan menjadi

berhala. Waktu panen, pegawai menyabit, anak itu tiba tiba sakit kepala dan

mati. Karena kaya, pengharapannya pada mamon. Berbahaya. Tapi perempuan

ini sungguh sungguh, dia memeninta eliza datang ke rumah, dan eliza datang,

kemudian anak itu hidup. Itu pengharapan intim dengan Tuhan, mata dengan

mata, mulut dengan mulut, maka pengharapanan itu bangkit.

Gereja yang kaya itu warningnya lebih. Jika kita diberkati secara fisik, tipis

sekali pengharapan pada Tuhan atau mamon.

Gereja yang diberkati juga berbahaya, pengharapannya pada Tuhan atau

mamon. Mari kita bergantung pada Tuhan sampai pada akhir jaman.

KORBAN KRISTUS

Kita masuk tahun ini dengan satu pengertian, kita belajar bergaul dengan

Tuhan.

Kejadian 3:8-10

Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan

isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman.

Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: “Di

manakah engkau?” Ia menjawab: “Ketika aku mendengar, bahwa Engkau

ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku

bersembunyi.”

Keinginan Tuhan untuk bergaul dengan manusia sejak di taman eden.

Alangkah indahnya selalu bergaul dengan Tuhan. Kehendak Tuhan untuk

bergaul dengan Tuhan selalu tetap, tidak berubah, tetapi manusia yang jatuh

dalam dosa sehingga akhirnya Adam dan Hawa terpaksa terusir, ada suatu tirai

tebal yang menghalangi ( Kejadian 3:22-24 )

DitempatkanNYA malaikat dan kerub, sehingga antara Allah dengan

manusia ada batas, tapi kehendak Allah untuk bergaul dengan manusia tetap

sehingga ada suatu jalan, manusia yang pertama (Adam dan Hawa telanjang),

memalukan, dan ada kulit tersembelih untuk menjadi pakaian. Darah adalah

korban, darah yang “cry out,” untuk menutupi aib Adam dan Hawa secara

jasmani. Korban Darah Domba, bukan kulitnya. Dan dinubuatkan suatu hari

Tuhan akan menolong umatnya. ( Ibrani 9:13-14 )

Jika darah anak domba mensucikan secara lahiriah, maka darah Kristus

mensucikan sampai hati nurani kita. (Ibrani 10:19-20 )

Antara Adam Hawa dan Allah ada sekat yang digambarkan blue print,

ada ruang Maha Kudus disitu terdapat tirai yang tebal, walaupun diwakili

oleh imam-imam tapi tetap tidak ada hubungan antara Allah dan manusia,

tetapi tabir ini pecah, ada Allah yang jd manusia, Mesias yang menerjang

keruk, disalibkan. Son of Man, juga Son of God, Yesus Kristus menembus

tirai tersebut. Dia membawa darahNYA sendiri, yang pertama masuk ruang

Maha Kudus, untuk kita bisa bergaul kembali dengan Allah. Darah Kristus

mengembalikan pergaulan kita dengan Allah. Hanya darah Yesus Kristus 

Mendapatkan Damai Sejahtera melalui Rendah Hati

PESAN GEMBALA

24 OKTOBER 2010

EDISI 149 TAHUN 3

Shallom…salam Miracle

Jemaat Tuhan yang diberkati, sering kali kita mendengar ajaran tentang kerendahan hati, dimana setiap orang mendahulukan kepentingan orang lain daripada kepentingan diri sendiri. Alkitab memerintahkan agar kita menganggap orang lain lebih utama daripada diri sendiri. Filipi 2:3-4 “Karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati seorang menganggap yang lain lebih utama dari dirinya sendiri.”

 

Orang yang memiliki kerendahan hati tidak mudah tersinggung atau marah. Tetapi tidak demikian dengan orang yang memiliki keakuan yang besar. Percekcokan dan konflik berhenti bila kita memiliki kerendahan hati, Amsal 13:10 “Keangkuhan hanya menimbulkan pertengkaran, tetapi mereka yang mendengarkan nasehat mempunyai hikmat.” Kepribadian yang kasar, pemarah, sombong, suka mendominasi, suka menuntut dan keras perlu dikikis. Orang-orang di sekitar kita sebaiknya tidak merasakan roh kita, melainkan mereka harus merasakan Roh Allah yang bekerja melalui kita. Bila orang lebih merasakan roh kita daripada Roh Allah, itu berarti kita membutuhkan kerendahan hati. Dan ini memerlukan banyak penghancuran kekerasan hati. Tidak rendah hati dimiiki oleh orang yang tidak disiplin dan dididik secara benar ketika ia masih kecil. Hanya TUAN-TUAN yang seringkali mudah tersinggung, bukan anak domba-anak domba.

 

Orang yang rendah hati dan memiliki hati yang lembut, tidak pernah tersinggung seperti orang disebutkan dalam Amsal 18:19. Orang menjadi tersinggung karena keakuannya terluka. Kasih karunia telah ditolaknya dan ia telah mengeraskan hatinya serta menjadi pahit hati, Ibrani 4:16 “Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapatkan pertolongan kita pada waktunya.” Bandingkan dengan Ibrani 12:15 “Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh AKAR YANG PAHIT yang menimbulkan KERUSUHAN dan MENCEMARKAN BANYAK ORANG.” Orang menjadi tersinggung karena memelihara suatu luka hati dan menjebloskan dirinya sendiri ke dalam suatu lubang yang dalam. Ia tidak dapat disembuhkan, tidak dengan permintaan maaf atau apapun juga, sebelum mengalami jamahan Allah.

 

Hati yang mudah tersinggung yang dibiarkan tidak diobati akan menjadi SANGAT JAHAT. Di hari-hari terakhir banyak orang akan tersinggung, dan ini akan membuat mereka saling membenci dan mengkhianati (Matius 24:10). Apakah kita sadar betapa seriusnya problem kita bila membiarkan hati kita tersinggung?

 

Saya ingin mengulangi hal ini. Orang yang tersinggung itu bukan anak domba, ia adalah seorang Tuan, sombong serta tidak memiliki hati yang remuk. Ia memiliki suatu pendapat yang tinggi tentang dirinya sendiri dan “SOK PENTING”. Ia mempertahankan hak-haknya dan menuntut pembelaan atas dirinya. Salah satu tipuan yang memperdayai seseorang yang tersinggung adalah ia percaya bahwa ia memiliki hak untuk tersinggung, dan bahwa ia dibenarkan untuk marah, dan melukai orang-orang lain. (Ia tidak benar-benar percaya bahwa Allah memakai ketidakadilan untuk meningkatkan kerohanian anak-anak-Nya). Karena itu, hatinya mulai tertipu.

 

Satu-satunya cara untuk menyelamatkan diri dari lubang yang menyeramkan ini adalah dengan menjadi ANAK DOMBA, menyerahkan hak-hak kita, dan meneladani YESUS KRISTUS yang mempercayakan segala ketidakadilan yang Ia alami kepada Bapa Surgawi-Nya. 1 Petrus 2:21-23 “Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya. Ia tidak berbuat dosa, dan tipu daya tidak ada dalam mulut-Nya. Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, Yang menghakimi dengan adil.

 

Neraka dipenuhi dengan orang-orang yang tersinggung, yang menolak kasih karunia Allah ketika mereka disakiti. Mereka meninggal dengan memegang erat kepahitan mereka terhadap Allah dan orang-orang yang tidak mau mereka maafkan. Kini mereka sendiri tersiksa dengan pelanggaran-pelanggaran yang tidak mau mereka maafkan dalam diri orang lain. Akan sangat penting bagi kita anak-anak-Nya untuk senantiasa rendah hati dan menikmati damai sejahtera bersama dengan kasih Tuhan. Allah tinggal bersama mereka yang rendah hati. Sehingga dalam damai sejahtera menjadikan kita bisa mendapatkan kesatuan. Hadirat Tuhan ditolak oleh hati yang keras, tetapi kekerasan tidak dimiliki oleh orang yang rendah hati. Allah menolak orang yang sombong, Ia berjalan bersama orang yang rendah hati karena Ia sendiri pun rendah hati. Dalam hati yang lembut Allah menuliskan hukum-hukum-Nya, tetapi Allah tidak dapat bekerja di hati yang keras. Hati yang keras itu tidak peka dan tidak mampu mendengar suara Roh yang lembut. Allah membimbing orang-orang yang lembut hati.

Tuhan Yesus memberkati kita semua…amien.

 

Gembala Sidang,

Pdt. Ir. Joko Susanto, MA

MEMPEROLEH KESATUAN DAN DAMAI SEJAHTERA

Shallom..Salam miracle

Jemaat Bethany yang diberkati Tuhan, seringkali kita mendengar ajaran tentang kerendahan hati, dimana setiap orang mendahulukan kepentingan orang lain daripada kepentingan diri sendiri.

Alkitab memerintahkan agar kita menganggap orang lain lebih utama daripada diri sendiri.

Filipi 2:3-4 “Karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu tujuan, dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama daripadadirinya sendiri.”

Orang yang memiliki hati yang remuk tidak mudah tersinggung atau marah. Tetapi tidak demikian dengan orang yang memiliki keakuan yang besar. Percekcokan dan konflik berhenti bila kita memiliki hati yang remuk, Amsal 13:10 “Keangkuhan hanya menimbulkan pertengkaran, tetapi mereka yang mendengarkan nasehat mempunyai hikmat.”

Kepribadian yang kasar, pemarah, sombong, suka mendominasi, suka menuntut, dan keras perlu diremukkan.

Orang-orang disekitar kita tidak boleh merasakan roh kita; mereka harus merasakan Roh Allah yang bekerja melalui kita. Bila orang lebih merasakan roh kita daripada Roh Allah, itu berarti kita membutuhkan hati yang remuk. Dan ini memerlukan banyak penghancuran. Hati yang tidak remuk dimiliki oleh orangyang tidak disiplin dan dididik secara benar ketika ia masih kecil. Hanya TUAN-TUAN yang seringkali mudah tersinggung, bukan anak domba-anak domba.

Orang yang rendah hati dan memiliki hati yang lembut dan remuk, tidak pernah tersinggung seperti orang disebutkan dalam Amsal 18:19. Orang menjadi tersinggung karena keakuannya terluka. Kasih karunia telah ditolaknya dan ia telah mengeraskan hatinya serta menjadi pahit hati, Ibrani 4:16 “Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia,supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.”

Bandingkan dengan Ibrani 12:15 “Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh AKAR YANG PAHIT yang menimbulkan KERUSUHAN dan MENCEMARKAN BANYAK ORANG.” Orang menjadi tersinggung karena memelihara suatu luka hati dan menjebloskan dirinya sendiri ke dalamsuatu lubang yang dalam. Ia tidak dapat disembuhkan, tidak dengan permintaan maaf atau apapun juga, sebelum mengalami jamahan Allah.

Hati yang mudah tersinggung yang dibiarkan tidak terobati akan menjadi SANGAT JAHAT. Dihari-hari terakhir banyak orang akan menjadi tersinggung, dan ini akan membuat mereka saling membenci dan mengkhianati (Matius 24:10). Apakah kita sadar betapa seriusnya problem kita bila membiarkan hati kita tersinggung? Saya ingin mengulangi hal ini. Orang yang tersinggung itu bukan anak domba, ia adalah seorang tuan, sombong serta tidak memiliki hati yang remuk. Ia memiliki suatu pendapat yang tinggi tentang dirinya sendiri dan “SOK PENTING”. Ia mempertahankan hak-haknya dan menuntut pembelaan atas dirinya. Salah satu tipuan yang memperdayai seseorang yang tersinggung adalah ia percaya bahwa iamemiliki hak untuk tersinggung, dan bahwa ia dibenarkan untuk marah dan melukai orang-orang lain (Ia tidak benar-benar percaya bahwa Allah memakai ketidakadilan untuk meningkatkan kerohanian anak-anak-Nya). Karena itu, hatinya mulai tertipu. Satu-satunya cara untuk menyelamatkan diri dari lubang yang menyeramkan ini adalah dengan menjadi ANAK DOMBA, menyerahkan hak-hak kita, dan meneladani Kapten Keselamatan kita yang mempercayakan segala ketidakadilan yang Ia alami kepada Bapa Surgawi-Nya,

I Petrus 2:21-23 “Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya. Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya. Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.”

Neraka diperuntukkan bagi orang-orang yang tersinggung. Neraka dipenuhi dengan orang-orang yang tersinggung, yang menolak kasih karunia Allah ketika mereka disakiti. Mereka meninggal dengan memegang erat kepahitan mereka terhadap Allah dan orang-orang yang tidak mau mereka maafkan. Kini mereka sendiri tersiksa dengan pelanggaran-pelanggaran yang tidak mau mereka maafkan dalam diri orang lain. Akan sangat penting bagi kita anak-anak-Nya untuk senantiasa rendah hati dan menikmati damai sejahtera bersama dengan kasih Tuhan. Allah tinggal bersama mereka yang rendah hati. Hadirat Tuhan ditolak oleh hati yang keras, tetapi kekerasan tidak dimiliki oleh orang yang rendah hati. Allah menolak orang yang sombong, karena kesombongan juga menolak-Nya. Allah tidak akan berjalan dengan orang yang sombong. Ia berjalan bersama dengan orang yang rendah hati karena Iasendiripun rendah hati. Dalam hati yang lembut Allah berjalan bersama orang yang rendah hati karena Ia sendiri pun rendah hati. Dalam hati yang lembut Allah menuliskan hukum-hukum-Nya, tetapi Allah tidak dapat bekerja di hati yang keras. Hati yang keras itu tidak peka dan tidak mampu mendengar suara Roh yang lembut. Allah membimbing orang-orang yang lembut hati.

Salam mujizat…

Tuhan Yesus memberkati kita semua….Amien

Gembala Sidang,

Pdt. Ir. Joko Susanto, MA

Memperoleh Kesatuan dan Damai Sejahtera

PESAN GEMBALA

07 MARET 2010

EDISI 116 TAHUN 3

Memperoleh Kesatuan dan Damai Sejahtera

Shalom… Salam Miracle.

Jemaat Bethany yang diberkati Tuhan, seringkali kita mendengar ajaran tentang kerendahan hati, dimana setiap orang mendahulukan kepentingan diri sendiri. Alkitab memerintahkan kita menganggap orang lain lebih utama dari diri sendiri, Filipi 2:3-4, “Karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati seorang menganggap yang lain lebih utama daripada dirinya sendiri.”

Orang yang memiliki hati yang remuk tidak mudah tersinggung atau marah. Tetapi tidak demikian dengan orang yang memiliki keakuan yang besar. Percekcokan dan konflik berhenti bila kita memiliki hati yang remuk, Amsal 13:10,”Keangkuhan hanya menimbulkan pertengkaran, tetapi mereka yang mendengarkan nasehat mempunyai hikmat.”

Kepribadian yang kasar, pemarah, sombong, suka mendominasi, suka menuntut, dan keras perlu diremukkan. Orang-orang di sekitar kita tidak boleh merasakan roh kita; mereka harus merasakan Roh Allah yang bekerja melalui kita. Bila orang lebih merasakan roh kita daripada Roh Allah, itu berarti kita membutuhkan hati yang remuk. Dan ini memerlukan banyak penghancuran.

Hati yang tidak remuk dimiliki oleh orang yang tidak disiplin dan dididik secara benar ketika ia masih kecil. Hanya TUAN-TUAN yang sering seringkali mudah tersinggung, bukan anak domba-anak domba.

Orang yang rendah hati dan memiliki hati yang lembut dan remuk, tidak pernah tersinggung seperti orang disebutkan dalam Amsal 18:19. orang menjadi tersinggung karena keakuannya terluka. Kasih karunia telah ditolaknya dan ia telah mengeraskan hatinya serta menjadi pahit hati, Ibrani 4:16, ”Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri tahta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.”

Bandingkan denganIbrani 12:15, “Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan mudah tumbuh AKAR YANG PAHIT yang menimbulkan KERUSUHAN dan MENCEMARKAN BANYAK ORANG”. Orang menjadi tersinggung karena memelihara suatu luka hati dan mencebloskan dirinya sendiri ke dalam suatu lubang yang dalam. Ia tidak dapat disembuhkan, tidak dengan permintaan maaf atau apapun juga, sebelum mengalami jamahan Allah.

Hati yang mudah tersinggung yang dibiarkan tidak diobati akan menjadi SANGAT JAHAT. Dihari-hari terakhir banyak orang akan tersinggung, dan ini akan membuat mereka saling membenci dan mengkhianati (Matius 24:10). Apakah kita sadar betapa seriusnya problem kita bila membiarkan hati kita tersinggung? Saya ingin mengulangi hal ini. Orang yang tersinggung itu bukan anak domba, ia adalah seorang Tuan, sombong serta tidak memiliki hati yang remuk. Ia memiliki suatu pendapat yang tinggi tentang dirinya sendiri dan “SOK PENTING”. Ia mempertahankan hak-haknya dan menuntut pembelaan atas dirinya.

Salah satu tipuan yang memperdayai seseorang yang tersinggung adalah ia percaya bahwa ia memiliki hak untuk tersinggung, dan bahwa ia dibenarkan untuk marah dan melukai orang-orang lain. (Ia tidak benar-benar percaya bahwa Allah memakai ketidakadilan untuk meningkatkan kerohanian untuk meningkatkan kerohanian anak-anakNya).

Karena itu, hatinya mulai tersipu. Satu-satunya cara untuk menyelamatkan diri dari lubang yang menyeramkan ini adalah dengan menjadi ANAK DOMBA, menyerahkan hak-hak kita, dan meneladani Kapten Keselamatan kita yang memeprcayakan segala ketidakadilan yang ia alami kepada Bapa Surgawi-Nya.

I Petrus 2:21-23, ”Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejakNya. Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulutNya. Ketika Ia dicaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, Yang menghakimi dengan adil.”

Neraka diperuntukkan bagi orang-orang yang tersinggung. Neraka dipenuhi dengan orang-orang yang tersinggung, yang menolak kasih karunia Allah ketika mereka disakiti. Mereka meninggal dengan memegang erat kepahitan mereka terhadap Allah dan orang-orang yang tidak mau mereka maafkan. Kini mereka sendiri tersiksa dengan pelanggaran-pelanggaran yang tidak mau mereka maafkan dalam diri orang lain. Akan sangat penting bagi kita anak-anakNya untuk senantiasa rendah hati dan menikmati damai sejahtera bersama dengan kasih Tuhan.

Allah tinggal bersama mereka yang rendah hati. Hadirat Tuhan ditolak oleh hati yang keras, tetapi kekerasan tidak dimiliki oleh orang yang rendah hati. Allah menolak orang yang sombong, karena kesombongan juga menolakNya. Allah tidak akan berjalan dengan orang yang sombong. Ia berjalan bersama orang yang rendah hati karena Ia sendiripun rendah hati. Dalam hati yang lembut Allah menuliskan hukum-hukumNya, tetapi Allah tidak dapat bekerja di hati yang keras. Hati yang keras itu tidak peka dan tidak mampu mendengar suara Roh yang lembut. Allah membimbing orang-orang yang lembut hati.

Salam mujizat…

Tuhan Yesus memberkati kita semua…amien

Gembala Sidang,

Pdt. Ir. Joko Susanto, MA

AKHIRNYA MENANG

Jumat, 18 September 2009

Bacaan : Wahyu 12:10-12

12:10 Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata: “Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita.

12:11 Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka. Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut.

 

12:12. Karena itu bersukacitalah, hai sorga dan hai kamu sekalian yang diam di dalamnya, celakalah kamu, hai bumi dan laut! karena Iblis telah turun kepadamu, dalam geramnya yang dahsyat, karena ia tahu, bahwa waktunya sudah singkat.”

 

AKHIRNYA MENANG

Sejumlah mahasiswa kristiani bermain basket di lapangan kampusnya. Pak Haryo, tukang kebun setempat, duduk di tepi lapangan, asyik membaca Alkitab. “Baca apa, Pak?” tanya seorang mahasiswa. “Kitab Wahyu,” jawab Pak Haryo. “Kitab Wahyu? Memangnya Bapak mengerti isinya?” tanya mahasiswa itu lagi. “Yah, menurut kitab ini, Tuhan Yesus pada akhirnya menang.”

Sebuah tafsiran kitab Wahyu yang lugas dan jitu. Kitab terakhir ini memang memaparkan kemenangan final Tuhan Yesus atas musuh-Nya. Dan, orang-orang yang telah ditebus-Nya turut ambil bagian dalam kemenangan tersebut. Nas kali ini menunjukkan tiga hal yang memampukan orang-orang kudus mengalahkan Iblis.

Darah Anak Domba. Dasar kemenangan mereka ialah Kristus dan karya penebusan-Nya di kayu salib. Setiap orang yang berpaut kepada Yesus Kristus akan mampu melawan dan menundukkan Iblis (1Yohanes 5:4-6).

Perkataan kesaksian. Aktivitas iman mereka ialah memberitakan firman Allah; baik melalui perkataan maupun perbuatan. Dengan memahami, memercayai, dan menerapkan firman Allah secara konsisten, orang percaya akan berhasil membungkam dakwaan dan godaan Iblis.

Tidak mengasihi nyawa sampai ke dalam maut. Inilah sikap iman yang menjungkalkan Iblis. Orang percaya menyadari hidup ini hanya sementara, sekaligus tempat pelatihan dan persiapan menuju kekekalan. Mereka siap untuk mengorbankan waktu, tenaga, harta, dan bahkan jika perlu nyawa, demi menyebarluaskan firman Allah.

Apakah Anda memiliki ketiga hal tersebut? -ARS

ORANG-ORANG PERCAYA MENJADI PEMENANG

BERDASARKAN KEMENANGAN YANG TELAH DIRAIH YESUS KRISTUS

Sumber : www.sabda.org