ASAL MAU, PASTI BISA?

Senin, 13 Juli 2009

Bacaan : Yeremia 1:4-10

1:4. Firman TUHAN datang kepadaku, bunyinya:

1:5 “Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa.”

1:6 Maka aku menjawab: “Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya aku tidak pandai berbicara, sebab aku ini masih muda.”

1:7 Tetapi TUHAN berfirman kepadaku: “Janganlah katakan: Aku ini masih muda, tetapi kepada siapapun engkau Kuutus, haruslah engkau pergi, dan apapun yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah kausampaikan.

1:8 Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman TUHAN.”

1:9 Lalu TUHAN mengulurkan tangan-Nya dan menjamah mulutku; TUHAN berfirman kepadaku: “Sesungguhnya, Aku menaruh perkataan-perkataan-Ku ke dalam mulutmu.

1:10 Ketahuilah, pada hari ini Aku mengangkat engkau atas bangsa-bangsa dan atas kerajaan-kerajaan untuk mencabut dan merobohkan, untuk membinasakan dan meruntuhkan, untuk membangun dan menanam.”

 

 

ASAL MAU, PASTI BISA?

Seorang teman menawari saya ikut bisnis multilevel marketing (MLM). Saya menolak. Sederhana saja. MLM pasti menawar-nawarkan produk pada orang, sedangkan saya paling tidak nyaman melakukan kerja pemasaran. Teman saya berkomentar, “Ah, asal mau belajar, lama-lama pasti bisa.” Saya hanya tersenyum, meskipun sebenarnya ingin menangkis, “Memangnya, asal mau belajar, kamu juga bisa menjadi penulis seperti saya?”

Apakah firman Tuhan mendukung pendapat “asal mau belajar, kamu bisa melakukan apa saja” ini? Tentu tidak. Para penerjemah Alkitab New Century Version menyalin kalimat “Aku telah menguduskan engkau” dalam nas kali ini menjadi “Aku telah menyisihkan engkau untuk pekerjaan khusus.” Pekerjaan khusus! Pernyataan Tuhan kepada Yeremia ini tentulah berlaku pula bagi kita semua. Ya, kita tidak diciptakan untuk menjadi ahli segala sesuatu; kita diciptakan untuk menjadi spesialis bidang tertentu. Dan, jika Tuhan menyiapkan pekerjaan khusus, Dia pasti juga memperlengkapi kita dengan kecakapan untuk melakukannya, bukan?

Jadi, tantangan kita masing-masing ialah menemukan pekerjaan khusus yang disiapkan Tuhan bagi kita. Untuk mengetahuinya, kita dapat menjalani tes penelusuran minat dan bakat. Kita dapat pula mencermati kembali perjalanan hidup kita: bidang apa yang benar-benar kita sukai, yang mampu kita kerjakan dengan kecakapan istimewa, dengan hasil yang memuaskan hati? Jika kita menekuni bidang tersebut, dan mendayagunakannya untuk melayani Tuhan dan sesama, kita akan menemukan kepuasan sejati dalam bekerja -ARS

ANDA TIDAK BISA MENJADI APA SAJA YANG ANDA INGINKAN, TETAPI ANDA BISA MENJADI APA SAJA YANG ALLAH INGINKAN DARI ANDA-Max Lucado

Sumber : www.sabda.org

Iklan