DOA PAGI

Jumat, 19 April 2013

Bacaan   : Mazmur 5:1-13

5:1. Untuk pemimpin biduan. Dengan permainan suling. Mazmur Daud. (5-2) Berilah telinga kepada perkataanku, ya TUHAN, indahkanlah keluh kesahku.

5:2 (5-3) Perhatikanlah teriakku minta tolong, ya Rajaku dan Allahku, sebab kepada-Mulah aku berdoa.

5:3 (5-4) TUHAN, pada waktu pagi Engkau mendengar seruanku, pada waktu pagi aku mengatur persembahan bagi-Mu, dan aku menunggu-nunggu.

5:4 (5-5) Sebab Engkau bukanlah Allah yang berkenan kepada kefasikan; orang jahat takkan menumpang pada-Mu.

5:5 (5-6) Pembual tidak akan tahan di depan mata-Mu; Engkau membenci semua orang yang melakukan kejahatan.

5:6 (5-7) Engkau membinasakan orang-orang yang berkata bohong, TUHAN jijik melihat penumpah darah dan penipu.

 

5:7. (5-8) Tetapi aku, berkat kasih setia-Mu yang besar, aku akan masuk ke dalam rumah-Mu, sujud menyembah ke arah bait-Mu yang kudus dengan takut akan Engkau.

5:8 (5-9) TUHAN, tuntunlah aku dalam keadilan-Mu karena seteruku; ratakanlah jalan-Mu di depanku.

5:9 (5-10) Sebab perkataan mereka tidak ada yang jujur, batin mereka penuh kebusukan, kerongkongan mereka seperti kubur ternganga, lidah mereka merayu-rayu.

5:10 (5-11) Biarlah mereka menanggung kesalahan mereka, ya Allah, biarlah mereka jatuh karena rancangannya sendiri; buanglah mereka karena banyaknya pelanggaran mereka, sebab mereka memberontak terhadap Engkau.

5:11 (5-12) Tetapi semua orang yang berlindung pada-Mu akan bersukacita, mereka akan bersorak-sorai selama-lamanya, karena Engkau menaungi mereka; dan karena Engkau akan bersukaria orang-orang yang mengasihi nama-Mu.

5:12 (5-13) Sebab Engkaulah yang memberkati orang benar, ya TUHAN; Engkau memagari dia dengan anugerah-Mu seperti perisai.

 

DOA PAGI

Sebelum mengawali kegiatan rutin harian, saya meluangkan waktu beberapa menit untuk bersaat teduh, membaca firman Tuhan, dan berdoa secara pribadi. Dimulai dengan doa ucapan syukur, membaca firman Tuhan, dan dilanjutkan dengan doa permohonan pribadi serta doa syafaat. Momen ini sangat berharga karena memungkinkan saya bebas berbicara kepada Tuhan. Mengungkapkan segala keinginan dan memohon petunjuk agar Tuhan menunjukkan jalan terbaik dalam melakukan aktivitas harian. Menjalaninya sekian lama, saya merasa ada sesuatu yang kurang bila pada pagi hari tidak melakukannya.

Pemazmur mengawali doa pagi dengan mengatur persembahan bagi Tuhan (ay. 4). Tindakan ini dilakukan sebagai bentuk ucapan syukur atas perlindungan yang Tuhan berikan (ay. 12-13), yang membuat pemazmur bersukacita (ay. 12). Pemazmur tidak hidup sembrono, namun berupaya mengamalkan kebenaran. Ia menjauhi kejahatan, penipuan, dan penumpahan darah (ay. 6-7). Daud menyadari, ia mampu melakukannya karena Tuhan memberkati dan memagarinya dengan anugerah-Nya sebagaimana perisai melindungi seseorang dari senjata lawan (ay. 13).

Pemazmur menjalin komunikasi yang intim dengan Tuhan. Ketika berkomunikasi dengan Tuhan, kita leluasa untuk mengungkapkan keinginan hati kita. Semakin sering kita berkomunikasi dengan Tuhan, semakin paham kita akan kehendak Tuhan bagi kehidupan kita. Dan oleh limpahan anugerah-Nya, kita akan dimampukan untuk melakukan kehendak-Nya tersebut dalam hidup kita. –WB

TUHAN BUKAN HANYA MENYATAKAN KEHENDAK-NYA BAGI KITA,

 NAMUN JUGA MELIMPAHKAN ANUGERAH-NYA UNTUK MEMAMPUKAN KITA.

Dikutip : www.sabda.org

Anda diberkati melalui Renungan Harian?

Jadilah berkat dengan mendukung Pembangunan Gereja Bethany God The Miracle

(Jalan Slamet Riady Rt.26 No.119, Tarakan)

Rekening Bank BPD, No. 0052248302 a.n. Gereja Bethany GTM Tarakan

Rekening Bank Mandiri, No. 148-00-8080878-8 a.n Gereja Bethany Indonesia God The Miracle

Terima kasih. Tuhan Yesus Kristus memberkati.

Iklan

MUSLIHAT KUDA TROYA

Minggu, 17 Maret 2013

Bacaan: Efesus 6:10-20 

6:10. Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.

6:11 Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis;

6:12 karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.

6:13 Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu.

6:14 Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan,

6:15 kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera;

6:16 dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat,

6:17 dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah,

6:18 dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus,

 

6:19. juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil,

6:20 yang kulayani sebagai utusan yang dipenjarakan. Berdoalah supaya dengan keberanian aku menyatakannya, sebagaimana seharusnya aku berbicara.

 

MUSLIHAT KUDA TROYA

Pasukan Yunani, setelah mengepung Troya selama sepuluh tahun tanpa hasil, membuat kuda-kudaan raksasa dan mengisinya dengan prajurit pilihan. Mereka lalu pura-pura berlayar pergi. Warga Troya menganggap patung kuda itu sebagai trofi kemenangan dan menyeretnya ke dalam benteng. Malamnya, prajurit Yunani keluar dari perut kuda, membukakan gerbang bagi prajurit lain yang menunggu di luar, dan menaklukkan Troya.

Kita orang percaya juga hidup dalam peperangan. Bukan peperangan fisik, tapi peperangan rohani yang tak kelihatan. Musuh kita digambarkan sebagai para penguasa, kuasa dunia yang gelap, dan roh-roh di udara. Mereka sangat jahat dan licik, dengan penuh tipu daya dapat menyusup ke dalam benteng pertahanan orang percaya untuk merusak kesatuan dan mencemari kesucian hidup orang beriman. Mereka menyerang dan membengkokkan lembaga yang dipandang sakral (seperti perkawinan, gereja, pengadilan), profesi yang dianggap mulia (seperti guru, pendeta, dokter, hakim), dan nilai-nilai kebajikan yang luhur.

Tuhan sudah menyediakan perlengkapan senjata rohani yang lengkap dan penuh kuasa (ay. 13-16) untuk menghadapi tipu daya musuh. Kita perlu berdiri teguh dalam kemenangan yang telah diraih Kristus, menggunakan pedang roh, yaitu firman Tuhan, dan bersandar pada Allah dalam doa (ay. 10, 17, 18). Anugerah-Nya memampukan kita untuk hidup sebagai manusia baru yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya (Ef 4:24). –SST

KEGELAPAN HANYA DAPAT DIUSIR OLEH TERANG, 
TIPU MUSLIHAT HANYA DAPAT DIPATAHKAN OLEH KEBENARAN

Dikutip : www.sabda.org

RACUN TIKUS

Selasa, 12 Februari 2013

Bacaan: Kejadian 3:1-19

3:1. Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: “Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?”

3:2 Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: “Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan,

3:3 tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati.”

3:4 Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: “Sekali-kali kamu tidak akan mati,

3:5 tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.”

 

3:6. Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.

3:7 Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.

3:8 Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman.

 

3:9. Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: “Di manakah engkau?”

3:10 Ia menjawab: “Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi.”

 

3:11. Firman-Nya: “Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?”

3:12 Manusia itu menjawab: “Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan.”

3:13 Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: “Apakah yang telah kauperbuat ini?” Jawab perempuan itu: “Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan.”

 

3:14. Lalu berfirmanlah TUHAN Allah kepada ular itu: “Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu.

3:15 Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.”

 

3:16. Firman-Nya kepada perempuan itu: “Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu.”

 

3:17. Lalu firman-Nya kepada manusia itu: “Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu:

3:18 semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu;

3:19 dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu.”

 

RACUN TIKUS

Ada berbagai jenis racun tikus. Salah satunya berbentuk seperti makanan bagi tikus. Si binatang pengerat, mengira benda itu makanan enak, akan memakannya tanpa curiga. Beberapa jam kemudian, racun yang terkandung di dalam “makanan” tersebut akan bekerja dan membunuh si tikus dari dalam.

Cara kerja dosa mirip dengan cara kerja racun tikus tersebut. Pada awalnya tampak nikmat dan menggoda, tetapi kemudian menghancurkan hidup kita. Itulah yang terjadi pada Adam dan Hawa di Taman Eden. Meskipun Allah sudah melarang mereka, Hawa tergoda untuk menikmati buah pengetahuan karena buah itu terlihat sedap. Godaan ini terasa lebih kuat lagi karena si ular berkata bahwa buah tersebut akan membuatnya mengerti hal-hal yang tersembunyi, yang hanya diketahui oleh Allah (ay. 5). Hawa (dan kemudian Adam) pun akhirnya tergoda dan melanggar perintah Tuhan dengan mencicipi buah itu (ay. 6). Akibatnya, Adam dan Hawa diusir dari Taman Eden dan menanggung kutukan Tuhan (ay. 16-19).

Dosa memang sangat menggoda pada awalnya, tetapi konsekuensinya selalu buruk bagi hidup kita. Menjadi kaya dengan korupsi memang menggoda, tetapi konsekuensi hukumnya berat. Berselingkuh memang menggoda, tetapi akan menghancurkan keluarga kita. Bolos sekolah untuk bermain memang menggoda, tetapi dapat merusak masa depan kita. Karena itu, penting bagi kita untuk menjaga diri agar tidak tergoda oleh dosa. Anugerah-Nya menyadarkan kita akan parahnya konsekuensi dosa dan memampukan kita untuk menolak godaannya. –ALS

SEBUAH LUBANG KEBOCORAN DAPAT MENENGGELAMKAN KAPAL,

 SEBUAH DOSA DAPAT MENGHANCURKAN KEHIDUPAN ORANG PERCAYA — JOHN BUNYAN

Dikutip : www.sabda.org

SUPERMAN

Jumat, 18 Januari 2013

Bacaan: Lukas 12:13-21

12:13. Seorang dari orang banyak itu berkata kepada Yesus: “Guru, katakanlah kepada saudaraku supaya ia berbagi warisan dengan aku.”

12:14 Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Saudara, siapakah yang telah mengangkat Aku menjadi hakim atau pengantara atas kamu?”

12:15 Kata-Nya lagi kepada mereka: “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu.”

12:16 Kemudian Ia mengatakan kepada mereka suatu perumpamaan, kata-Nya: “Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya.

12:17 Ia bertanya dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku.

12:18 Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku.

12:19 Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah!

12:20 Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti?

12:21 Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah.”

SUPERMAN

“Delapan dari sepuluh pebisnis mengalami masalah ketika melakukan regenerasi ke anaknya, ” ujar seorang businesscoach yang saya wawancarai. Menurutnya, pada masa seperti inilah biasanya perusahaan digoyang konflik. “Ini karena si pengusaha senior sudah terbiasa menjadi superman!”

Superman? Ternyata yang dimaksudkannya adalah kecenderungan bersikap one man show, keinginan untuk mengendalikan segala sesuatu sendiri, sulit untuk memercayai orang lain. Sindroma yang kerap menjangkiti pebisnis senior adalah merasa paling tahu dan paling andal dalam menjalankan bisnis. Akibatnya, putra-putri yang seharusnya dididik sejak dini untuk menjadi penerus malah merasa tersisih dan akhirnya alih generasi tidak berlangsung secara mulus.

Perumpamaan Kristus dalam bacaan hari ini juga menampilkan sosok superman, seorang kaya yang sibuk mengembangkan usahanya. Apakah itu salah? Tidak. Masalahnya, ia mencurahkan seluruh jiwa dan hidupnya demi bisnisnya itu. Orang sekarang menyebutnya workalholic. Ia tamak dalam bekerja dan mengeruk laba. Tamak, dalam bahasa Yunani adalah pleonexia, berarti keinginan yang tidak terkontrol, tidak ada habisnya. Orang ini sibuk menjadi superman sampai lupa akan hal-hal yang lebih penting dan lebih abadi.

Bagaimana dengan kita? Apakah kita merasa serbamampu dan mandiri sampai alpa akan anugerah-Nya yang memampukan kita berkarya? Apakah kita masih meluangkan waktu untuk membagikan pengetahuan dan kecakapan kepada generasi penerus kita? –OLV

HARTA SEHARUSNYA HANYA MERUPAKAN ALAT

 KETAMAKAN MEMBUATNYA BERBALIK MEMPERALAT KITA

Dikutip : www.sabda.org

BUBUK KEPAHITAN

Rabu, 16 Januari 2013

Bacaan: Ibrani 12:14-17

12:14 Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan.

12:15 Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.

12:16 Janganlah ada orang yang menjadi cabul atau yang mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau, yang menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan.

12:17 Sebab kamu tahu, bahwa kemudian, ketika ia hendak menerima berkat itu, ia ditolak, sebab ia tidak beroleh kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya, sekalipun ia mencarinya dengan mencucurkan air mata.

BUBUK KEPAHITAN

Seorang guru hendak mengajarkan sesuatu kepada muridnya. Ia memberikan segenggam tepung biji mahoni untuk dimasukkan ke dalam sebuah cangkir berisi air, lalu menyuruh anak itu meminumnya. Sang murid segera memuntahkan air itu karena tak tahan mencecap rasa pahit yang luar biasa.

Kemudian guru itu kembali memberinya segenggam tepung biji mahoni, kali ini untuk dituangkan ke dalam sebuah telaga bening. Ia menyuruh anak itu mengambil airnya dan meminumnya. Kali ini si murid dapat menikmati air itu, yang tetap terasa tawar dan menyegarkan. “Tepung itu mewakili semua hal buruk dan kepahitan dalam hidup ini. Yang menentukan pengaruhnya adalah seberapa luas wadah yang menampungnya, yaitu hati kita!” kata gurunya bijak.

Penulis surat Ibrani mendorong agar orang-orang percaya tetap bertekun dalam iman, sekalipun banyak kesukaran menghadang dari berbagai sisi, termasuk dari sesama orang percaya. Mengikut Kristus memang tidak menjamin seseorang terbebas dari masalah, bahkan tak jarang menjadikan kehidupan kita kian pelik. Syukurlah, orang percaya telah diberi hati yang baru, hati yang seperti Kristus untuk menghadapinya. Anugerah-Nya memampukan kita untuk menawarkan “bubuk kepahitan” sehingga hati kita tetap manis dan segar.

Apakah Anda bergumul untuk mengampuni orang lain? Apakah Anda kesulitan berdamai dengan seseorang? Apakah gereja mengecewakan Anda? Lihatlah anugerah-Nya–bagaimana Dia mengasihi dan mengampuni Anda tanpa syarat–dan ampunilah mereka yang bersalah kepada Anda. –HEM

KEPAHITAN BUKAN DITENTUKAN OLEH APA YANG KITA ALAMI

MELAINKAN OLEH RESPON HATI KITA TERHADAP PENGALAMAN ITU

Dikutip : www.sabda.org

MEMBERI KESEMPATAN

Rabu, 31 Oktober 2012

 Bacaan : Kisah Para Rasul 15:35-41

15:35 Paulus dan Barnabas tinggal beberapa lama di Antiokhia. Mereka bersama-sama dengan banyak orang lain mengajar dan memberitakan firman Tuhan.

 

15:36. Tetapi beberapa waktu kemudian berkatalah Paulus kepada Barnabas: “Baiklah kita kembali kepada saudara-saudara kita di setiap kota, di mana kita telah memberitakan firman Tuhan, untuk melihat, bagaimana keadaan mereka.”

15:37 Barnabas ingin membawa juga Yohanes yang disebut Markus;

15:38 tetapi Paulus dengan tegas berkata, bahwa tidak baik membawa serta orang yang telah meninggalkan mereka di Pamfilia dan tidak mau turut bekerja bersama-sama dengan mereka.

15:39 Hal itu menimbulkan perselisihan yang tajam, sehingga mereka berpisah dan Barnabas membawa Markus juga sertanya berlayar ke Siprus.

15:40 Tetapi Paulus memilih Silas, dan sesudah diserahkan oleh saudara-saudara itu kepada kasih karunia Tuhan

15:41 berangkatlah ia mengelilingi Siria dan Kilikia sambil meneguhkan jemaat-jemaat di situ.

 

MEMBERI KESEMPATAN

Banyak orang mengagumi suara emas pemenang Indonesian Idol 2012, Regina Ivanova. Menariknya, ia pernah gagal dalam enam audisi sebelumnya. Selain kegigihannya, pastilah Regina bersyukur atas peraturan kompetisi yang mengizinkan mereka yang pernah gagal untuk mencoba lagi. Pada kesempatan ketujuh, ia tampil fantastis dan menjadi pemenang. Seandainya peraturannya berbunyi lain, mungkin nama Regina tak akan pernah kita kenal

Kesempatan untuk mencoba lagi juga pernah dialami Yohanes Markus. Ia tercatat “gagal” dalam pelayanan perdananya bersama Barnabas dan Paulus ke pulau Siprus (Kisah Para Rasul 13:5, 13). Namun, ketika akan melayani lagi ke tempat yang sama, Barnabas justru ingin mengajak Markus. Barnabas tentu memiliki alasan kuat. Mungkin ia melihat Markus sudah berubah. Atau paling tidak ia ingin memberikan bimbingan dan kesempatan lagi kepada Markus. Kegagalan sebelumnya tidak membuatnya menyerah atas hidup Markus, dan untuk itu ia bahkan mengambil risiko berpisah dengan rekan kerja yang “lebih andal” (ayat 39). Alkitab mencatat bahwa kepercayaan yang diberikan Barnabas kepada Markus tidaklah sia-sia. Bahkan Paulus akhirnya sangat memerlukan pelayanan Markus (lihat 2 Timotius 4:11)

Jika diberi kesempatan menolong hidup seseorang, bagaimana sikap kita terhadap kegagalannya? Ketika ia gagal, kita memilih meninggalkan atau memberinya kesempatan? Perhatikan, banyak orang yang hidupnya berubah dan dipakai Allah justru ketika mereka mengalami anugerah berupa kesempatan untuk belajar dari kesalahan. Kita bisa menjadi alat bagi anugerah Allah tersebut. –PBS

PENGAMPUNAN DAN KESEMPATAN MENCOBA LAGI

KERAP KALI MENJADI JALAN MENUJU PERUBAHAN YANG BERARTI

Dikutip : www.sabda.org

RENOVASI TOTAL

Kamis, 11 Oktober 2012

Bacaan : Yohanes 3:1-8

3:1. Adalah seorang Farisi yang bernama Nikodemus, seorang pemimpin agama Yahudi.

3:2 Ia datang pada waktu malam kepada Yesus dan berkata: “Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorangpun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya.”

3:3 Yesus menjawab, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.”

3:4 Kata Nikodemus kepada-Nya: “Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?”

3:5 Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.

3:6 Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.

3:7 Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali.

3:8 Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh.”

 

RENOVASI TOTAL

“Kalau marah ia persis seperti saya, ” cerita sahabat saya tentang putranya. Cerita yang tentunya dialami tiap orangtua. Anak-anak tidak hanya mewarisi kemiripan secara bentuk fisik, tetapi juga sifat-sifat dan kecenderungan orangtuanya. Kalau saja boleh, mungkin para orangtua ingin membentuk anaknya dengan semua sifat yang baik saja, tetapi tentu saja itu tidak mudah

Kenyataan ini sedikit banyak menolong kita memahami pernyataan Tuhan Yesus tentang pentingnya kelahiran kembali (ayat 3). Jelas yang dimaksud Yesus bukanlah proses kelahiran jasmani yang diulang dua kali, karena hasilnya akan sama saja: manusia berdosa yang tidak dapat ambil bagian dalam Kerajaan Allah. Di sini Yesus sedang berbicara tentang pembentukan hidup yang sama sekali baru oleh karya Roh Kudus. Renovasi total yang tidak mungkin dilakukan manusia. Kelahiran pertama membentuk manusia secara jasmani (ayat 6). Ada kebutuhan untuk bertahan hidup, mengasihi dan dikasihi, dan sebagainya. Kelahiran kedua membentuk manusia secara rohani. Ada gairah akan hal-hal yang rohani, hasrat untuk mengenal Tuhan dan menyelaraskan hidup dengan kehendak-Nya

Hanya anugerah Roh Kudus yang memungkinkan kita menyadari ketidakberdayaan kita, memercayakan diri kepada Yesus sebagai Juruselamat, dan mengalami kelahiran kembali. Nikodemus, dengan segala pengetahuan rohaninya tidak dapat ambil bagian dalam Kerajaan Allah tanpa karya Roh Kudus ini. Demikian juga dengan kita, bukan? Status kristiani turun temurun atau keaktifan dalam kegiatan gerejawi bukan jaminan kita dilahirkan kembali. Sudahkah renovasi total oleh Roh Kudus kita alami? –HAN

HIDUP YANG DIBARUI TAK DAPAT DIHASILKAN SENDIRI,

HANYA ROH KUDUS YANG DAPAT MENJADIKAN KITA ANAK-ANAK ILAHI

Dikutip : www.sabda.org